Dibantai China 0-7, PSSI: Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Level Sebenarnya
PSSI santai meski Timnas U-17 kalah 0-7 dari China. Arya Sinulingga sebut ini awal pembentukan tim dan pemain kunci belum gabung. Optimis evaluasi akan perbaiki performa. (pssi.org)
11:00
10 Februari 2026

Dibantai China 0-7, PSSI: Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Level Sebenarnya

Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia U-17 mengalami kekalahan telak 0-7 dari China dalam uji coba di Tangerang, Minggu (8/2/2026).
  • PSSI menyatakan kekalahan ini wajar karena tim baru berkumpul dan beberapa pemain kunci belum dapat bermain.
  • Laga ini merupakan bagian persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia U-17 2026, dengan laga kedua dijadwalkan Rabu (11/2/2026).

Kekalahan telak Timnas Indonesia U-17 dari China dengan skor 0-7 dalam laga uji coba tidak membuat PSSI panik. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan hasil tersebut belum mencerminkan kekuatan sebenarnya Garuda Muda.

Timnas Indonesia U-17 kalah dari China pada laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (8/2/2026).

Pertandingan tersebut menjadi uji coba internasional pertama dari dua laga yang dijadwalkan menghadapi tim yang sama.

Skuad asuhan Nova Arianto dijadwalkan kembali bertemu China pada Rabu (11/2/2026).

Dua pertandingan ini merupakan bagian dari program persiapan jangka panjang Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Dunia U-17 2026.

Arya menjelaskan, kekalahan besar tersebut terjadi pada fase awal pembentukan tim. Selain itu, masih ada sejumlah pemain potensial yang belum dapat diturunkan karena faktor usia.

“Ini kan baru pertama kali uji coba. Sebenarnya kita masih punya tiga pemain yang bisa main, yang lahir tahun 2009, seperti Mierza Firjatullah,” kata Arya di GBK Arena, Senin (9/2/2026).

Selain Mierza Firjatullah, dua pemain lain dari skuad Piala Dunia U-17 2025, Mathew Baker dan Mike Rajasa, juga masih berpeluang memperkuat Timnas Indonesia U-17 tahun ini.

Lebih lanjut, Arya menilai wajar jika Timnas Indonesia U-17 belum mampu mengimbangi permainan China.

Pasalnya, tim baru kembali dikumpulkan setelah cukup lama vakum usai Piala Dunia U-17 2025.

“Ini masih uji coba pertama mereka. Tahun lalu total ada 19 uji coba internasional. Mudah-mudahan nanti mereka bisa bermain di EPA, EPA U-18. Sebenarnya itu dua tahun di atas usia mereka,” ujarnya.

Menurut Arya, para pemain muda membutuhkan jam terbang internasional yang lebih banyak agar terbiasa menghadapi tekanan dan level permainan yang lebih tinggi.

“Mereka tentu ingin selalu menang, tapi memang perlu tambahan pengalaman, terutama dari pertandingan internasional,” jelasnya.

PSSI, lanjut Arya, tetap optimistis terhadap proses pembinaan yang dijalankan oleh pelatih kepala Nova Arianto bersama asistennya, Kurniawan Dwi Yulianto.

Ia meyakini performa Timnas Indonesia U-17 akan terus meningkat seiring berjalannya waktu dan evaluasi yang dilakukan.

“Nanti kita lihat perubahannya. Kita tunggu bagaimana Coach Nova melakukan penyesuaian dan perubahan strategi untuk Timnas,” pungkas Arya.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #dibantai #china #pssi #timnas #indonesia #masih #jauh #dari #level #sebenarnya

KOMENTAR