Kenapa Makanan Ultra Proses Terasa Enak? Waspadai Dampaknya pada Tubuh
Makanan ultra proses terasa sangat lezat dan praktis sehingga banyak orang sulit menghindarinya.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga hampir 47 persen.
Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan penting, mengapa makanan ini begitu enak tetapi berdampak buruk bagi kesehatan.
Melansir Forbes (20/2/2026), Dr. Sai Balasubramanian, M.D., J.D., mengulas hasil studi dalam The American Journal of Medicine. Studi yang melibatkan hampir 4.700 orang dewasa itu menemukan bahwa konsumsi makanan ultra proses dalam jumlah tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Penyakit ini mencakup tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Baca juga: Studi Ungkap Makanan Ultra-Proses Lebih Mirip Rokok daripada Makanan Sehat
Mengapa rasanya sangat enak?
Makanan ultra proses adalah makanan yang dibuat melalui banyak tahapan industri dan mengandung berbagai tambahan, seperti pengawet, penstabil, gula tambahan, garam, serta campuran lemak tertentu. Bahan-bahan tersebut tidak hanya membuat makanan tahan lama, tetapi juga meningkatkan rasa.
Sai menjelaskan bahwa banyak produk siap saji dirancang dengan kombinasi lemak, karbohidrat, dan natrium dalam jumlah tertentu agar terasa sangat nikmat. Kombinasi ini merangsang pusat kesenangan di otak sehingga membuat orang ingin terus makan.
Produk seperti makanan instan, camilan kemasan, dan makanan cepat saji juga dipasarkan sebagai solusi praktis bagi orang yang sibuk. Kemudahan dan rasa yang kuat membuat makanan ini semakin digemari.
Baca juga: Konsumsi Makanan Ultra-Proses Meningkat, Ahli Ingatkan Bahayanya
Mengapa bisa membuat orang makan lebih banyak?
ilustrasi makanan ultra proses. Rasanya memang lezat dan praktis, tetapi penelitian terbaru menunjukkan konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme secara signifikan.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism (7/10/2025) menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makanan ultra proses cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dalam satu waktu dibandingkan dengan makanan yang tidak diproses.
Asupan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, peningkatan kadar lemak darah, serta gangguan metabolisme.
Studi tersebut juga menemukan bahwa pola makan ultra proses dapat meningkatkan peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh.
Peradangan dan stres oksidatif dalam jangka panjang berkaitan dengan penuaan sel yang lebih cepat dan peningkatan risiko penyakit kronis.
Baca juga: Ultra-Processed Food Bisa Turunkan Kualitas Sperma Laki-Laki, Ini Penelitiannya
Dampaknya pada jantung dan tubuh
Penyakit kardiovaskular mencakup berbagai gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, hingga komplikasi serius lainnya.
Menurut laporan Forbes, konsumsi makanan ultra proses juga dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat atau LDL.
Selain itu, ditemukan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi metabolisme energi. Beberapa penelitian juga menunjukkan dampak pada kesehatan reproduksi pria, seperti penurunan kualitas sperma.
Dampak tersebut biasanya terjadi secara bertahap akibat pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang.
Sulit dihindari, tetapi bisa dibatasi
Makanan ultra proses sudah menjadi bagian dari pola makan modern. Konsumsi makanan cepat saji dan produk kemasan terus meningkat di berbagai negara. Karena itu, menghilangkannya sepenuhnya dari pola makan bukan hal yang mudah.
Pendekatan yang lebih realistis adalah membatasi konsumsi dan memperbanyak makanan segar.
Sai menyarankan pola makan yang kaya protein, biji-bijian utuh, sayuran, serta membatasi gula tambahan.
Perubahan kecil yang dilakukan secara bertahap dinilai lebih mudah dijalani dalam jangka panjang dibandingkan perubahan drastis.
Baca juga: Makanan Ultra-Proses Bisa Bikin Anak Mudah Marah, Ini Kata Dokter
Memahami risikonya
Rasa lezat makanan ultra proses bukan terjadi secara kebetulan. Produk ini dirancang untuk menarik selera dan membuat orang ingin terus mengonsumsinya.
Masalah muncul ketika makanan tersebut dikonsumsi berlebihan dan menggantikan makanan alami.
Memahami bagaimana makanan ini dibuat dan dampaknya bagi tubuh dapat membantu seseorang membuat pilihan yang lebih sehat.
Tubuh membutuhkan energi setiap hari, tetapi sumber energi yang dipilih sangat menentukan kondisi kesehatan di masa depan.
Makanan ultra proses memang praktis dan enak, tetapi mengatur konsumsi dengan bijak menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme dalam jangka panjang.
Baca juga: Faktor Risiko Kanker Usus Besar, Bisa Makanan dan Minuman Ultra Proses
Tag: #kenapa #makanan #ultra #proses #terasa #enak #waspadai #dampaknya #pada #tubuh