Jangan Remehkan Risiko Gigi Berlubang pada Ibu Hamil
KEHAMILAN adalah pengalaman hidup yang menyebabkan wanita mengalami perubahan fisiologis dan psikologis. Meskipun perhatian utama selama kehamilan adalah pada kesejahteraan janin, namun kesehatan gigi ibu juga sangat penting untuk diperhatikan karena berdampak potensial pada kehamilan.
Kondisi gigi yang berhubungan dengan kehamilan dapat terjadi sebagai akibat dari perubahan hormonal, respons imunologi, kebersihan mulut, serta kebiasaan makan.
Data gigi berlubang (karies) pada wanita hamil di Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 84,7% dengan rata-rata tingkat keparahan karies melalui pengukuran indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth) pada wanita hamil trimester pertama adalah 4,34, dengan rincian: 3,03 untuk gigi yang berlubang (decayed), 1,08 untuk gigi yang hilang (missing), dan 0,05 untuk gigi yang ditambal (filled). Sedangkan pada trimester kedua nilai DMF-T adalah 4,69 dan trimester ketiga adalah 4,57.
Indeks DMF-T adalah metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur berapa banyak gigi yang berlubang, hilang, atau dicabut akibat gigi berlubang, dengan skor keparahan tertinggi adalah 28 dan skor terendah adalah 0 yang berarti semua gigi sehat dan utuh.
Baca juga: 88 Persen Masyarakat Indonesia Mengalami Gigi Berlubang, Apa Penyebabnya?
Cariogram adalah salah satu program yang efisien untuk mengidentifikasi faktor risiko karies pada wanita hamil (riwayat karies, jumlah plak, frekuensi diet, dan jumlah Streptococcus mutans), yang dikonfirmasi oleh hasil analisis korelasi faktor risiko yang dideteksi oleh perangkat lunak dan indeks DMF-T.
Risiko karies pada wanita hamil juga dapat diketahui melalui indikator perubahan hormonal selama kehamilan, seperti hormon kelenjar ludah (saliva) terutama progesteron (97%) dan estradiol (92%), serta hormon steroid saliva juga dapat berfungsi sebagai indikator risiko karies yang potensial diluar kehamilan.
Sehingga, dengan melakukan pemeriksaan dan mengetahui tingkat hormonal tersebut dapat menurunkan tingkat keparahan karies pada wanita hamil.
Baca juga: Kenali Tanda Awal Gigi Berlubang yang Sering Diabaikan
Ilustrasi dokter gigi. Apa bedanya tukang gigi, terapis gigi dan mulut, serta dokter gigi?
Efek kesehatan rongga mulut yang buruk pada wanita hamil?
Kesehatan mulut yang buruk selama kehamilan dikaitkan dengan beberapa hasil yang tidak menguntungkan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu kekhawatiran utama adalah peningkatan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang didefinisikan sebagai bayi dengan berat kurang dari 2500 g.
Selain itu, kesehatan mulut yang buruk dapat menyebabkan kelahiran prematur, yang terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Preeklampsia, kondisi serius lain yang terkait dengan kesehatan mulut yang buruk, melibatkan tekanan darah tinggi dan potensi kerusakan organ, yang menimbulkan risiko signifikan bagi ibu dan janin.
Baca juga: Bahaya Asap Rokok pada Ibu Hamil, Tingkatkan Risiko Preeklampsia dan Kelahiran Prematur
Diabetes gestasional adalah komplikasi lain yang dapat timbul, yang semakin memperumit kehamilan dan persalinan. Hasil buruk ini seringkali merupakan akibat dari infeksi gigi yang parah, seperti periodontitis.
Periodontitis dapat melepaskan zat berbahaya seperti prostaglandin dan sitokin ke dalam aliran darah, yang dapat mengganggu metabolisme glukosa, menghambat perkembangan janin, dan memicu persalinan dini.
Lalu, bagaimana efek karies pada ibu hamil?
Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi (89,9%) untuk mengalami karies akibat perubahan hormonal, peningkatan konsumsi gula, dan berkurangnya laju alir saliva.
Asam akibat muntah (morning sickness) dapat melarutkan lapisan gigi terluar yaitu enamel, sehingga bakteri dapat masuk dan menyebabkan gigi berlubang, serta bertransmisi ke janin.
Baca juga: Air Rebusan Jahe, Cara Alami Redakan Morning Sickness pada Ibu Hamil
Dalam analisis multivariabel, ibu hamil dengan karies dan tidak dilakukan perawatan, memiliki peningkatan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih besar dari rata-rata untuk usia kehamilan (makrosomia janin) dibandingkan dengan yang tidak memiliki karies gigi.
Dengan kata lain, gigi berlubang pada wanita hamil tersebut menandakan pola makan dengan kandungan gula yang sangat tinggi, didukung oleh kesehatan metaboliknya yang kurang baik dapat menyebabkan wanita hamil mengalami obesitas/ gula darah cenderung tinggi.
Kadar gula darah wanita hamil yang tinggi dapat masuk ke janin melalui plasenta, mengakibatkan janin dapat memproduksi insulin lebih tinggi (insulin berfungsi seperti hormon pertumbuhan), yang mengakibatkan tubuh dan lemak janin berkembang lebih besar dari normal.
Baca juga: Risiko Stunting dan Bayi BBLR dari Kesehatan Gigi Ibu Hamil yang Buruk
Sebagai informasi tambahan, selama hamil terjadi perubahan hormon yang drastis akibat fluktuasi hormon yang signifikan, termasuk estrogen dan progesteron, dan hormon yang memengaruhi sistem saraf pusat (misalnya dopamine).
Perubahan ini dapat menyebabkan rasa mual, memodulasi sensitivitas rasa dan preferensi makanan saat hamil. Oleh karena itu, makanan yang manis atau asam terasa lebih mudah diterima selama kehamilan.
Pada studi lainnya menyebutkan bahwa, tidak ada korelasi antara wanita hamil yang memiliki karies dengan terjadinya kelahiran prematur.
Namun, tetap penting bagi klinisi kesehatan untuk tetap mempromosikan kesehatan mulut bagi wanita hamil. Hal ini disebabkan karena wanita hamil rentan terhadap masalah gigi dan tidak semua memiliki pengetahuan serta kesadaran yang baik mengenai kesehatan mulut dan dampaknya.
Selanjutnya, risiko penularan bakteri di dalam mulut dari ibu ke bayinya melalui pemberian makan merupakan predisposisi bayi terhadap karies anak usia dini di masa depan yang tidak boleh diabaikan.
Baca juga: Fakta Kulit Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui masalah gigi yang mungkin timbul selama kehamilan, melakukan pencegahan, dan manajemen yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mulut yang optimal bagi ibu dan janin.
Beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan gigi selama kehamilan:
- Melakukan penilaian kesehatan mulut selama masa prenatal
- Menjaga kebersihan mulut selama kehamilan, dengan cara meyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluor
- Melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi rutin selama kehamilan
- Jika sudah terlanjur ada gigi berlubang saat hamil, maka perawatan gigi berlubang paling aman dilakukan di trimester kedua
- Menjaga pola makan seimbang, serta membatasi makanan manis dan asam
- Seluruh pelayanan kesehatan (Klinik, Rumah Sakit, dan Posyandu) harus ikut berperan dalam meningkatkan kesehatan gigi wanita hamil.
Penulis:
drg. Citra Kusumasari, Sp.K.G., Subsp.KR(K), Ph.D.
dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG, M.Kes, FICS, FESICOG
Tag: #jangan #remehkan #risiko #gigi #berlubang #pada #hamil