Pelemahan Rupiah Berimbas ke Desa, Mentan: Dampak Positifnya Lebih Banyak
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026 bertajuk ?Menuju Swasembada Nasional? di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026)()
21:04
19 Mei 2026

Pelemahan Rupiah Berimbas ke Desa, Mentan: Dampak Positifnya Lebih Banyak

- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pelemahan rupiah memang ada pengaruhnya ke masyakarat desa.

"Yang dimaksud presiden pelemahan ini tentu ada pengaruhnya pada masyarakat desa. Katakanlah bawang putih ada pengaruhnya karena impor. Tapi berapa komoditas kita yang juga melakukan ekspor," terang Amran dikutip dari Kontan, Selasa (19/5/2026).

Pelemahan rupiah tak selalu buruk, Amran menjelaskan nilai ekspor pertanian melonjak dan impor menurun.

Baca juga: Mentan Amran: Ada Orang Janjikan Proyek di Kementan, Minta Rp 300 Juta

Ekspor sektor pertanian pada tahun 2025 naik 28,26 persen menjadi Rp 166 triliun. 

Sementara impor pertanian mengalami penurunan hingga 9,66 persen menjadi Rp 41 triliun. 

Dampak buruknya memang ada, tapi efek positifnya lebih banyak.

"Inilah yang dimaksud presiden. Ada dampaknya iya, tapi dampak positifnya di desa juga ada. Desa itu petani kan? Dampak positifnya lebih tinggi," jelas Amran. 

Baca juga: Lima Negara Minta Pupuk Indonesia, Prabowo: Kita Punya Mentan Hebat

Pemerintah terus memperhatikan nasib masyarakat pedesaan/kecil, terlebih petani dan nelayan.

Harga pupuk subsidi diturunkan sampai 20 persen dan tak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Tapi ingat, BBM subsidi kan Tidak naik. Iya kan? Pupuk bahkan turun," ungkap Amran. 

Pemerintah saat ini mengusahakan penguatan nilai tukar rupiah.

Baca juga: Mentan Amran: MBG Jangan Diganggu

Penguatan nilai tukar rupiah

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) punya cadangan kas sebesar Rp 420 triliun.

Dana ini untuk mengantisipasi pelemahan rupiah lebih lanjut dengan intervensi pasar obligasi.

"Saya punya Rp 420 triliun cash yang bisa saya bisa putar di sana (pasar obligasi), jadi cukup bisa berkesinambungan dilakukan," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: El Nino Ancam Sawah Sukoharjo, Mentan Amran Andalkan Pompanisasi

Pemerintah sengaja mengintervensi pasar obilgasi dengan pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) rutin setiap hari.

Tujuannya untuk memperkuat nilai tukar rupiah, Purbaya yakin beberapa pekan mata uang Indonesia itu menguat.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga jadi harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market," jelasnya.

Baca juga: Anggota DPR Apresiasi Kinerja Mentan, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

Usaha ini didukung pemerintah dimana Purbaya minta anggaran Rp 2 triliun per hari untuk disuntikkan ke pasar.

"Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," katanya.

Anggaran ini berasal dari cadangan kas tadi, tanpa mengganggu kebutuhan anggaran negara.

Baca juga: Mentan Jamin Stok Beras Aman Hadapi Godzilla El Nino: 4,7 Juta Ton, Tertinggi Selama RI Merdeka

Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "Pelemahan Rupiah Berpengaruh ke Masyarat Desa, Begini Penjelasan Mentan" dan "Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun per Hari untuk Stabilkan Nilai Rupiah"

Tag:  #pelemahan #rupiah #berimbas #desa #mentan #dampak #positifnya #lebih #banyak

KOMENTAR