Discombobulator, Senjata Rahasia AS yang Lumpuhkan Pertahanan Rusia-China di Venezuela
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (13/2/2026) menemui pasukan elite AS yang terlibat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Fort Bragg, North Carolina.
Ia sekaligus membahas secara terbuka senjata rahasia yang disebutnya discombobulator.
Kunjungan tersebut menjadi momen pertama Trump menguraikan perangkat misterius itu di hadapan publik, setelah hanya menyinggungnya secara singkat dalam wawancara media.
Baca juga: AS Pakai Senjata Misterius Tangkap Maduro, Tentara Venezuela Muntah Darah
Trump hadir didampingi istrinya, Melania Trump, dan bertemu langsung dengan pasukan khusus yang terlibat dalam operasi di Venezuela serta keluarga mereka.
Dalam pidatonya di pangkalan militer tersebut, Presiden ke-47 AS itu menyebut discombobulator memiliki kemampuan melumpuhkan sistem pertahanan Rusia dan China di medan laga.
“Mereka bahkan membicarakan tentang discombobulator karena mereka tidak pernah dapat menembak,” kata Trump kepada para prajurit di pangkalan tersebut, dikutip dari South China Morning Post pada Sabtu (14/2/2026).
Komentar itu merujuk pada tidak berfungsinya mayoritas sistem pertahanan Venezuela saat serangan militer AS pada 3 Januari 2026.
“Peralatan Rusia tidak berfungsi. Peralatan China tidak berfungsi. Semua orang mencoba mencari tahu mengapa itu tidak berfungsi. Suatu hari nanti Anda akan mengetahuinya, tetapi tak akan bisa,” lanjut suami Melania tersebut.
Trump menilai keberhasilan operasi tersebut sebagai bukti kemampuan militer Amerika Serikat yang menurutnya tampil secara presisi dan efektif.
“Malam itu, seluruh dunia menyaksikan kemampuan penuh militer AS,” kata presiden.
“Itu sangat tepat, sangat luar biasa,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: Trump Bocorkan Senjata Rahasia Saat Tangkap Maduro hingga Tentara Venezuela Muntah Darah
Operasi penangkapan Maduro
Otoritas penegak hukum mengeluarkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap, bersama istrinya, Cilia Flores, dari sebuah helikopter di New York pada 5 Januari 2026Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela berlangsung pada 3 Januari 2026 dengan melibatkan pengerahan pasukan elite Delta Force ke Ibu Kota Caracas.
Pasukan AS dilaporkan menyerbu menggunakan helikopter di bawah kegelapan malam dan menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dari kompleks yang dijaga ketat.
Serangan tersebut diawali dengan pemboman terhadap sejumlah target militer Venezuela sebelum pasukan darat dikerahkan ke lokasi.
Otoritas Venezuela menyatakan bahwa 83 orang tewas dan lebih dari 112 lainnya terluka dalam rangkaian serangan itu.
Pihak Amerika Serikat menyatakan, tidak ada anggota militer yang tewas dalam operasi tersebut.
Trump mengatakan tiga pilot helikopter mengalami luka saat menjalankan misi tersebut.
Maduro kini ditahan di New York dan menghadapi tuduhan perdagangan narkoba serta berbagai kejahatan lainnya.
Baca juga: Amerika Tangkap Maduro Saat Tidur, Seret dari Kamar bersama Istri
Presiden Venezuela tersebut menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Sidang pengadilan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026 di New York.
Sebelum pidato di Fort Bragg, Trump sempat menyebut istilah discombobulator dalam wawancara dengan NBC News tanpa menguraikan rincian teknis mengenai perangkat itu.
“Saya tidak diizinkan untuk membicarakannya,” kata Trump dalam wawancara tersebut.
“Tapi saya akan beri tahu Anda, tahukah Anda apa fungsinya? Tidak satu pun peralatan mereka berfungsi, itulah fungsinya,” ujarnya.
“Semuanya menjadi kacau,” kata Trump menambahkan.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Amerika Serikat mengenai spesifikasi, bentuk, maupun mekanisme kerja teknologi yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
Istilah discombobulator digunakan Trump untuk menggambarkan kemampuan yang menurutnya membuat sistem pertahanan lawan tidak dapat berfungsi selama operasi berlangsung.
Gedung Putih maupun Pentagon belum mengeluarkan keterangan tambahan yang menjelaskan apakah perangkat itu merupakan teknologi perang elektronik, sistem siber, atau bentuk persenjataan lain.
Di hadapan para prajurit yang hadir, Trump menegaskan bahwa efektivitas operasi di Venezuela menunjukkan superioritas militer Amerika Serikat.
Pertemuan di Fort Bragg sekaligus menjadi ajang penghormatan kepada pasukan khusus yang disebut Trump berhasil menjalankan misi berisiko tinggi tanpa korban jiwa di pihak AS.
Baca juga: Sebulan Usai Operasi Militer AS, Bagaimana Wajah Baru Venezuela?
Tag: #discombobulator #senjata #rahasia #yang #lumpuhkan #pertahanan #rusia #china #venezuela