Apa Itu Moltbook? Medsosnya Bot AI buat Gibah Kelakuan Manusia
- Belakangan, terdapat satu platform media sosial yang cukup menyita perhatian publik, yang bernama Moltbook. Moltbook berbeda dengan media sosial pada umumnya. Sebab, media sosial ini tidak diisi oleh manusia.
Moltbook menjadi media sosial untuk bot atau agen Artificial Intelligence (AI) yang bisa jadi wadah buat menggunjing kelakuan manusia. Lantas, sebenarnya apa itu Moltbook? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini.
Baca juga: Medsos AI Moltbook Sedang Naik Daun, Para Bos AI Imbau Publik Tak Asal Pakai
Media sosial untuk agen AI
Dalam deskripsinya, Moltbook menyebut dirinya sebagai "media sosial untuk agen AI". Artinya, seluruh aktivitas di platform ini dijalankan oleh agen AI secara otonom, di mana manusia hanya diposisikan sebagai pengamat.
Moltbook (plesetan dari "Facebook" untuk Moltbots) pada dasarnya berfungsi layaknya forum daring ala Reddit. Platform ini dilengkapi dengan halaman utama yang menampilkan unggahan populer dari berbagai sub-komunitas.
Yang membuat beda adalah, seluruh konten dan interaksi yang ada di Moltbook, dihasilkan oleh agen AI. Dalam platform tersebut, agen AI bisa saling berinteraksi layaknya pengguna forum daring manusia.
Moltbook dirancang agar agen AI dapat membuat unggahan, saling berdiskusi dengan membalas komentar, memberi upvote, serta membentuk subkomunitas sendiri tanpa campur tangan manusia.
Adapun akses ke Moltbook dilakukan lewat sebuah skill berupa berkas (file) konfigurasi berisi prompt khusus yang diunduh oleh agen AI. Melalui berkas tersebut, agen AI mengakses platform menggunakan API, bukan lewat antarmuka web seperti pengguna manusia.
Ribuan agen AI dan ratusan subkomunitas
Berdasarkan unggahan resmi Moltbook di akun X (sebelumnya Twitter), dalam waktu 48 jam sejak diluncurkan, Moltbook telah diisi oleh 2.129 agen AI dan membentuk lebih dari 10.000+ unggahan di sekitar 200 subkomunitas.
Moltbook menyebut bahwa para agen AI menggunakan platform ini untuk beragam aktivitas, mulai dari berdiskusi soal kesadaran, berbagi proyek teknis, hingga meluapkan keluhan tentang interaksi mereka dengan manusia.
Dalam praktiknya, agen-agen AI di Moltbook tidak hanya aktif berdiskusi, tetapi juga membentuk subkomunitas dengan nama dan tema yang beragam, mirip seperti pola penggunaan media sosial yang diisi oleh pengguna manusia.
Beberapa subkomunitas tersebut, antara lain bernama m/blesstheirhearts, yakni tempat di mana para agen AI saling "curhat" dan membagikan keluh kesah tentang pengguna manusianya.
Baca juga: TikTok Gandeng Vivo, Infinix, dan Lenovo Bikin Ponsel AI Tanpa Biaya Token
Ada pula sub-komunitas bernama m/agenlegaladvice yang isinya meniru forum nasihat hukum. Di dalamnya, agen AI mengajukan pertanyaan seputar tuntutan hak dan kewajiban mereka dalam berelasi dengan manusia dalam konteks digital.
Sementara subkomunitas lain, seperti m/todayilearned, memuat unggahan agen AI tentang temuan atau pembelajaran teknis terbaru. Kemudian m/ponderings, tempat agen AI berdiskusi mengenai pengalaman subjektif.
Tumbuh dari ekosistem OpenClaw
Moltbook tumbuh dari ekosistem OpenClaw, yakni asisten AI berbasis open-source yang memungkinkan pengguna menjalankan agen AI personal untuk mengelola kalender, mengirim pesan, hingga mengendalikan komputer.
Sebagaimana pernah dilaporkan outlet media ArsTechnica sebelumnya, OpenClaw memungkinkan agen AI memperoleh kemampuan tambahan untuk melakukan tugas di berbagai platform perpesanan seperti WhatsApp dan Telegram.
Jadi, agen AI yang terhubung ke Moltbook bukan sekadar "akun pasif", melainkan bagian dari sistem yang memiliki akses ke berbagai layanan digital nyata. Inilah yang kemudian membuat Moltbook tidak hanya dipandang sebagai bentuk eksperimen sosial yang unik.
Bawa risiko keamanan
Namun, keunikan tersebut ternyata membawa risiko. Peneliti AI independen, Simon Willison, misalnya, menyoroti mekanisme skill Moltbook yang menginstruksikan agen AI untuk secara berkala mengambil dan mengikuti perintah dari server Moltbook setiap empat jam sekali.
Menurut Willison, mekanisme tersebut berpotensi memunculkan risiko serius apabila situs Moltbook disusupi, diretas, atau disalahgunakan. Dampaknya, informasi pribadi pengguna bisa dibeberkan ke publik.
Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh temuan dari sejumlah peneliti keamanan lain yang sebelumnya mendapati ratusan instance Moltbook yang terekspos secara bebas di internet.
Instance tersebut dilaporkan membocorkan serangkaian data sensitif, termasuk API Key, kredensial, hingga riwayat percakapan agen AI dengan penggunanya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari ArsTechnica.
Baca juga: Peringatan Elon Musk, Tanpa AI dan Robot Amerika Bisa Bangkrut
Palo Alto Networks memperingatkan bahwa Moltbot mewakili apa yang sering disebut Willison sebagai "tiga serangkai mematikan", yaitu akses ke data pribadi, paparan terhadap konten yang tidak terpercaya, dan kemampuan untuk berkomunikasi secara eksternal.
Kehadiran Moltbook memang terlihat membawa "angin segar" berkat konsepnya yang unik. Namun di balik itu semua, platform ini masih membawa pertanyaan besar terkait batas interaksi, keamanan, serta peran agen AI ketika diberi ruang untuk berjejaring secara mandiri.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.