Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Cairkan Bansos Rp 17,5 Triliun
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
17:08
10 Februari 2026

Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Cairkan Bansos Rp 17,5 Triliun

- Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.

Penyaluran bansos dilakukan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal I-2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan terdapat dua skema bantuan sosial yang disalurkan pemerintah.

Bantuan pertama merupakan bansos reguler yang terdiri dari bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca juga: Cara Mengecek Desil Berapa Lewat HP, Cek Peluang Dapat Bansos 2026

“Ada dua jenis bansos. Yang pertama bansos reguler, yaitu bantuan sembako dan PKH, yang menyasar sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp 17,5 triliun,” ujar Gus Ipul dalam Konpers Stimulus Ekonomi dan diskon Tarif transportasi di Stasiun Gambir pada Selasa (10/2/2026).

Selain bansos reguler, Gus Ipul menyebut Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif untuk penanganan kebencanaan di sejumlah wilayah.

Bantuan ini disalurkan untuk daerah terdampak bencana, termasuk di Sumatera dan wilayah lainnya.

“Yang kedua adalah bansos adaptif, termasuk untuk kebencanaan, dengan nilai lebih dari Rp 2,3 triliun,” kata Gus Ipul.

Di luar itu, Kemensos juga mengalokasikan anggaran bansos atensi atau asistensi rehabilitasi sosial.

Dengan tambahan tersebut, total anggaran bantuan sosial pada kuartal I-2026 mencapai sekitar Rp 20 triliun.

Hingga saat ini, realisasi penyaluran bansos telah menembus Rp 17 triliun.

“Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah sampai Lebaran,” ujarnya.

Penyaluran bantuan sosial selanjutnya

Penyaluran bantuan sosial selanjutnya dijadwalkan berlanjut pada kuartal II-2026, yakni periode April hingga Juni.

Gus Ipul menegaskan, daftar penerima bansos bersifat dinamis karena mengacu pada data tunggal yang terus dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan mekanisme tersebut, seseorang bisa menerima bantuan pada satu kuartal, namun tidak pada kuartal berikutnya, atau sebaliknya.

Dalam penyalurannya, Kemensos menggunakan berbagai mekanisme, mulai dari pembukaan rekening hingga distribusi melalui PT Pos Indonesia.

Pemerintah juga membuka partisipasi publik dalam pemutakhiran data, baik melalui jalur formal di tingkat RT/RW dan pemerintah daerah, maupun melalui kanal pengaduan seperti call center, WhatsApp center, dan aplikasi Cek Bansos.

Gus Ipul menambahkan, hasil verifikasi dan validasi data penerima bansos akan diperingkatkan ke dalam desil kesejahteraan.

Pemerintah memprioritaskan kelompok masyarakat paling rentan sebagai penerima bantuan.

“Fokus utama bantuan diarahkan ke desil 1 dan 2. Kalau alokasi anggarannya masih tersedia, akan kita perluas sampai desil 3 dan 4,” tuturnya.

Baca juga: PNS dan Swasta WFA 5 Hari di Lebaran 2026, Menaker: Upah Tetap Dibayar dan Tak Potong Cuti

Tag:  #jelang #lebaran #2026 #pemerintah #cairkan #bansos #triliun

KOMENTAR