Harga Minyak Melonjak, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
20:16
19 Mei 2026

Harga Minyak Melonjak, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik

- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah lonjakan harga minyak mentah.

Ia menuturkan, pemerintah masih berupaya menjaga agar subsidi BBM tetap stabil hingga akhir tahun.

Kepastian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Belum ada kenaikan, tidak akan naik InsyaAllah ya, doain ya, tidak akan kita naikkan subsidi BBM. InsyaAllah sampai akhir tahun," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Soal Kabar Pembentukan Badan Ekspor, Ini Kata Rosan dan Bahlil

Adapun saat ini harga BBM subsidi jenis Pertalite dijual sebesar Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar seharga Rp 6.800 per liter.

Harga minyak mentah memang tengah berfluktuasi.

Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) April 2026 tercatat sebesar 117,31 dollar AS per barrel, naik dari Maret 2026 yang berada di level 102,26 dollar AS per barrel.

Meski begitu, Bahlil menjelaskan, jika melihat sepanjang Januari hingga saat ini, Kementerian ESDM mencatat rata-rata ICP masih berada di kisaran 80-81 dollar AS per barrel.

"Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dollar AS, 80-81 dollar terhitung dari Januari sampai sekarang. Jadi belum sampai 100 dollar lah," kata dia.

Sebelumnya, Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, tren kenaikan ICP tidak lepas dari kondisi menguatnya harga minyak mentah dunia.

Penguatan harga minyak mentah utama di pasar global pada April 2026 secara umum dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

"Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz," ujar Laode dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, berbagai perkembangan sepanjang April 2026 turut memberikan tekanan terhadap pasar minyak dunia, mulai dari penutupan Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh AS, hingga serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Selain kondisi geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I-2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

"Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri," kata Laode.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600, BBM-Elpiji Subsidi Bakal Naik? Ini Kata Anak Buah Bahlil

Tag:  #harga #minyak #melonjak #bahlil #pastikan #harga #subsidi #naik

KOMENTAR