Pinjol dan Paylater Meningkat, Anak Muda Didorong Mulai Investasi Rutin
Ilustrasi layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater. (SHUTTERSTOCK/JUICY FOTO)
22:20
19 Mei 2026

Pinjol dan Paylater Meningkat, Anak Muda Didorong Mulai Investasi Rutin

Tingginya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan buy now pay later (BNPL) di kalangan generasi muda dinilai menjadi sinyal perlunya pengelolaan keuangan yang lebih disiplin sejak dini.

Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, generasi muda dinilai semakin rentan terjebak dalam perilaku konsumtif yang dapat memengaruhi kondisi finansial jangka panjang.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebanyak 48,65 persen kredit macet pinjaman online per Maret 2026 berasal dari kelompok usia 19 sampai 34 tahun.

Baca juga: Jerat Ganda Masyarakat Digital: Judol dan Pinjol

Ilustrasi pinjaman online atau pinjol, pinjaman daring.PIXABAY/FIRMBEE Ilustrasi pinjaman online atau pinjol, pinjaman daring.

Pada periode yang sama, outstanding pinjol nasional mencapai Rp 101,03 triliun atau tumbuh 26,25 persen secara tahunan.

Sementara itu, total utang BNPL mencapai Rp 28,3 triliun dengan jumlah pengguna sebanyak 30,81 juta orang. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah pinjol atau TWP90 tercatat sebesar 4,52 persen per Maret 2026.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dan penggunaan utang konsumtif masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya akses terhadap layanan keuangan digital.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan, tingginya penggunaan pinjol dan paylater di kalangan anak muda menunjukkan adanya ketimpangan antara pola konsumsi digital dengan kesiapan membangun kondisi finansial jangka panjang.

Baca juga: Paradoks Negara Berlimpah Anggaran dan Rakyat yang Terjerat Pinjol

“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan layanan keuangan digital. Namun di saat yang sama, banyak yang belum memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten. Padahal, membangun kondisi finansial yang sehat tidak selalu harus dimulai dari nominal besar," jelas Aloysia dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).

"Langkah sederhana seperti menyisihkan setidaknya 5 persen dana dingin dari penghasilan untuk investasi rutin dapat membentuk disiplin finansial dalam jangka panjang,” ujar dia.

Ilustrasi investasi PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT Ilustrasi investasi

Dalam konteks tersebut, Indodax mendorong generasi muda mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat melalui strategi investasi rutin seperti Dollar-Cost Averaging (DCA).

Metode ini dilakukan dengan investasi berkala menggunakan nominal tetap secara konsisten untuk membangun aset jangka panjang.

Baca juga: Penagihan Pinjol Ada Aturannya, Ini yang Wajib Diketahui

Menurut perusahaan, pinjaman online maupun layanan BNPL pada dasarnya merupakan instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Namun, di tengah kemudahan akses kredit digital dan gaya hidup serba instan, penggunaan layanan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.

Selain itu, riwayat pinjaman dan kedisiplinan pembayaran juga disebut menjadi bagian penting dalam rekam jejak finansial seseorang.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi akses keuangan di masa depan, mulai dari pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan, hingga pembiayaan usaha.

Baca juga: Pembiayaan Produktif Pinjol Capai Rp 34,66 Triliun per Maret 2026, Masih di Bawah Target OJK

“Banyak generasi muda belum menyadari bahwa riwayat finansial hari ini dapat berdampak pada akses keuangan mereka di masa depan. Karena itu, penting untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, tidak hanya dalam mengelola konsumsi, tetapi juga dalam berinvestasi dan membangun aset secara konsisten,” lanjut Aloysia.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Indodax menyediakan fitur Investasi Rutin yang memungkinkan pengguna melakukan investasi otomatis secara terjadwal.

Perusahaan juga menyatakan terus memperkuat edukasi bagi pengguna pemula melalui berbagai kanal untuk membantu masyarakat memahami risiko, prinsip dasar investasi, serta pentingnya membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat di era digital.

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang telah beroperasi lebih dari 12 tahun di Indonesia, Indodax menyatakan terus mendukung peningkatan literasi finansial masyarakat melalui edukasi, pengembangan fitur investasi, serta penguatan keamanan platform sesuai regulasi yang berlaku.

Tag:  #pinjol #paylater #meningkat #anak #muda #didorong #mulai #investasi #rutin

KOMENTAR