Kemenko Perekonomian: Impor Jagung dari AS Tak Ganggu Produksi Lokal
- Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengatakan, kebijakan membuka akses impor jagung dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu produksi jagung dalam negeri.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto memastikan kecukupan bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin), yang menjadi salah satu sektor strategis penopang ekonomi nasional.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pengaturan perdagangan bilateral yang memungkinkan industri memperoleh jagung dengan spesifikasi dan standar mutu sesuai kebutuhan produksi.
Baca juga: BPS Catat Produksi Beras 34,69 Juta Ton pada 2025, Jagung Naik 6,74 Persen
“Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor Jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin) dengan volume tertentu per tahun. Kebutuhan importasi jagung untuk industri MaMin pada tahun 2025 sekitar 1,4 juta ton,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, jagung asal AS dinilai memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan industri domestik, sehingga dapat mendukung keberlanjutan produksi sektor tersebut.
Menurut Haryo, kebijakan ini penting untuk menjaga keberlangsungan industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Ia menyebut, sektor industri MaMin berkontribusi sebesar 7,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyumbang sekitar 21 persen dari total ekspor industri nonmigas, atau senilai 48 miliar dollar AS.
Baca juga: Pemerintah Suntik Bulog Rp 39,1 T untuk Serap 4 Juta Ton Beras dan 1 Ton Jagung
Selain itu, sektor ini juga berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah menilai, kepastian pasokan bahan baku menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas produksi, daya saing ekspor, serta keberlanjutan pertumbuhan industri manufaktur nasional, khususnya di sektor makanan dan minuman.
“Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri MaMin yang memiliki kontribusi 7,13 persen terhadap PDB Nasional, dan menyumbang 21 persen dari total ekspor industri non-migas, serta menyerap lapangan kerja hingga 6,7 juta pada tahun 2025,” ujarnya.
Tag: #kemenko #perekonomian #impor #jagung #dari #ganggu #produksi #lokal