Catherine O’Hara Meninggal karena Emboli Paru, Ini Gejala dan Faktor Risikonya
Aktris senior Catherine O’Hara meninggal dunia akibat emboli paru, kondisi medis serius yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa berakibat fatal.
Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone itu wafat pada usia 71 tahun pada 30 Januari 2026. Penyebab kematian tersebut baru dikonfirmasi secara resmi beberapa hari kemudian.
O’Hara meninggalkan suami, Bo Welch, serta dua orang putra.
Baca juga: Mengenal Kelainan Jantung Bawaan yang Pernah Dialami Catherine O’Hara
Penyebab kematian Catherine O’Hara
Mengutip People, Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles menyatakan bahwa Catherine O’Hara meninggal akibat emboli paru. Keterangan itu tercantum dalam sertifikat kematian yang dirilis pada 9 Februari 2026.
Dokumen tersebut juga menyebut kanker rektal sebagai kondisi yang mendasari terjadinya emboli paru.
Sebelumnya, pihak keluarga hanya menyampaikan bahwa O’Hara meninggal setelah mengalami sakit singkat tanpa menjelaskan detail medis.
Baca juga: Pria Ini Bertahan Hidup 48 Jam Tanpa Paru-paru, Dokter Ungkap Cara Tak Biasa Menyelamatkannya
Apa itu emboli paru?
Ilustrasi paru-paru tidak sehat. Emboli paru disebut sebagai penyebab wafat Catherine O?Hara, penyakit serius yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.
Melansir USA Today, emboli paru adalah kondisi ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di paru-paru.
Mengutip Mayo Clinic, gumpalan darah ini biasanya berasal dari pembuluh darah dalam di kaki, yang kemudian terbawa aliran darah menuju paru-paru.
Emboli paru termasuk keadaan darurat medis karena dapat mengganggu aliran darah dan kadar oksigen dalam tubuh.
Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan paru, gangguan jantung, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Baca juga: 11 Gejala Emboli Paru yang Perlu Diwaspadai
Gejala emboli paru
Gejala emboli paru dapat berbeda pada setiap orang, tergantung ukuran gumpalan darah dan kondisi kesehatan sebelumnya. Namun, Mayo Clinic mencatat beberapa gejala yang paling sering muncul, seperti:
- Sesak napas secara tiba-tiba
- Nyeri dada
- Pingsan atau hampir pingsan
Gejala lain yang juga bisa terjadi antara lain batuk berdarah, detak jantung cepat atau tidak teratur, pusing, keringat berlebihan, demam, serta nyeri atau bengkak pada kaki bagian bawah.
Baca juga: 3 Penyebab Emboli Paru yang Perlu Diwaspadai
Hubungan kanker dan emboli paru
Dalam kasus Catherine O’Hara, kanker rektal disebut sebagai kondisi yang berperan dalam terjadinya emboli paru.
Melansir Cleveland Clinic, beberapa jenis kanker dapat meningkatkan risiko pembekuan darah karena memengaruhi sistem pembekuan dan peradangan dalam tubuh.
Selain kanker, faktor risiko lain emboli paru meliputi riwayat penggumpalan darah, penyakit jantung, operasi besar, gangguan pembekuan darah, serta periode tidak bergerak dalam waktu lama.
Merokok, kelebihan berat badan, penggunaan hormon estrogen, dan kehamilan juga dapat meningkatkan risiko.
Baca juga: 3 Penyebab Emboli Paru yang Perlu Diwaspadai
Pencegahan dan penanganan
Dokter biasanya mendiagnosis emboli paru melalui pemeriksaan darah dan pencitraan medis.
Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan, mulai dari pemberian obat pengencer darah hingga tindakan medis lanjutan.
Terdapat beberapa upaya pencegahan yang disarankan, seperti tetap aktif bergerak, menggunakan alat bantu kompresi pada kaki bagi orang berisiko, serta mengikuti anjuran dokter terkait penggunaan obat.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau penanganan medis dari tenaga kesehatan profesional.
Tag: #catherine #ohara #meninggal #karena #emboli #paru #gejala #faktor #risikonya