Kapan Batu Ginjal Harus Diobati? Ini 5 Kondisi yang Memerlukan Tindakan
Ilustrasi batu ginjal.()
15:18
22 Februari 2026

Kapan Batu Ginjal Harus Diobati? Ini 5 Kondisi yang Memerlukan Tindakan

– Tidak semua batu ginjal harus langsung diobati. Dalam beberapa kasus, batu berukuran kecil bahkan bisa dipantau tanpa tindakan khusus selama tidak menimbulkan keluhan atau komplikasi.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Urologi Dr. dr. Widi Atmoko, Sp.U(K), FECSM, FACS, yang mengatakan bahwa keputusan penanganan batu ginjal tidak hanya ditentukan oleh ukuran, tetapi juga gejala dan kondisi pasien secara keseluruhan.

“Tidak semua batu ginjal harus diobati. Misalnya batunya kecil, sekitar 5 milimeter, dan tidak ada masalah, itu sebenarnya bisa diobservasi saja,” ujarnya saat ditemui dalam acara Grand Launching SURE, Summit Robotic & Endourology Institute, di Eka Hospital MT Haryono, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: 4 Penyebab Batu Ginjal, dari Infeksi Saluran Kemih Berulang hingga Jarang Minum

Meskipun demikian, ada sejumlah kondisi yang membuat batu ginjal perlu segera ditangani untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kondisi Batu Ginjal yang Perlu Diobati

1. Ukuran batu terus membesar

Menurut dr. Widi, batu ginjal yang awalnya kecil bisa saja tidak memerlukan tindakan, tetapi tetap perlu dipantau secara berkala.

Namun, jika dalam pemantauan ukuran batu terus bertambah, kondisi ini sudah menjadi indikasi untuk dilakukan penanganan.

“Kalau tahun ini 7 milimeter, lalu tahun depan jadi 13 milimeter, itu sudah masuk indikasi,” jelasnya.

Pembesaran ukuran batu menunjukkan proses pembentukan kristal masih berlangsung aktif. Jika dibiarkan, batu berisiko menimbulkan sumbatan, nyeri hebat, hingga gangguan fungsi ginjal.

Baca juga: Perhatikan Dosis, Konsumsi Vitamin C Berlebih Bisa Picu Batu Ginjal

2. Menyebabkan sumbatan saluran kemih

Batu ginjal juga perlu segera ditangani jika sudah menyebabkan sumbatan, terutama di ureter, yaitu saluran sempit yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Menurut dr. Widi, sumbatan ini dapat menghambat aliran urine dari ginjal.

Akibatnya, urine akan tertahan dan menyebabkan pembengkakan ginjal (hidronefrosis).

Kondisi ini tidak boleh dianggap ringan karena tekanan yang terus meningkat di dalam ginjal dapat merusak jaringan ginjal secara bertahap jika tidak segera diatasi.

Baca juga: 6 Penyebab Gangguan Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai

3. Disertai infeksi

Penanganan juga harus segera dilakukan ketika batu ginjal disertai infeksi saluran kemih.

Infeksi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti demam, nyeri, hingga urine yang tampak keruh.

"Misalnya sudah ada tanda-tanda infeksi saluran kemih, seperti demam, kencing keruh, sakit, itu sudah masuk indikasi,” ujar dr. Widi.

Menurutnya, hal ini merupakan kondisi yang berisiko karena dapat memperburuk gangguan pada ginjal dan menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca juga: Penyebab Utama Gagal Ginjal di Indonesia, Bisa Dicegah Sejak Dini

4. Menimbulkan nyeri hebat

Selain itu, batu ginjal yang menimbulkan nyeri hebat juga menjadi indikasi untuk dilakukan tindakan.

Menurut dr. Widi, keluhan nyeri biasanya muncul ketika batu mulai bergerak di saluran kemih.

Rasa nyeri ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menjadi salah satu alasan pasien datang berobat.

Dalam kondisi tersebut, penanganan diperlukan tidak hanya untuk meredakan nyeri, tetapi juga untuk mengatasi sumber masalah agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut.

Baca juga: 7 Manfaat Air Lemon bagi Kesehatan Tubuh, Jaga Kesehatan Kulit hingga Cegah Batu Ginjal

5. Pertimbangan kondisi dan profesi pasien

Selain faktor medis, keputusan terapi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi individu, termasuk jenis pekerjaan.

Menurut dr. Widi, pada pasien dengan pekerjaan berisiko tinggi, seperti pilot atau profesi lain yang membutuhkan kondisi fisik stabil, dokter cenderung lebih agresif dalam menentukan terapi, meskipun ukuran batu belum terlalu besar.

“Pada pasien-pasien seperti itu, biasanya kita lebih agresif. Jadi mungkin batu ukuran 8 sampai 10 milimeter sudah kita sarankan untuk terapi,” jelasnya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko serangan nyeri mendadak yang dapat membahayakan pasien maupun orang lain, terutama saat sedang menjalankan aktivitas penting.

Tag:  #kapan #batu #ginjal #harus #diobati #kondisi #yang #memerlukan #tindakan

KOMENTAR