Manfaat Jalan Kaki Setelah Sahur dan Buka Puasa bagi Kesehatan
Ilustrasi jalan kaki. Jalan kaki bukan sekadar aktivitas ringan, tetapi terbukti membantu menurunkan stres dan memperbaiki suasana hati lewat mekanisme alami tubuh, menurut dokter.(Freepik)
16:10
22 Februari 2026

Manfaat Jalan Kaki Setelah Sahur dan Buka Puasa bagi Kesehatan

- Setelah menyantap hidangan besar saat berbuka puasa atau sahur yang mengenyangkan, melakukan aktivitas fisik sekecil apa pun itu, mungkin menjadi hal terakhir yang terlintas di pikiranmu.

Rasa kantuk setelah sahur, dan rasa malas karena kekenyangan setelah buka puasa, sering kali membuat seseorang lebih memilih untuk langsung berbaring atau duduk bersantai.

Padahal, berjalan kaki setelah makan ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan.

Baca juga: Strategi Jalan Kaki Menurunkan Berat Badan, Menghitung Menit Lebih Efektif Ketimbang Langkah

Kebiasaan ini tidak hanya sekadar meningkatkan hormon endorfin atau mengurangi tingkat stres, tetapi juga terbukti secara medis mampu memperbaiki metabolisme tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Namun, apakah manfaat hanya bisa didapatkan ketika berjalan kaki sesudah makan, atau sebelumnya pun demikian?

Jalan kaki sebelum atau sesudah makan?

Dilansir dari Vogue, Minggu (22/2/2026), dokter layanan primer di Mount Sinai Doctors-Ansonia, Heather Viola, DO, menjelaskan, kedua waktu tersebut memiliki manfaat yang berbeda tergantung pada reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh.

Berjalan kaki sebelum makan membantu membakar lemak simpanan secara efisien, yang sangat berguna bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Sementara itu, jika kamu berjalan sekitar setengah jam setelah makan, ini dapat membantu menurunkan kadar gula dan lemak yang menumpuk di aliran darah.

Selain itu, tubuh akan memiliki lebih banyak energi untuk mencerna makanan, serta mengatur kadar gula darah dengan lebih efektif.

"Tak masalah kapan pun waktunya, ingatlah bahwa setiap aktivitas fisik yang dilakukan akan selalu berdampak positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh," ujar dr. Viola.

Manfaat berjalan kaki setelah makan

Melancarkan pencernaan

Keluhan seperti perut kembung, sembelit, asam lambung naik, atau sakit perut, sering kali muncul akibat pola makan yang kurang tepat saat sahur atau berbuka. Salah satu cara alami untuk meredakan gejala tersebut adalah dengan berjalan kaki singkat.

Baca juga: 6 Tips Sahur agar Tidak Lemas dan Cepat Lapar Saat Puasa

"Berjalan kaki setelah makan merangsang perut dan ususmu, sehingga membuat makanan bergerak lebih cepat di dalam tubuh, dan membantu pencernaan," kata dr. Viola.

Menurunkan risiko penyakit jantung

Berbagai penelitian konsisten menunjukkan bahwa olahraga rutin berdampak sangat baik bagi kesehatan jantung.

Olahraga terbukti mampu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta meminimalisir risiko nyeri dada, serangan jantung, stroke, dan gangguan jantung lainnya.

Bahkan, sebuah studi mengungkapkan, melakukan olahraga ringan yang singkat, seperti jalan kaki 10 sampai 15 menit setelah makan, ternyata bisa jauh lebih efektif menekan risiko penyakit jantung dibandingkan hanya mengandalkan satu sesi olahraga berdurasi lama.

Mengontrol kadar gula darah

Kata dr. Viola, kebiasaan langsung berdiam diri setelah makan dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang drastis.

Adapun, kadar gula yang berlebih dalam darah akan membebani organ hati dan otot yang bertugas menyimpannya. Akibatnya, insulin dalam tubuh terpaksa menyimpan kelebihan gula tersebut di area lain.

Jika kondisi ini terus berulang, tubuh bisa mengalami resistensi insulin, yang menjadi pintu masuk bagi kondisi pra-diabetes hingga diabetes tipe 2.

Mendukung penurunan berat badan yang sehat

Olahraga teratur memang cara paling efektif untuk hidup sehat, tetapi sekadar jalan kaki singkat setelah makan pun sudah sangat membantu dalam menjaga atau menurunkan berat badan.

"Kamu harus membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi untuk menurunkan berat badan," tutur dr. Viola.

Untuk memangkas sekitar setengah kilogram lemak, kamu perlu membakar setidaknya 3.500 kalori. Mengingat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi saat berjalan, otomatis pembakaran kalori pun meningkat.

Selain itu, kebiasaan jalan kaki juga membantu mengontrol nafsu makan dan menekan keinginan untuk menyantap camilan tidak sehat di sela-sela waktu makan.

Baca juga: Jalan Kaki 3.000 Langkah per Hari Bantu Kurangi Risiko Alzheimer

Meningkatkan kualitas tidur malam

Bagi yang sering mengalami gangguan tidur, jalan kaki bisa menjadi solusinya.

"Berjalan kaki setelah makan membantu mengatur ritme sirkadian. Ini mempermudahmu untuk terlelap dan menikmati istirahat yang lebih dalam dan restoratif," jelas dr. Viola.

Ia menambahkan, jalan kaki dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada perut setelah makan. Dampaknya, kamu bisa tidur lebih nyenyak, dan yang paling penting tidak terbangun di tengah malam, sehingga istirahat menjadi lebih berkualitas.

Mengontrol tekanan darah

Berbagai penelitian menunjukkan, jalan kaki selama 30 menit, baik sekaligus maupun dibagi menjadi sesi 10 menit sepanjang hari, mampu menurunkan tekanan darah tinggi secara signifikan.

Membangkitkan suasana hati

Olahraga menghasilkan endorfin. Endorfin adalah hormon yang membuatmu bahagia. Menurut dr. Viola, jalan kaki juga dapat memicu pelepasan dopamin dan serotonin yang membuat perasaan jadi lebih baik.

Bahkan jalan santai selama 10 menit saja sudah cukup untuk melepaskan hormon-hormon kebahagiaan tersebut.

Kapan waktu terbaik untuk jalan kaki setelah makan?

Menurut dr. Viola, tidak ada patokan waktu yang kaku untuk mulai melangkah. Kamu bisa langsung melakukannya tepat setelah makan, karena beberapa studi menunjukkan saat itulah manfaat maksimal bisa diraih.

Namun, jika kamu merasa perut kurang nyaman saat langsung bergerak, dr. Viola menyarankan untuk menunggu sekitar 15 menit.

"Semuanya kembali pada apa yang kamu rasakan secara pribadi," ucap dia.

Berapa lama durasi yang dibutuhkan?

Durasi ini sangat bergantung pada targetmu. Jika tujuannya sekadar melancarkan pencernaan, dr. Viola menuturkan bahwa jalan santai selama 10 menit di sekitar kompleks rumah setelah makan sudah cukup memberikan manfaat.

Kendati demikian, jika kamu ingin meningkatkan kebugaran secara menyeluruh atau mengejar target 10.000 langkah, ia menyarankan durasi sekitar 30 menit.

Baca juga: Tren Jalan Kaki 2025, dari Hot Girl Walk hingga Japanese Walking

Seberapa cepat?

Kamu tidak perlu jalan cepat untuk mendapatkan manfaat optimal, tetapi dr. Viola menyarankan untuk sedikit meningkatkan ritme dari langkah normalmu.

Penelitian menunjukkan, mereka yang berjalan 10 persen lebih cepat, merasakan efek yang lebih besar dalam menurunkan kadar gula darah. Meski begitu, jangan sampai berlebihan.

"Tidak butuh banyak aktivitas untuk menstimulasi usus dan perut agar bergerak," jelas dr. Viola.

"Bergerak berlebihan justru bisa mengalihkan aliran darah dari usus dan mengganggu proses pencernaan, yang berujung pada sakit perut atau nyeri dada," lanjut dia.

Tag:  #manfaat #jalan #kaki #setelah #sahur #buka #puasa #bagi #kesehatan

KOMENTAR