BAUT Targetkan Penjualan Tembus Rp 180 Miliar pada 2026
Emiten logam bahan konstruksi, khususnya mur dan baut, PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT), memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja perseroan pada 2026.(DOK. PT MITRA ANGKASA SEJAHTERA TBK)
16:32
19 Mei 2026

BAUT Targetkan Penjualan Tembus Rp 180 Miliar pada 2026

- Emiten logam bahan konstruksi, khususnya mur dan baut, PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT), memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja perseroan pada 2026.

Direktur Utama BAUT Foong Tak Hoy mengatakan, perseroan menargetkan penjualan neto bertumbuh lebih dari 30 persen menjadi Rp 180 miliar pada 2026.

Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan mengidentifikasi dan mengeksekusi proyek strategis guna mendorong pendapatan yang berkualitas.

Baca juga: Mitra Angkasa Sejahtera (BAUT) Pede Capai Penjualan Rp 160 Miliar pada 2025

Ilustrasi baut dan mur.SHUTTERSTOCK/BILLION PHOTOS Ilustrasi baut dan mur.

Selain itu, perseroan juga membidik pembukuan laba bersih yang berkelanjutan mulai tahun ini. BAUT turut menjalankan implementasi roadmap digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan.

“Dengan ekspansi yang akan dilakukan Perseroan sebagai target 2026 dan akselerasi digital, Perseroan berada pada jalur yang solid untuk mencapai pertumbuhan omzet lebih dari 30 persen,” ujar Foong Tak Hoy dalam Paparan Publik, Selasa (19/5/2026).

Tambah outlet RJ Steel

Untuk mendukung target pendapatan tersebut, BAUT akan menambah dua outlet RJ Steel, terutama di wilayah DKI Jakarta. Pembukaan outlet baru ini akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.

Hingga tutup buku 2025, BAUT memiliki 22 outlet RJ Steel yang tersebar di seluruh Indonesia. Rinciannya terdiri dari 10 outlet kemitraan, lima waralaba, dan tujuh outlet entitas anak RJS.

Baca juga: Emiten Mur dan Baut Mitra Angkasa Sejahtera (BAUT) Bidik Omzet Rp 160,6 Miliar

Perseroan juga masih menjalin kerja sama dengan pengguna langsung dari berbagai sektor industri.

Ilustrasi baut dan mur.UNSPLASH/EDGE2EDGE MEDIA Ilustrasi baut dan mur.

Di sisi lain, BAUT menerapkan strategi efisiensi biaya dengan target optimasi hingga 6 persen pada 2026.

Perseroan berupaya mengoptimalkan struktur biaya agar lebih ramping dan produktif, meningkatkan efisiensi operasional di seluruh unit kerja, serta mengalokasikan sumber daya ke area bernilai tambah dan berpotensi tinggi.

“Strategi tersebut bertujuan mendorong profitabilitas berkelanjutan di FY2026 dan seterusnya,” ungkap Foong.

Baca juga: Gara-gara Baut, Tesla Tarik Hampir 3.500 Model Y

Salah satu implementasi efisiensi yang dilakukan ialah meningkatkan produktivitas inventori dengan mengurangi total Stock Keeping Unit (SKU) hingga 15 persen.

Langkah ini disebut dapat menekan biaya handling dan manajemen gudang, meningkatkan fokus penjualan dan pemasaran, serta memperkuat hubungan dengan pemasok utama.

Gandeng berbagai industri

Dalam upaya meningkatkan omzet, BAUT terus menggandeng perusahaan manufaktur, konstruksi, furnitur, hingga proyek strategis nasional. Perseroan juga secara berkala melakukan promosi untuk merek FastFix yang diluncurkan pada 2024.

Sejumlah proyek yang dijalankan BAUT pada 2025 di antaranya pembangunan Masjid Agung Palu, proyek smelter Manyar, proyek Amman Mineral, pengembangan data center, hingga Koperasi Merah Putih. Sementara itu, merek FastFix juga mulai merambah distribusi nasional melalui gerai MR DIY.

Baca juga: Perdana Melantai di BEI, Harga Saham BAUT Meroket 30 Persen

Dalam agenda pertumbuhan 2026, BAUT berkomitmen meningkatkan jumlah dan kualitas kegiatan secara rutin guna memperkuat hubungan dengan pemegang saham dan investor.

Perseroan akan menyediakan pembaruan berkala mengenai perkembangan bisnis, kinerja keuangan, dan milestone strategis perusahaan.

“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor,” kata Foong.

Rugi bersih menyusut

Sepanjang 2025, BAUT mencatatkan pendapatan sebesar Rp 136,33 miliar, turun dibandingkan Rp 152,96 miliar pada 2024. Meski demikian, perseroan berhasil memangkas rugi bersih menjadi Rp 11,85 miliar dari sebelumnya Rp 13,46 miliar.

Foong Tak Hoy menjelaskan, penurunan kinerja sepanjang 2025 dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, perlambatan ekonomi global menyebabkan melimpahnya produk logam asal China di pasar domestik sehingga menekan harga jual produk mur dan baut.

Baca juga: Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Selain itu, kondisi pasar yang masih penuh kehati-hatian membuat sebagian pelanggan menerapkan pendekatan wait and see dalam melakukan pembelian, termasuk akibat dinamika perekonomian dan situasi nasional.

“Perseroan menyadari bahwa pencapaian kinerja keuangan pada tahun buku 2025 masih belum sepenuhnya memenuhi harapan. Namun demikian, melalui evaluasi menyeluruh, perbaikan sistem secara berkelanjutan, serta komitmen seluruh jajaran manajemen dan karyawan, Perseroan meyakini bahwa langkah-langkah perbaikan yang sedang dijalankan akan memperkuat fondasi usaha dan mendukung pemulihan kinerja pada masa yang akan datang,” ujar Foong.

Ia menambahkan, BAUT optimistis strategi yang dijalankan dapat mendukung pertumbuhan perseroan ke depan.

“Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat, tata kelola yang kuat, serta semangat inovasi yang berkelanjutan, BAUT akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif serta nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca juga: Produk Baut Asal Indonesia Bebas Bea Masuk ke Afrika Selatan

Pada kuartal I 2026, BAUT mencatat rugi bersih sebesar Rp 3,2 miliar, membaik 52,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,7 miliar.

Tag:  #baut #targetkan #penjualan #tembus #miliar #pada #2026

KOMENTAR