7 Kriteria Orang Kelas Ekonomi Menengah Atas, Apa Saja?
- Tak dipungkiri ada pembagian status ekonomi masyarakat Indonesia dari kelas bawah, menengah ke bawah, menengah ke atas, dan atas.
Polarisasi pembagian seperti ini dianggap indikator keberhasilan perekonomian seseorang.
Menengah ke atas dianggap memiliki perekonomian cukup stabil dan jadi patokan kesuksesan bagi kelas di bawahnya daripada berusaha meraih kalangan atas.
Baca juga: Dari Dapur MBG ke Kopdes, Pemerintah Klaim Ekonomi Bergerak
Sebab, menengah atas cenderung memiliki kekayaan bersih lebih tinggi, aman secara finansial, dan lebih masuk akal diraih.
Lantas seperti apa kritera orang dengan kelas ekonomi menengah ke atas? berikut penjelasannya dikutip dari aol.com.
Baca juga: Purbaya Sentil Ekonom yang Ramal Ekonomi Melambat: Mereka Enggak Tahu Strategi Saya
Memiliki uang lebih setelah belanja bulanan tercukupi
Orang-orang kelas menengah memiliki uang lebih setelah keperluan atau belanja bulanan tercukupi.
Bahkan, uang sisa setelah belanja bulanan dan berinvestasi masih banyak sehingga lebih leluasa membelanjakannya untuk keperluan lain.
Aspek ini memberikan ketenangan batin karena finansial aman.
Baca juga: WFH ASN: Dampak Ekonomi Lokal, UMKM, dan Penghematan Energi
Diversifikasi aset
Orang menengah atas punya beragam aset yang terdiversifikasi. Menambah pundi-pundi penghasilan lebih dari satu lini pendapatan.
Hal ini juga untuk menjaga uangnya dari ancaman inflasi.
Jangan jadikan telur dalam satu keranjang merupakan motto agar tak jatuh miskin bila salah satu usahanya gagal di tengah jalan.
Baca juga: Sinergitas Mesin Ekonomi Baru Menuju Pertumbuhan 8 Persen
Tinggal di lingkungan elite
Elite di sini bukan cuma dilihat dari hunian tapi lebih ke lingkungan.
Orang kelas menengah atas membeli lingkungan yang sehat bagi dirinya dan keluarga.
Uniknya, mereka tak membandingkan gaya hidupnya dengan tetangga kanan kiri, fokus meningkatkan kualitas hidup tanpa harus terganggu lingkungan yang toxic.
Baca juga: INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Terasa di Kehidupan Masyarakat
Tak alami tekanan keuangan
Indikator lain yang menunjukkan Anda adalah orang menengah ke atas ialah tak mengalami tekanan keuangan berlebihan.
Misalnya, biaya listrik rumah, air, hingga pengeluaran tak terduga bisa terganti bahkan lebih dari penghasilan per bulannya.
Pengeluaran tak terduga tidak mengganggu cashflow rumah tangga, menandakan pondasi keuangan yang kuat.
Perubahan gaya hidup positif
Pendapatan yang besar mendukung gaya hidup positif bukan hedon.
Dengan kekuatan finansial yang cukup, Anda bisa mendapat asuransi kesehatan lebih baik, transportasi perjalanan terbaik, hingga menikmati hobi atau minat lebih leluasa tanpa terpaku pada pekerjaan.
Kelas menengah atas memperhatikan kesehatan lebih baik karena kebebasan finansial menjamin itu.
Baca juga: Ekonomi Tak Pasti Bikin Menabung dan Investasi Tak Cukup, Ini Seni Kelola Uang Aman dan Bertumbuh
Memilih pendidikan terbaik
Pepatah Tiongkok kuno pernah berkata berinvestasilah pada tiga hal dasar, keluarga, kesehatan, dan pendidikan.
Menjadi orang menengah ke atas merupakan kesempatan memilih pendidikan terbaik.
Mampu menyediakan pendidikan terbaik merupakan privilage paling masuk akal, membiayai sekolah atau kuliah tanpa terbebani utang.
Mendapat pendidikan terbaik menjamin keberlangsungan hidup layak kedepannya.
Baca juga: Edukasi Finansial Sejak Dini Dinilai Penting Hadapi Ekonomi Digital
Pensiun dini
Orang menengah ke atas yang berhasil diversifikasi aset mendapatkan pendapatan bertubi-tubi menjelang masa pensiun dini.
Tak perlu menunggu tua, pensiun lebih awal merupakan alasan utama kenapa kebebasan finansial harus segera digapai.
Jika hal ini berhasil diwujudkan, selamat Anda merupakan orang berkategori menengah ke atas.
Baca juga: Industri Tembakau Khawatir Aturan Nikotin dan Tar Ganggu Ekonomi