Jangan sampai Salah Pilih! Ini 10 Tips Jitu Membeli Motor Bekas agar Nggak Menyesal Belakangan
- Membeli motor bekas memang jadi solusi cerdas untuk kamu yang ingin kendaraan pribadi dengan harga lebih terjangkau. Namun, jika tidak teliti, motor bekas justru bisa berubah menjadi sumber masalah, mulai dari biaya perbaikan yang membengkak hingga urusan legalitas yang rumit.
Agar kamu tidak salah langkah dan benar-benar mendapatkan motor bekas sesuai harapan, ada beberapa tips penting yang wajib diperhatikan. Dengan persiapan dan pengecekan yang tepat, kamu bisa menemukan motor idaman yang kondisinya masih layak dan aman digunakan.
Berikut 10 tips jitu membeli motor bekas agar tak menyesal seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Tentukan Jenis Motor yang Ingin Kamu Beli
Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah menentukan motor seperti apa yang kamu butuhkan. Tanpa tujuan yang jelas, kamu akan mudah bingung saat dihadapkan pada banyak pilihan motor bekas dari berbagai merek dan tipe.
Sesuaikan pilihan motor dengan kebutuhan sehari-hari. Jika motor akan digunakan untuk perjalanan jauh atau medan berat, motor dengan kapasitas mesin besar bisa jadi pilihan. Sementara untuk penggunaan di dalam kota, motor matik atau motor dengan cc kecil biasanya lebih praktis dan hemat biaya. Jangan lupa sesuaikan juga dengan budget yang kamu miliki.
2. Cari Tahu Harga Pasaran Motor
Mengetahui harga pasaran motor bekas sangat penting agar kamu tidak mudah tertipu. Dengan mengetahui kisaran harga, kamu bisa menilai apakah harga yang ditawarkan masih wajar atau justru terlalu mahal.
Bandingkan harga motor bekas dengan harga barunya. Jika selisihnya tidak terlalu jauh, membeli motor baru bisa jadi pilihan yang lebih aman. Kamu bisa mencari informasi harga dari teman, forum otomotif, media sosial, atau platform jual beli online.
3. Jangan Terburu-buru Melakukan Pembayaran
Hindari langsung memberikan uang muka atau melakukan transfer sebelum melihat kondisi motor secara langsung. Harga murah atau iming-iming cicilan sering kali digunakan untuk menarik perhatian calon pembeli.
Jangan mudah terpengaruh alasan penjual seperti “biar nggak diambil orang lain”. Terutama jika transaksi dilakukan secara online dan kamu diminta mentransfer sejumlah uang, sebaiknya lebih berhati-hati agar terhindar dari penipuan.
4. Pilih Penjual Motor yang Terpercaya
Selain harga, penjual juga memegang peranan penting. Pastikan kamu membeli motor bekas dari penjual yang jujur dan memiliki reputasi baik. Saat ini, tidak sedikit oknum yang menjual motor dengan kondisi tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Usahakan membeli motor dari rekomendasi teman, kerabat, atau dealer motor bekas yang sudah dikenal. Penjual yang terpercaya biasanya lebih terbuka soal kondisi motor dan riwayat penggunaannya.
5. Periksa Kelengkapan Surat Kendaraan
Saat mengecek motor, jangan hanya fokus pada fisik saja. Pastikan surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB lengkap dan sesuai dengan nomor polisi motor. Cek juga nama pemilik yang tertera di dokumen tersebut.
Dari BPKB, kamu bisa mengetahui apakah motor masih tangan pertama atau sudah beberapa kali berpindah kepemilikan. Pengecekan ini penting agar kamu tidak membeli motor bermasalah atau hasil kejahatan.
6. Cocokkan Nomor Rangka dan Nomor Mesin
Langkah selanjutnya adalah mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin pada motor dengan yang tertera di STNK dan BPKB. Nomor harus sama dan tidak menunjukkan tanda-tanda bekas diubah.
Meski sering dianggap sepele, pengecekan ini sangat krusial. Jika nomor tidak cocok, sebaiknya urungkan niat membeli motor tersebut karena bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
7. Periksa Kondisi Bodi Motor Secara Menyeluruh
Setelah urusan surat beres, lanjutkan dengan mengecek kondisi fisik motor. Perhatikan apakah ada goresan dalam, penyok, atau retakan yang menandakan motor pernah jatuh atau mengalami kecelakaan.
Tanyakan juga apakah komponen motor masih asli atau sudah pernah diganti. Untuk hasil lebih akurat, sebaiknya ajak teman atau kerabat yang paham soal motor agar kamu tidak mudah dibohongi oleh penjual.
8. Cek Kondisi dan Volume Oli Mesin
Oli mesin menjadi salah satu indikator penting kondisi motor. Periksa apakah volume oli sesuai dan tidak berlebihan. Oli yang masih bagus biasanya berwarna jernih atau sedikit kecokelatan dan tidak berbau gosong.
Menyalakan motor juga bisa membantu kamu mendengar apakah suara mesin terdengar halus. Mesin yang terawat dengan baik biasanya bekerja lebih senyap karena pelumasan olinya optimal.
9. Hidupkan Mesin dan Dengarkan Suaranya
Saat mesin dinyalakan, biarkan motor menyala tanpa digas. Perhatikan apakah putaran mesin stabil dan tidak tersendat. Mesin yang sehat umumnya bisa hidup dengan putaran rendah tanpa mudah mati.
Jika mesin sering mati atau suaranya kasar, kemungkinan ada masalah di bagian mesin. Kondisi ini perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli.
10. Pastikan Speedometer dan Indikator Berfungsi
Terakhir, cek fungsi speedometer dan panel indikator lainnya. Speedometer harus bekerja normal saat motor dijalankan karena berfungsi penting saat berkendara.
Selain itu, pastikan indikator bahan bakar, lampu, serta odometer atau penghitung jarak berfungsi dengan baik. Kamu bisa mencoba motor secara langsung untuk memastikan semua fitur berjalan normal sebelum deal pembelian.
Tag: #jangan #sampai #salah #pilih #tips #jitu #membeli #motor #bekas #agar #nggak #menyesal #belakangan