11 Ciri Pasangan Bakal Jadi Orangtua yang Baik, Termasuk Punya Keterampilan Menyelesaikan Konflik
- Ketika menjalin hubungan dengan seseorang, terlepas apakah bakal berujung ke pelaminan atau tidak, sebagian orang bertanya-tanya apakah pasangan memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi orangtua yang baik.
Sebagaimana kebanyakan orangtua, fokus utama saat mempertimbangkan memiliki anak kelak, kemungkinan besar adalah menciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih, dan stabil bagi sang buah hati.
Hubungan yang sukses sangat bergantung pada komunikasi yang kuat, usaha bersama, rasa hormat, dan saling pengertian.
Baca juga: 10 Cara Menjadi Orangtua yang Lebih Dekat dengan Anak
Menurut seorang profesional kesehatan mental dan direktur program sekolah di Community Partners of South Florida, Dalad Srisuppak, PhD, LMHC, konsistensi dan struktur juga menjadi faktor kunci.
“Anak-anak membutuhkan struktur untuk merasa stabil, dan untuk membantu mereka tumbuh," jelas dia, dilansir dari Parents, Minggu (22/2/2026).
Lantas, bagaimana cara menentukan apakah pasangan memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi orangtua yang hebat? Berikut 13 karakteristik yang perlu diperhatikan.
Ciri pasangan bakal menjadi orangtua yang baik
1. Antusias terhadap pola asuh dan anak-anak
Seorang pengacara spesialis mediasi hak asuh dan kunjungan, Courtney Chicvak, JD, mengatakan, pasangan yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan calon anak-anak mereka di masa depan akan menjadi orangtua yang baik.
Ilustrasi laki-laki mengobrol dengan anak kecil.
“Mereka menyadari bahwa menjadi orangtua adalah keputusan hidup yang signifikan, dan mereka berencana untuk memasuki kehidupan sebagai orangtua dengan penuh perhatian,” kata Chicvak.
“Mereka bijaksana dan memiliki kesadaran diri, serta secara aktif mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki diri sebagai pasangan, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan dan tampil sebagai versi terbaik dari diri mereka sendiri," lanjut dia.
Selain itu, tambah psikolog dan pakar pengasuhan anak Caitlin Slavens, MC, sosok calon orangtua yang kuat akan berfokus pada apa yang terbaik bagi orang lain, bukan hanya apa yang paling nyaman bagi diri mereka sendiri.
2. Punya pola pikir optimis dan tangguh
Memiliki pola pikir yang optimis dan tangguh merupakan indikator kuat dari potensi pengasuhan yang baik.
Menurut Chicvak, sikap optimis menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan saat membesarkan anak.
Kemampuan pasangan untuk tetap berpikiran positif dan saling bahu-membahu dalam melewati masa-masa sulit akan menjadi fondasi yang memperkokoh ikatan hubungan di masa depan.
"Sifat-sifat ini juga akan mengajarkan calon anak-anak keterampilan hidup yang penting untuk mengatasi kesulitan, mengembangkan keberanian, dan membangun ketahanan diri," tutur dia.
3. Menyeimbangkan batasan dengan fleksibilitas
Menetapkan batasan yang jelas sambil menjaga fleksibilitas yang bijaksana, menciptakan fondasi ideal untuk pengasuhan.
Baca juga: Ini 4 Tipe Orangtua yang Tidak Dewasa Secara Emosional
Ilustrasi orangtua.
Pasangan yang mampu mengkomunikasikan dan menegakkan batasan, sambil menyadari kapan waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaian, akan menjadi orangtua yang baik.
Konselor Sarah Thompson, MEd, LPC, LCMHC, LCSW menambahkan, kehidupan bersama anak-anak sering kali tidak terduga.
“Seorang orangtua yang fleksibel dan bersedia menyesuaikan rencana sesuai kebutuhan, membantu memastikan bahwa kedua orangtua dapat berbagi tanggung jawab tanpa merasa terbebani atau kaku,” jelas Thompson.
4. Menunjukkan kecerdasan emosional dan kesadaran diri
Chicvak menjelaskan, kecerdasan emosional adalah sifat krusial untuk pola asuh yang baik.
Pasangan dengan kecerdasan emosional menunjukkan pemahaman mendalam tentang emosi mereka sendiri, yang berujung pada kesadaran diri yang diperlukan untuk pengasuhan yang efektif.
Baca juga: Yoga Arizona: Kekompakan Orangtua Bikin Anak Merasa Aman
Selain itu, perhatikan kemampuan mereka untuk berempati dengan perasaan orang lain. Mereka harus memastikan semua orang merasa didengar dan diakui selama berinteraksi.
“Pasangan yang dapat mengelola perasaan mereka juga cenderung tidak akan membesarkan konflik atau mengambil tindakan gegabah, sehingga memberikan lingkungan yang tidak terlalu tegang bagi anak-anak,” tambah Slavens.
Pasangan yang dapat mengakui kekuatan dan kelemahan mereka biasanya lebih terbuka terhadap pertumbuhan pribadi, yang sangat penting untuk mengatasi tantangan pengasuhan.
Ilustrasi orangtua dan anak. Dokter menjelaskan bahwa pendampingan anak disabilitas harus dilakukan sejak dini dengan terapi yang disesuaikan usia, disertai penerimaan dan dukungan penuh dari orang tua.
5. Terlibat dalam penyelesaian konflik yang efektif
Chicvak mengungkapkan, menangani konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif adalah ciri utama pasangan yang akan menjadi orangtua yang baik.
“Anak-anak pertama kali mempelajari keterampilan resolusi konflik dari keluarga dan orangtua mereka. Jadi, ini adalah momen kritis bagi pasangan untuk mengambil peran sebagai pengajar guna memastikan anak-anak mereka belajar cara menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat," terang dia.
Baca juga: Apa Dampak Orangtua yang Toxic Bagi Anak hingga Dewasa?
Pasangan dengan keterampilan resolusi konflik yang kuat dapat meredakan situasi secara hormat dan produktif.
Chicvak menyarankan untuk mencari pasangan yang menyatakan apresiasi pada pasangan, aktif mendengarkan, mengajukan pertanyaan terbuka, dan mampu melabeli emosi.
Menurut dia, perilaku ini bukan hanya menunjukkan pendekatan yang bijaksana terhadap konflik, tetapi juga memberikan teladan positif bagi calon anak tentang cara menavigasi perbedaan pendapat secara efektif.
6. Mendorong hubungan yang sehat dan terpercaya
Slavens menyarankan untuk mencari pasangan yang suportif dan akan mendukung hubungan positif antara anak dengan masing-masing orangtua, serta menghindari permusuhan atau persaingan.
Ilustrasi orangtua bersama anak.
Sebab, bagaimanapun juga, kepercayaan adalah dasar dalam pengasuhan.
“Pasangan yang juga menepati komitmen dan menghormati kesepakatan, memastikan keandalan dan mengurangi stres dalam hubungan,” tambah Thompson.
7. Saling menghormati
Srisuppak mengatakan, saling menghormati sangat krusial dalam setiap hubungan. Saat kamu dan pasangan memutuskan memiliki anak, mereka akan belajar cara menghormati orang lain berdasarkan hubungan yang kamu contohkan satu sama lain.
Rasa hormat ini juga menumbuhkan kerja sama dalam keluarga.
“Pasangan yang menghargai perspektif dan keputusanmu akan berkontribusi pada dinamika pengasuhan yang seimbang dan positif," tutur Thompson.
8. Memberikan dukungan emosional
Memberikan dukungan emosional dan mengakui kekuatan satu sama lain adalah komponen penting bagi dinamika pengasuhan yang berkembang.
“Rasa hormat dan apresiasi menumbuhkan hubungan keluarga yang sehat,” terang Srisuppak.
9. Menunjukkan kesabaran
Pengasuhan adalah proses jangka panjang yang terus berkembang. Menurut Thompson, pasangan yang sabar dan memahami bahwa segala sesuatunya tidak akan selalu berjalan sempurna, dan yang bersedia bekerja melalui tantangan, akan menjadi aset bagi hubungan pengasuhan.
Baca juga: 9 Tanda Anak Butuh Perhatian Lebih dari Orangtua Menurut Pakar
Tag: #ciri #pasangan #bakal #jadi #orangtua #yang #baik #termasuk #punya #keterampilan #menyelesaikan #konflik