Ahli Gizi IPB Ungkap Kombinasi Kurma dan Tempe Sumber Energi Terbaik untuk Puasa
Ilustrasi kurma dan tempe. Pakar gizi IPB menyebut kombinasi kurma dan tempe dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.(Google Gemini AI)
17:10
22 Februari 2026

Ahli Gizi IPB Ungkap Kombinasi Kurma dan Tempe Sumber Energi Terbaik untuk Puasa

Menjalani puasa seharian penuh menuntut tubuh tetap bertenaga meski tanpa asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, dan menurut pakar gizi Universitas IPB, kombinasi kurma dan tempe dapat menjadi pilihan tepat untuk menjaga energi tetap optimal.

Hal tersebut disampaikan Ahli Gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Prof Ahmad Sulaeman, seperti dikutip dari laman resmi IPB University (20/2/2026).

Prof Ahmad menjelaskan bahwa kurma dan kedelai, khususnya dalam bentuk tempe, merupakan sumber energi yang baik dan seimbang jika dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Baca juga: Dokter Ingatkan Bahaya Olahraga Terlalu Berat Saat Puasa, Bisa Picu Dehidrasi dan Cedera

Sumber energi yang saling melengkapi

Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD (tengah) saat memberikan pemaparan dalam acara Jelajah Gizi 2024 bersama Danone Indonesia di Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa, (5/11/2024). Pakar gizi IPB menyebut kombinasi kurma dan tempe dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.KOMPAS.com/Ria Apriani Kusumastuti Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD (tengah) saat memberikan pemaparan dalam acara Jelajah Gizi 2024 bersama Danone Indonesia di Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa, (5/11/2024). Pakar gizi IPB menyebut kombinasi kurma dan tempe dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.

Dalam 100 gram kurma atau sekitar 13 butir tergantung ukuran, terkandung sekitar 299 kalori. Sementara itu, dalam 100 gram tempe segar terdapat sekitar 200 kalori.

“Dalam 100 gram kurma atau sekitar 13 butir, tergantung ukurannya, terkandung sekitar 299 kalori. Sementara kedelai, seperti pada tempe, tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mengandung protein nabati berkualitas, lemak dengan asam lemak esensial, vitamin B, serat, serta isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan,” jelas Prof Ahmad.

Menurut dia, kombinasi kurma dan tempe dalam jumlah yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan energi harian selama berpuasa.

Kurma mengandung rata-rata 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 mg natrium, 656 mg kalium, dan sekitar 299 kilokalori per 100 gram.

“Kurma mengandung hampir setengah dari jumlah gulanya dalam bentuk fruktosa yang tingkat kemanisannya dua kali lipat dibandingkan glukosa, sehingga dapat memberikan rasa kenyang,” paparnya.

Tempe juga memiliki kualitas protein yang sangat baik dan mengandung asam lemak esensial seperti linoleat dan linolenat.

Dalam setiap 100 gram tempe terdapat sekitar 18–20 gram protein, 8 gram karbohidrat, 8,8–9 gram lemak, 14 gram serat, serta mineral penting seperti zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium.

“Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi dibandingkan tempe, sedangkan tempe mengandung protein lebih tinggi, maka idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada perbedaan khusus dalam kombinasi kurma dan tempe, baik dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.

Baca juga: Puasa Bisa Bikin Gula Darah Naik, Ini Peringatan Dokter Diabetesi

Manfaat untuk penderita diabetes

Selain sebagai sumber energi, kurma juga memiliki potensi dalam membantu pengelolaan diabetes.

“Buah kurma dilaporkan memiliki potensi yang baik untuk pengobatan diabetes karena mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Senyawa ini juga dapat menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase,” jelas Prof Ahmad.

Ia menambahkan bahwa konsumsi dua hingga tiga butir kurma per hari masih dapat memberikan manfaat bagi penderita diabetes jika menjadi bagian dari pola makan seimbang.

“Dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan,” ujarnya.

Sementara itu, tempe dinilai aman dan bahkan bermanfaat untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena rendah karbohidrat, tinggi protein, dan memiliki indeks glikemik yang rendah.

“Tempe tidak memicu lonjakan gula darah dan memberi rasa kenyang lebih lama. Penderita diabetes dapat mengonsumsinya tanpa batasan khusus, selama tetap memperhatikan asupan kalori harian,” paparnya.

Baca juga: Puasa Bisa Bantu Detoks Jiwa, Psikiater Ungkap Dampaknya bagi Mental

Ide olahan praktis saat puasa

Ilustrasi kurma. Pakar gizi IPB menyebut kombinasi kurma dan tempe dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi kurma. Pakar gizi IPB menyebut kombinasi kurma dan tempe dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.

Agar tidak bosan, Prof Ahmad menyarankan variasi olahan kurma dan tempe supaya lebih menarik dan mudah dikonsumsi.

Ia menyebut tempe dapat diolah menjadi tempe panggang, tumis sederhana, tahu, atau susu kedelai sebagai pelengkap menu sahur.

Kurma juga bisa dikonsumsi langsung atau dikreasikan menjadi smoothie kurma-tempe maupun sandwich tempe-kurma.

Kombinasi keduanya dinilai mampu memberikan energi cepat dari gula alami kurma sekaligus rasa kenyang lebih lama dari protein dan serat tempe.

Pilihan menu yang tepat saat sahur dan berbuka akan membantu tubuh tetap bugar, fokus, dan tidak mudah lemas selama menjalani ibadah puasa.

Baca juga: Waspadai Tanda Penderita Diabetes Harus Segera Membatalkan Puasa, Jangan Dipaksakan

Tag:  #ahli #gizi #ungkap #kombinasi #kurma #tempe #sumber #energi #terbaik #untuk #puasa

KOMENTAR