Prabowo Pecah Tradisi Bakal Paparkan Sendiri Arah Ekonomi 2027 di DPR, Dasco Ungkap Alasannya
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
16:34
19 Mei 2026

Prabowo Pecah Tradisi Bakal Paparkan Sendiri Arah Ekonomi 2027 di DPR, Dasco Ungkap Alasannya

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara perihal Presiden Prabowo Subianto yang akan menyampaikan sendiri Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) besok.

Pasalnya, selama ini, yang membacakan adalah Menteri Keuangan (Menkeu). Pada tahun lalu, pihak yang menyampaikan arah ekonomi di DPR adalah Menkeu Sri Mulyani.

Dasco menyebut, menteri sifatnya memang mewakili Presiden, sehingga sah-sah saja jika Prabowo yang menyampaikannya sendiri.

"Kan sebenarnya para menteri itu mewakili Presiden. Sehingga kan tidak ada aturan yang kemudian membuat seorang Presiden... Bisa, kan bisa langsung," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Prabowo Bakal Hadiri Rapur Arah Ekonomi 2027 di DPR, Beda dari Tradisi 5 Tahun Terakhir

"Itu boleh-boleh saja. Namanya ini pengantar untuk penyusunan APBN 2026," sambungnya.

Menurut Dasco, ini merupakan kali pertama Presiden menyampaikan sendiri arah ekonomi di hadapan DPR.

"Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya," imbuh Dasco.

Berdasarkan catatan Kompas.com, penyampaian KEM-PPKF pada tahun-tahun sebelumnya dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pada Mei 2024 misalnya, Sri Mulyani mewakili pemerintah menyampaikan KEM-PPKF 2025 di rapat paripurna DPR RI.

Saat itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen.

Baca juga: Dasco Sebut Prabowo Presiden Pertama yang Sampaikan Langsung KEM-PPKF ke DPR

Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan inflasi yang terkendali, kelanjutan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri kendaraan listrik, serta digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas sumber daya manusia.

“Inflasi diperkirakan antara 1,5 hingga 3,5 persen,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI pada 20 Mei 2024.

Sementara pada penyampaian KEM-PPKF 2026 yang berlangsung pada Mei 2025, Sri Mulyani kembali mewakili pemerintah dalam rapat paripurna DPR.

Kala itu, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen.

"Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 pada kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen,” kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR RI, 20 Mei 2025.

Tag:  #prabowo #pecah #tradisi #bakal #paparkan #sendiri #arah #ekonomi #2027 #dasco #ungkap #alasannya

KOMENTAR