Satya Wacana Salatiga Perkuat Fisik Jelang IBL 2026, Tekankan Sinergi Nutrisi dan Latihan Beban
- Satya Wacana Salatiga menjalin kemitraan nutrisi resmi dengan HiLo menjelang IBL 2026, menargetkan Playoff.
- Fokus tim meliputi pemenuhan gizi pemain, terutama protein, sebagai dasar pemulihan yang efektif.
- Dokter menegaskan distribusi protein merata dan pentingnya latihan beban untuk semua usia demi otot.
Menjelang bergulirnya musim kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026, klub basket profesional Satya Wacana Salatiga melakukan langkah strategis untuk mendongkrak performa tim.
Klub yang berbasis di Salatiga ini resmi menggandeng HiLo sebagai mitra nutrisi resmi (Official Protein Partner) dalam acara konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kolaborasi ini menyoroti pentingnya kombinasi latihan fisik intensif dan pemenuhan nutrisi, khususnya protein, sebagai fondasi utama bagi atlet untuk bersaing di level tertinggi.
Asisten Pelatih Satya Wacana, Revan Jonathan, mengungkapkan bahwa target tim tahun ini adalah menembus papan tengah dan masuk ke babak Playoff.
Untuk mencapai hal tersebut, manajemen tim tidak hanya fokus pada strategi di lapangan, tetapi juga detail asupan gizi pemain.
"Saking padatnya kegiatan, kami membutuhkan asupan protein tambahan. Harapan kami, setiap kali bertanding, pemain bisa menampilkan yang maksimal karena semua kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi," kata Revan dalam konferensi pers.
Dia menekankan bahwa sebelum berbicara mengenai metode pemulihan yang canggih seperti pijat atau ice bath, tiga aspek dasar harus terpenuhi terlebih dahulu, yakni istirahat, makan, dan minum.
"Tanpa itu, recovery dari dalam akan bermasalah. Nyeri otot (DOMS) bisa jadi lebih lama. Bahkan kalau dipijat pun efeknya tidak banyak jika asupan protein tidak terpenuhi," tambahnya.
PerbesarKonferensi pers HiLo x Satya Wacana Salatiga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]Tantangan Student Athlete dan Manajemen Waktu
Raden Nathaniq Sardy, salah satu punggawa Satya Wacana, berbagi pengalamannya menyeimbangkan peran sebagai atlet profesional sekaligus mahasiswa.
Pemain yang berposisi sebagai Shooting Guard dan Small Forward ini mengakui bahwa jadwal hariannya sangat padat, dimulai dari latihan pagi, kuliah, hingga kembali latihan pada sore hari.
"Cara menjaganya adalah manajemen waktu yang baik. Recovery paling utama itu butuh istirahat cukup, serta asupan makanan dan minuman. Saya ingin menjadi inspirasi bagi student athlete lain yang sedang berjuang, bahwa kita bisa bersaing dengan pemain asing sekalipun," ungkap Nathan.
Transformasi fisik Nathan dari remaja kurus menjadi atlet berotot juga menjadi sorotan dalam acara tersebut.
Menurutnya, tubuh atletis tidak didapat hanya dengan bermain basket, melainkan lewat latihan beban yang konsisten dan dukungan nutrisi sejak dini.
Mitos Protein dan Pentingnya Latihan Beban
Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, meluruskan beberapa mitos terkait konsumsi protein.
Dia menjelaskan bahwa strategi terbaik bukanlah menumpuk asupan protein dalam satu waktu, melainkan mendistribusikannya secara merata sepanjang hari.
"Banyak orang berpikir minum protein itu harus langsung banyak setelah latihan. Padahal yang paling baik adalah mendistribusikan dengan rata, dibagi menjadi tiga sampai empat sesi. Bahkan, 30 menit sebelum tidur juga merupakan golden period untuk asupan protein," jelas Andhika.
Dokter Andhika juga menyoroti pentingnya latihan beban untuk segala usia guna mencegah Sarcopenia (penyusutan massa otot). Dia menegaskan bahwa jalan kaki saja tidak cukup untuk membangun otot, bahkan bagi lansia sekalipun.
"Latihan beban itu sepenting itu. Saya punya pasien usia 88 tahun dengan osteoporosis, saya berikan latihan beban menggunakan botol air mineral. Jadi, lansia pun butuh latihan beban dengan takaran yang sesuai, selain kardio yang tidak banyak menghentak," paparnya.
Komitmen pada Ekosistem Kesehatan
Yesaya Christian, perwakilan dari pihak brand, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem olahraga nasional.
Pihaknya tidak hanya menyediakan produk nutrisi, tetapi juga aktif mengampanyekan gaya hidup sehat melalui gerakan #NabungOtot.
"Kita ingin masa tua nanti tidak menjadi beban, tapi tetap kuat dan bahagia. Oleh karena itu, investasi kesehatan harus dimulai dari sekarang, salah satunya dengan latihan beban dan nutrisi tepat," beber Yesaya.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, rencananya akan digelar festival olahraga HiLo Strong Fest pada 4 Juli 2026 mendatang di 14 kota, dengan target partisipasi lebih dari 7.500 orang untuk merayakan semangat melawan Sarcopenia.
Tag: #satya #wacana #salatiga #perkuat #fisik #jelang #2026 #tekankan #sinergi #nutrisi #latihan #beban