Dokter Obesitas 150 Kg Jadi Bahan Olok-olok, padahal Stres Kerja
- Seorang dokter di Shanghai menjadi sorotan karena berat badannya mencapai 150 kilogram.
Dokter bedah dada bernama Xiang Ruilong ini bekerja di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) dan Pengobatan Barat Terpadu Shanghai Yueyang.
Dikutip dari SCMP, Senin (18/5/2026), dengan postur tubuh setinggi 1,84 meter, Xiang kini harus berjuang menjalani aktivitas medisnya dengan bobot tubuh seberat 150 kg.
Xiang menceritakan, saat pertama kali merintis karier sebagai dokter residen sekitar 10 tahun lalu, berat badannya sebenarnya masih berada di angka 110 kg.
Baca juga: Terinspirasi Sanji One Piece, Penjual Nasgor Pakai Jas Raup Rp 130 Juta Sebulan
Dipicu tekanan kerja yang tinggi
Lonjakan berat badannya yang drastis dalam beberapa tahun terakhir diakui Xiang terjadi akibat tekanan serta beban kerja yang sangat tinggi di rumah sakit.
“Berdiri di samping meja operasi, saya merasa menempati banyak ruang. Jika saya berdiri selama berjam-jam, pinggang saya akan sangat sakit,” kata Xiang.
Ia mengaku sudah berulang kali mencoba berbagai program penurunan berat badan.
Namun, setiap kali bobot tubuhnya berhasil menyusut, berat badan tersebut akan kembali melonjak, bahkan terkadang melebihi angka sebelum berdiet.
Baca juga: Beijing Tepis Klaim Kapal China Dihantam Drone Rusia
Situasi ini kerap kali memicu momen canggung di ruang praktik saat ia sedang menemui pasien.
“Saya selalu berpesan kepada pasien saya untuk mengontrol pola makan mereka. Dalam banyak kesempatan, pasien hanya menatap saya langsung," ujarnya.
"Mereka sepertinya berpikir, 'dokter, Anda sendiri juga sangat gemuk',” sambungnya.
Ia merasa prihatin dengan situasi tersebut dan menggambarkan masalahnya sebagai obesitas yang disebabkan oleh stres.
Baca juga: Kunjungi China Setelah Trump, Putin Bisa Dapat Info Rahasia dari Xi Jinping
Pola makan tak teratur
Ilustrasi dokter
Dia mengaku sibuk melakukan beberapa operasi setiap hari dan makan apa pun yang tersedia.
“Selama saya sibuk dan lelah, berat badan saya akan naik. Sulit bagi saya untuk menerapkan rencana penurunan berat badan dalam jangka panjang,” jelas dia.
“Saya tahu semua pengetahuan terkait kesehatan, tetapi saya tidak bisa mengikuti instruksi tersebut. Obesitas seperti 'penyakit pekerjaan' bagi kami para dokter,” tambahnya.
Wakil direktur rumah sakit, Yao Zheng menuturkan, dokter hanyalah orang biasa yang harus menghadapi tekanan kerja.
“Mereka memiliki jadwal kerja yang padat, mulai dari operasi hingga konsultasi. Mereka biasanya tidak punya waktu untuk istirahat atau berolahraga. Ini sebenarnya kebiasaan hidup yang tidak sehat,” tuturnya.
Baca juga: FBI Pergoki Markas Intel China di Perkantoran AS
Ingin turunkan berat badan dalam setahun
Xiang mengaku ingin menurunkan berat badan sebanyak 50 kg dalam waktu satu tahun.
Kali ini, ia optimis karena bergabung dengan kamp pelatihan penurunan berat badan yang diselenggarakan oleh pusat endokrin dan manajemen berat badan rumah sakit tersebut.
Laporan Gizi dan Penyakit Kronis Penduduk China yang dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Nasional pada 2024 menunjukkan, 51 persen orang dewasa di negara tersebut mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Obesitas adalah suatu kondisi yang didefinisikan dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) di atas 24.
Tag: #dokter #obesitas #jadi #bahan #olok #olok #padahal #stres #kerja