Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan
Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)
16:32
22 Februari 2026

Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan

Baca 10 detik
  • Tempat sampah AI Srikandi dari Nusabin mulai menjadi sorotan sebagai inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan data di Indonesia.
  • Sistem ini bekerja di hulu dengan otomatis memilah sampah anorganik berdasarkan jenis material dan merekam data secara waktu nyata.
  • Validasi sistem dilakukan lintas sektor selama 2025, termasuk dalam festival dan summit di Jakarta dan Bandung.

Transformasi pengelolaan sampah di Indonesia mulai menunjukkan arah baru.

Jika selama ini persoalan sampah identik dengan pendekatan manual, kampanye perubahan perilaku, dan sistem yang belum terintegrasi, kini inovasi berbasis teknologi dan data mulai memperoleh perhatian.

Dalam konteks tersebut, tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin mulai dipandang sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, tempat sampah AI Srikandi memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas teknik, hingga pelaku industri dan masyarakat umum.

Pengakuan tersebut tidak hanya muncul dalam bentuk seremoni, tetapi juga melalui interaksi langsung para pemangku kepentingan yang mencoba sistem ini dalam kondisi nyata.

Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa) PerbesarTempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)

Bekerja di Hulu Pengelolaan Sampah

Berbeda dari pendekatan konvensional yang mengandalkan pemilahan manual, tempat sampah AI Srikandi dirancang untuk beroperasi langsung di titik awal pembuangan.

Sistem ini mampu mengenali dan mengklasifikasikan sampah anorganik berdasarkan jenis material dan merek secara otomatis.

Setelah proses pengenalan, sampah dipilah sesuai kategorinya, sementara seluruh data terekam dan dianalisis secara waktu nyata melalui dashboard terintegrasi.

Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai penggerak utama sistem, sementara peran pengguna disederhanakan.

Bagi Nusabin, model tersebut diposisikan bukan sekadar sebagai perangkat pintar, melainkan sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis data yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola kawasan, institusi pendidikan, dan ruang komersial untuk memahami pola timbulan sampah secara lebih presisi.

Pengembangan tempat sampah AI Srikandi diarahkan pada prinsip kemudahan di sumber pembuangan. Dengan menyederhanakan interaksi pengguna, partisipasi dinilai dapat meningkat tanpa ketergantungan pada pengawasan dan instruksi berulang.

Tantangan terbesar pengelolaan sampah tidak hanya dipandang berada pada aspek teknis, tetapi juga pada konsistensi perilaku dalam jangka panjang.

Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa) PerbesarTempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)

Validasi Lintas Sektor

Perjalanan publik Srikandi sepanjang 2025 memperlihatkan peningkatan pengakuan lintas sektor. Pada Agustus 2025, Nusabin berpartisipasi dalam Pondok Indah EcoLiving Festival (PIEL Fest) 2025 yang turut dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, S.Si., M.A.P.

Kehadiran tersebut menjadi salah satu penanda awal bahwa solusi pengelolaan sampah berbasis sistem mulai diperhitungkan dalam konteks lingkungan perkotaan.

Pengembangan berikutnya ditampilkan dalam Bandung Sustainability Summit 2025 di Institut Teknologi Bandung.

Forum ini dihadiri Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, S.E., serta Rektor ITB saat itu, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.

Dalam forum tersebut, tempat sampah AI Srikandi dibahas sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah yang mengedepankan integrasi teknologi dan data.

Pengujian di Lingkungan Pendidikan

Validasi operasional dilakukan melalui inisiatif #MadrasahMulaiMemilah di MAN Insan Cendekia Serpong pada Desember 2025.

Lingkungan pendidikan dipilih karena memiliki ratusan pengguna aktif setiap hari dengan dinamika perilaku yang beragam.

Penerapan sistem di lingkungan tersebut dinilai selaras dengan visi pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai keimanan.

Teknologi diposisikan sebagai media pembelajaran praktis yang mendorong pembentukan karakter dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui aktivitas sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, sistem menunjukkan konsistensi dalam mengenali dan memilah sampah secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manual yang kompleks.

Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa) PerbesarTempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)

Menuju Implementasi Lebih Luas

Momentum penting terjadi pada 17 Desember 2025 dalam peluncuran Rumah Pemulihan Material Waste4Change di Jatiwaringin.

Dalam kesempatan tersebut, kemudahan dan kecepatan penggunaan tempat sampah AI Srikandi memperoleh tanggapan positif karena sistem dapat beroperasi secara sederhana tanpa memerlukan interaksi tambahan dari pengguna.

Pendekatan berbasis sistem yang diterapkan dipandang relevan dengan kebutuhan pengelolaan sampah masa kini yang menuntut presisi dan keterukuran.

Inovasi ini juga dilihat membuka peluang bagi penguatan tata kelola pengelolaan sampah yang lebih modern.

Dari kalangan industri, inovasi yang dikembangkan Nusabin diposisikan sebagai contoh solusi pengelolaan sampah yang lahir dari dalam negeri dengan pendekatan teknologi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Bagi Nusabin, rangkaian apresiasi lintas sektor tersebut menandai kesiapan tempat sampah AI Srikandi untuk diterapkan secara lebih luas.

Melalui program “Srikandi Peduli Sampah”, ruang kolaborasi lintas sektor dibuka guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis sistem dan data di berbagai ruang publik.

Editor: Yasinta Rahmawati

Tag:  #inovasi #berbasis #data #tempat #sampah #srikandi #nusabin #peroleh #apresiasi #dari #berbagai #kalangan

KOMENTAR