Ahli Gizi Ini Berhasil Turun Berat Badan 14 Kg Tanpa Diet Ketat dan Tak Fokus pada Timbangan
Seorang ahli gizi asal Amerika Serikat berhasil menurunkan sekitar 14 kilogram tanpa menjalani diet ketat.
Alih-alih membatasi makan secara ekstrem, ia mengubah kebiasaan dan cara pandangnya terhadap makanan, sehingga berat badannya turun dan bertahan dalam jangka panjang.
Baca juga: Ibu Tiga Anak Ini Turun Berat Badan 27 Kg dalam 4 Bulan, Vonis Diabetes Jadi Titik Balik
Diet ketat sejak remaja
Ahli gizi Lisa Valente, M.S., RD, menceritakan bahwa usaha menurunkan berat badan sudah ia lakukan sejak usia remaja.
Saat itu, ia mulai membatasi makan demi menurunkan berat badan agar muat mengenakan gaun pesta sekolah.
Kebiasaan tersebut berlanjut hingga masa kuliah. Ia mencoba mengatur makan dengan sangat ketat, termasuk membatasi asupan kalori secara ekstrem. Namun, pola ini justru memicu makan berlebihan setelah merasa gagal mengikuti aturan diet.
Baca juga: Turun Berat Badan 45 Kg Tanpa Gym, Pria Ini Mengubah Cara Makan dan Hidupnya
Pola membatasi dan makan berlebihan
Ilustrasi diet. Seorang ahli gizi membagikan pengalaman pribadinya menurunkan berat badan tanpa pembatasan ekstrem, dengan fokus pada kebiasaan yang berkelanjutan.
Menurut Lisa, diet ketat membuatnya terjebak dalam siklus membatasi diri lalu makan berlebihan.
Makanan tertentu, seperti pizza atau kue, dianggap sebagai makanan terlarang. Ketika ia memakannya, rasa bersalah muncul dan berujung pada makan berlebihan.
Kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan kenaikan berat badan perlahan hingga total sekitar 14 kilogram, meski ia mempelajari ilmu gizi.
Baca juga: Berat Badan Turun Lebih dari 90 Kg, Pria Ini Ubah Hidup Lewat Hot Yoga dan Angkat Beban
Berhenti fokus pada timbangan
Perubahan mulai terjadi ketika Lisa berhenti menjadikan timbangan sebagai tolok ukur utama. Ia mulai memperhatikan kebutuhan tubuhnya, makan secara teratur, dan belajar mengenali rasa lapar serta kenyang.
Lisa menyadari bahwa pola makan yang teratur justru membantu mencegah keinginan makan berlebihan.
Lisa mulai memastikan dirinya makan cukup sepanjang hari, terutama dengan memperhatikan asupan protein, serat, dan lemak sehat. Ia juga selalu menyiapkan camilan agar tidak makan dalam kondisi terlalu lapar.
Ia tidak lagi melarang makanan tertentu. Makanan yang dulu dianggap terlarang tetap ia konsumsi, namun dalam porsi wajar. Dengan cara ini, keinginan untuk makan berlebihan berkurang secara alami.
Baca juga: Dokter Ini Berhasil Turunkan Berat Badan 57 Kg dalam 18 Bulan Tanpa Obat
Olahraga untuk kesehatan, bukan berat badan
Selain mengatur makan, Lisa mengubah tujuannya saat berolahraga. Ia tidak lagi berolahraga untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi stres.
Aktivitas seperti yoga membantunya lebih menerima tubuh sendiri dan mengurangi tuntutan untuk selalu sempurna.
Lisa menekankan pentingnya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Ia merasa terbantu karena berada di lingkungan kerja yang tidak mempromosikan budaya diet ketat atau rasa bersalah terhadap makanan.
Lisa menegaskan bahwa berhenti diet tidak menjamin semua orang akan menurunkan berat badan.
Namun, bagi dirinya, langkah ini menghentikan siklus makan yang tidak sehat dan membuat berat badannya lebih stabil.
Ia menilai bahwa hubungan yang sehat dengan makanan dan tubuh jauh lebih penting dibandingkan mengejar angka tertentu di timbangan.
Baca juga: Diet Keto Bantu Turunkan Berat Badan, tapi Studi Ungkap Risiko Tersembunyi
Tag: #ahli #gizi #berhasil #turun #berat #badan #tanpa #diet #ketat #fokus #pada #timbangan