Gianni Infantino Hadiri Board of Peace, IOC Sebut Tidak Langgar Netralitas Politik
Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi sorotan usai hadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) pekan ini bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kepala negara lainnya.
Kehadiran Gianni Infantino di Dewan Perdamaian disinyalir melanggar netralitas politik meski hal ini langsung dibantah oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Sabtu (21/2/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataanya, IOC mengatakan jika kehadiran Gianni Infantino di pertemuan Dewan Perdamaian tidak melanggar aturan Piagam Olimpiade tentang netralitas politik.
Adapun pertemuan Dewan Perdamaian pada Kamis lalu berfokus pada pekerjaan rekonstruksi di Gaza dan bertujuan untuk membangun kembali wilayah tersebut setelah Hamas melucuti senjatanya.
Baca juga: Presiden IOC Kirsty Coventry Investigasi Gianni Infantino Usai Hadiri Acara Donald Trump
Presiden IOC Kirsty Coventry sebelumnya juga mengaku tak mengetahui kehadiran Gianni Infantino di Dewan Perdamaian.
Karena alasan tersebut, IOC langsung bertindak dan melakukan penyelidikan tentang kemungkinan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Gianni Infantino.
"Saya tidak menyadari bahwa terdapat anggota IOC yang menempati posisi utama dalam acara tersebut," ujar Kirsty Coventry dikutip dari The Athletic.
"Setelah Anda semua menyampaikan informasi tersebut kepada kami, kami akan menyelidikinya. Piagam Komite Olimpiade Internasional sudah sangat tegas mengenai standar yang diharapkan dari setiap anggotanya. Kami juga akan menyelidiki dugaan terkait penandatanganan dokumen tersebut," tambahnya.
Baca juga: Respons Gianni Infantino atas Lelucon ke Fans soal Hadiah Perdamaian Donald Trump
IOC Pastikan Infantino Tak Langgar Aturan
Menindaklanjut adanya potensi pelanggaran yang dilakukan, IOC langsung menghubungi Gianni Infantino untuk mendapat keterangan.
Dalam pernyataannya, IOC akhirnya menyimpulkan jika FIFA hadir di Board of Peace untuk membantu program investasi pemulihan olahraga di Gaza.
"IOC telah menjalin kontak dengan FIFA," kata seorang juru bicara IOC dikutip dari Reuters.
"Kami memahami bahwa FIFA, melalui sepak bola, mendukung program investasi pemulihan olahraga yang komprehensif di Gaza, Palestina, dengan menyediakan infrastruktur olahraga, pendidikan, dan proposal pengembangan pemain elit," tambahnya.
Baca juga: Pendapatan Presiden FIFA Gianni Infantino Tembus Rp 100 Miliar
Rencana Infantino justru mendapat dukungan penuh dari IOC sebagai bentuk dukungan pengembangan olahraga di Gaza.
"Hal ini sepenuhnya sejalan dengan peran federasi olahraga internasional. IOC, melalui Solidaritas Olimpiade, yang merupakan wadah pengembangan kami, telah dan terus mendukung pengembangan olahraga di kawasan ini," kata juru bicara tersebut.
Lebih lanjut, Piagam Olimpiade menyatakan bahwa para anggota harus selalu bertindak secara independen dari kepentingan komersial dan politik.
Mereka juga tidak dapat menerima "dari pemerintah, organisasi, atau pihak lain, mandat atau instruksi apa pun yang dapat mengganggu kebebasan bertindak dan memilih mereka," demikian bunyi Piagam tersebut.
Baca juga: Gianni Infantino Dilaporkan ke Komite Etik FIFA, Disebut Langgar Netralitas Politik
Presiden FIFA, Gianni Infantino (depan), usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan Board of Peace, Kamis (19/2/2026) di Washington DC, Amerika Serikat. Inisiatif ini bertujuan memulihkan ekosistem sepak bola di Gaza, Palestina.
Kontroversi Kehadiran Infantino di Board of Peace
Sejak awal kehadiran di Board of Peace, Gianni Infantino sudah dipenuhi dengan kontroversi.
Infantino tampil di atas panggung bersama beberapa kepala negara, mengenakan topi merah dengan tulisan 'USA' di bagian depan dan angka 45-47, untuk dua masa kepresidenan Trump yang tidak berurutan.
Infantino juga memperlihatkan perjanjian kerja sama FIFA dengan Dewan Perdamaian, yang mencakup pembangunan 50 lapangan mini di dekat sekolah dan daerah pemukiman di Gaza, lima lapangan berukuran penuh di berbagai distrik, akademi FIFA canggih, dan stadion nasional baru berkapasitas 20.000 tempat duduk.
Baca juga: Apa Itu FIFA Peace Prize? Penghargaan Perdamaian Dunia dari Gianni Infantino
Selain itu, pria asal Italia itu juga beberapa kali bertemu Donald Trump semenjak Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada.
Sementara itu, Dewan Perdamaian bentukan Trump juga tak lepas dari bayang-bayang kontroversi.
Dewan tersebut mencakup perwakilan Israel tetapi tidak termasuk perwakilan Palestina, dan saran Trump bahwa Dewan tersebut pada akhirnya dapat menangani tantangan di luar Gaza telah menimbulkan kekhawatiran.
Kehadiran Board of Peace juga dapat melemahkan peran PBB sebagai platform utama untuk diplomasi global dan resolusi konflik.
Tag: #gianni #infantino #hadiri #board #peace #sebut #tidak #langgar #netralitas #politik