Austria Akan Mengubah Rumah Kelahiran Hitler Jadi Kantor Polisi
- Pemerintah Austria memutuskan untuk mengubah rumah tempat kelahiran diktator Nazi, Adolf Hitler, menjadi kantor polisi.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk "menetralisir" lokasi tersebut agar tidak lagi menjadi magnet bagi para simpatisan ekstremis sayap kanan.
Pemerintah sebelumnya telah mengesahkan undang-undang khusus pada 2016 guna mengambil alih bangunan yang mulai usang tersebut dari pemilik pribadinya.
Dikutip dari AFP, Sabtu (21/2/2026), langkah ini dilakukan di tengah kritik yang kerap menerpa Austria karena dianggap belum sepenuhnya mengakui tanggung jawab historis atas tragedi Holocaust.
Tahun lalu, dua jalan di Braunau am Inn yang memperingati Nazi diganti namanya setelah bertahun-tahun mendapat keluhan dari para aktivis.
Baca juga: Longsoran Salju Menerjang Austria, 8 Orang Dilaporkan Tewas
Tuai kritik
Rumah itu terletak tepat di pusat kota di jalan sempit yang dipenuhi toko-toko.
Sebuah batu peringatan di depannya bertuliskan: "Untuk Perdamaian, Kebebasan, dan Demokrasi. Jangan Pernah Lagi Fasisme. Jutaan Korban Tewas Memberi Peringatan".
Para pekerja tampak sedang menyelesaikan sentuhan akhir pada fasad yang telah direnovasi.
Sementara, petugas kepolisian dijadwalkan akan pindah pada kuartal kedua tahun 2026.
Namun, bagi penulis Ludwig Laher, anggota Komite Mauthausen Austria yang mewakili korban Holocaust, kantor polisi itu bermasalah.
Baca juga: Pria Austria Selamat Usai Bergelantungan di Kereta Cepat yang Melaju
"Karena polisi berkewajiban, dalam setiap sistem politik, untuk melindungi apa yang diinginkan negara," ujarnya.
Gagasan sebelumnya untuk mengubah rumah itu menjadi tempat orang-orang berkumpul untuk membahas pembangunan perdamaian, telah mendapat banyak dukungan.
Jasmin Stadler, seorang pemilik toko berusia 34 tahun dan warga asli Braunau mengatakan, menempatkan kelahiran Hitler di rumah itu dalam konteks sejarah akan lebih menarik.
Dia juga mengecam biaya pembangunan kembali yang mencapai 20 juta euro.
Baca juga: Hal-hal yang Belum Terungkap dari Kematian Mahasiswa PPI Belanda, Athaya Helmy, di Austria
Dukungan untuk mengubah rumah Hitler
Namun, ada juga yang mendukung perancangan ulang rumah tersebut.
Rumah itu bertahun-tahun lalu disewa oleh kementerian dalam negeri dan menjadi pusat bagi penyandang disabilitas, sebelum akhirnya terbengkalai.
Wolfgang Leithner, seorang insinyur listrik berusia 57 tahun, mengatakan bahwa mengubahnya menjadi kantor polisi akan membawa sedikit ketenangan dan mencegahnya menjadi tempat pemujaan bagi ekstremis sayap kanan.
"Masuk akal untuk menggunakan gedung itu dan memberikannya kepada polisi, kepada otoritas publik," katanya.
Kantor walikota konservatif Braunau menolak permintaan komentar dari AFP.
Di seluruh Austria, perdebatan tentang bagaimana menangani sejarah Holocaust negara itu telah berulang kali berkobar.
Sekitar 65.000 orang Yahudi Austria dibunuh dan 130.000 dipaksa mengasingkan diri selama pemerintahan Nazi.
Tag: #austria #akan #mengubah #rumah #kelahiran #hitler #jadi #kantor #polisi