Demi Dilirik AS, Somaliland Tawarkan Akses Mineral dan Pangkalan Militer
Bendera Somaliland berkibar di Ibu Kota Hargeisa pada 8 November 2024. Israel pada Jumat (26/12/2025) menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Somaliland, wilayah pecahan Somalia.(AFP/LUIS TATO)
21:06
22 Februari 2026

Demi Dilirik AS, Somaliland Tawarkan Akses Mineral dan Pangkalan Militer

- Somaliland menyatakan kesediaannya untuk memberikan akses mineral dan pangkalan militer kepada Amerika Serikat.

"Kami bersedia memberikan akses eksklusif (ke mineral kami) kepada AS. Selain itu, kami terbuka untuk menawarkan pangkalan militer kepada mereka," kata Menteri Kepresidenan, Khadar Hussein Abdi, dikutip dari AFP, Minggu (22/2/2026).

"Kami yakin bahwa kami akan mencapai kesepakatan dengan AS," sambungnya.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, dalam beberapa pekan terakhir juga memberikan isyarat serupa kepada Israel. 

Baca juga: Usai Pengakuan Kontroversial, Menlu Israel Kunjungi Somaliland

Somaliland bahkan tidak menutup kemungkinan bagi Israel untuk membangun kehadiran militer di wilayah mereka.

Letak Somaliland sendiri sangat strategis, tepat di seberang Teluk Aden. 

Wilayah ini menjadi krusial mengingat seringnya serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap aset-aset terkait Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Para pejabat Somaliland mengatakan, tanah mereka kaya akan litium, koltan, dan sumber daya berharga lainnya, meskipun studi independen masih kurang.

Baca juga: Isi Pembicaraan Presiden Somaliland dan Netanyahu, Tak Ada Niat Awal Jalin Hubungan Diplomatik

Pengakuan Israel atas Somaliland

Pada Desember lalu, Israel menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland.

Saat itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan telah menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland.

Ia juga menggambarkan deklarasi itu sebagai semangat Kesepakatan Abraham, sebuah perjanjian yang ditengahi oleh Amerika Serikat untuk membangun hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Arab.

Tak lama setelah Israel memberikan pengakuan, media sosial dibanjiri foto-foto pria dan wanita bersama bendera Israel, salah satunya bahkan menggunakannya sebagai hijab.

Di sisi lain, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengecamnya sebagai pelanggaran terbesar terhadap kedaulatan Somalia dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Baca juga: Indonesia Tolak Akui Kemerdekaan Somaliland, Kecam Langkah Israel

Uni Afrika dan sebagian besar negara Arab memberikan dukungan kepada Somalia, serta mengutuk langkah Israel.

Namun, AS membela apa yang mereka sebut sebagai hak Israel untuk mengakui Somaliland, meskipun Presiden Donald AS Trump mengatakan kemungkinan tidak akan mengikuti langkah tersebut.

Khadar Hussein Abdi secara khusus menghubungi Turkiye, negara lain yang keberatan dengan langkah Israel.

"Para pejabat Turkiye harus berbicara dengan kami, bukan dengan Mogadishu, karena Somalia tidak memiliki negara yang berfungsi," kata dia.

"Faksi-faksi yang berkuasa di Mogadishu terpecah-pecah. Mereka tidak sepakat dalam hal apa pun. Oleh karena itu, berfokus pada hal tersebut tidak membantu keamanan kawasan," sambungnya.

Tag:  #demi #dilirik #somaliland #tawarkan #akses #mineral #pangkalan #militer

KOMENTAR