Distribusi BBM ke Krayan Pulih, Pertamina Pakai Pesawat Khusus demi Jaga BBM Satu Harga
- Distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali berjalan normal setelah sempat terdampak insiden pesawat kargo.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM Satu Harga tetap terjaga dengan mengandalkan armada pesawat khusus untuk menjangkau wilayah terpencil tersebut.
Pemulihan distribusi dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dan PT Patra Logistik sebagai mitra logistik, guna memastikan pasokan energi ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak terputus.
Baca juga: Pesawat Kargo BBM Kecelakaan di Nunukan, Pertamina Siapkan Armada Pengganti
Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Pertamina menambah pasokan BBM jenis gasoline sebesar 18 persen dan gasoil 15 persen dari rata-rata konsumsi harian. Sementara di Kabupaten Luwu Timur, pasokan gasoline ditingkatkan 16 persen dan gasoil 10 persen dari konsumsi normal. Selain mengandalkan FT Palopo, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif, terutama pada fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi, Rabu (4/2/2026)
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pengiriman BBM kembali dilakukan pada Sabtu (21/2/2026) menggunakan pesawat Air Tractor AT-802 untuk mendistribusikan Pertalite ke SPBU wilayah Krayan.
“Alhamdulillah, berkat koordinasi dan best effort seluruh tim serta sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik, proses administrasi maupun operasional pengiriman berjalan lancar sehingga supply BBM ke Krayan tetap terjaga,” ujar Edi dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).
Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Krayan tetap dalam kondisi aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal, meskipun distribusi energi ke wilayah perbatasan menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Penggunaan pesawat khusus menjadi solusi utama dalam menjaga keberlanjutan distribusi BBM, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.
Baca juga: Kronologis Jatuhnya Pesawat Carter Pelita Air saat Jalankan Misi BBM Satu Harga...
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV.
Dumatubun, mengatakan perusahaan terus memantau distribusi energi, khususnya menjelang periode Ramadhan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan energi masyarakat.
Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM).
“Salah satu aksi akselerasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini juga dalam rangka menyediakan energi dan mendukung agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dengan ketersediaan energi yang cukup,” ujar Roberth.
Distribusi BBM ke Krayan merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjalankan program BBM Satu Harga, yang bertujuan menghadirkan akses energi yang merata hingga wilayah perbatasan negara.
Baca juga: Pesawat Kargo BBM Pelita Air Jatuh di Nunukan
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah perkotaan, meskipun biaya distribusi jauh lebih tinggi.
Pertamina menegaskan akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi energi berjalan optimal dan andal, termasuk dengan memanfaatkan moda transportasi udara jika diperlukan.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan peran strategis distribusi energi dalam menjaga aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan tetap berjalan tanpa gangguan.
Tag: #distribusi #krayan #pulih #pertamina #pakai #pesawat #khusus #demi #jaga #satu #harga