9 Penyebab Umum Sakit Perut dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter
Ilustrasi sakit perut. Generasi Muda di Vietnam Alami Krisis Gagal Ginjal, Dokter Ungkap Kebiasaan Tidak Sehat yang Jadi Pemicunya(Freepik/jcomp)
18:36
10 Februari 2026

9 Penyebab Umum Sakit Perut dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter

- Sakit perut adalah keluhan yang hampir setiap orang pernah rasakan. Intensitasnya bisa ringan hingga sangat mengganggu aktivitas. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari asupan makanan hingga beban pikiran.

Menariknya, lambung kerap disebut sebagai otak kedua, karena sangat peka terhadap perubahan fisik maupun emosional. Ketika ada yang tidak beres, perut sering kali menjadi organ pertama yang memberi sinyal.

Dokter keluarga dari Banner Health, Dr. Joel Cooper, DO menyebut, penyebab sakit perut sangat beragam, mulai dari yang umum hingga kondisi serius. 

“Sebagian besar nyeri perut tidak berbahaya, tetapi ada juga yang perlu segera ditangani dokter,” jelas dia, dikutip Banner Health, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Cuma Nyeri Perut Bawah, Pria Ini Ternyata Punya Batu Kandung Kemih Sebesar Telur Burung Unta

Berikut 9 penyebab sakit perut yang paling umum, lengkap dengan cara mengatasinya.

9 Penyebab sakit perut dan cara mengatasinya

1. Keracunan Makanan

Dilansir WebMD, keracunan makanan kerap muncul tanpa disadari, terutama setelah mengonsumsi makanan yang disimpan terlalu lama atau tidak diolah secara higienis. 

Bakteri, virus, dan parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman dapat memicu reaksi peradangan di saluran cerna.

Gejalanya tidak hanya berupa nyeri perut, tetapi juga kram hebat, diare berulang, mual, dan muntah. 

Dalam banyak kasus, keluhan ini muncul beberapa jam setelah makan dan bisa membuat tubuh terasa sangat lemas.

Baca juga: Cara Mencegah Keracunan Makanan pada Anak, Menurut Dokter IDAI

“Keracunan makanan umumnya bersifat sementara dan biasanya membaik dalam waktu 24 jam atau kurang,” ujar Cooper.

Cara mengatasinya yaitu dengan  menjaga tubuh tetap terhidrasi karena diare dan muntah dapat menyebabkan kehilangan cairan. 

Istirahat cukup juga penting agar tubuh fokus melawan infeksi. Bila gejala tidak membaik atau muncul tanda dehidrasi berat, segera hubungi dokter.

Ilustrasi penyakit nyeri lambung.FREEPIK Ilustrasi penyakit nyeri lambung.

2. Gangguan pencernaan (Indigestion)

Gangguan pencernaan sering terjadi akibat pola makan yang kurang teratur, makan terlalu cepat, atau mengonsumsi makanan berlemak dan pedas. 

Kondisi ini juga kerap muncul saat seseorang makan dalam keadaan stres atau kelelahan.

Rasa tidak nyaman biasanya muncul di perut bagian atas, disertai sensasi penuh, begah, atau perih. Meski terasa mengganggu, indigestion umumnya tidak berbahaya.

Atasi dengan memberi jeda waktu bagi lambung untuk beristirahat sering kali sudah cukup membantu.  Namun, jika keluhan terjadi terus-menerus atau semakin sering kambuh, periksakan ke dokter.

Baca juga: Waspadai Efek Jangka Panjang Keracunan Makanan

3. Sembelit

Sembelit terjadi ketika frekuensi buang air besar berkurang atau tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa penuh, kembung, bahkan nyeri.

Perubahan pola makan, kurang asupan serat, stres, hingga efek samping obat tertentu menjadi penyebab paling umum.

“Konstipasi bisa bersifat ringan dan sesekali, tetapi bisa juga menjadi berat. Jika disertai nyeri atau perdarahan, sebaiknya segera mencari pertolongan medis,” kata Cooper.

Cara mengatasi dengan memperbanyak minum air putih, tingkatkan konsumsi serat, dan aktif bergerak untuk membantu kerja usus.

Baca juga: Mengatasi Sembelit Saat Puasa, Ini Cara agar BAB Tetap Lancar

4. Asam lambung dan GERD

Naiknya asam lambung secara berulang atau GERD dapat menimbulkan nyeri perut, sensasi terbakar di dada, rasa asam di mulut, serta batuk kering berkepanjangan. Gejala ini sering memburuk setelah makan atau saat berbaring.

“Asam lambung yang terus naik ke atas dapat meningkatkan risiko Barrett’s esophagus, yang berpotensi berkembang menjadi kanker kerongkongan,” ungkap Cooper

Mengonsumsi antasida dapat membantu meredakan keluhan ringan. Namun, jika gejala berlangsung lebih dari dua minggu, pemeriksaan dokter sangat dianjurkan.

Baca juga: GERD Tak Hanya Soal Lambung, Kesehatan Mental Juga Berperan

5. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase untuk mencerna gula dalam susu. Akibatnya, konsumsi produk susu dapat memicu gas, kembung, diare, dan nyeri perut.

Tingkat keparahan gejala berbeda pada tiap orang, tergantung jumlah laktosa yang dikonsumsi.

Mengurangi asupan produk susu, memilih susu bebas laktosa, atau menggunakan suplemen laktase dapat membantu. Pemeriksaan dokter berguna untuk memastikan diagnosis.

6. Radang usus buntu (Appendicitis)

Radang usus buntu biasanya diawali nyeri di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri ini cenderung semakin hebat dan menetap.

“Salah satu tanda khas radang usus buntu adalah hilangnya nafsu makan, bahkan terhadap makanan yang biasanya sangat disukai,” jelas  Cooper.

Appendicitis merupakan kondisi darurat yang umumnya memerlukan tindakan operasi segera.

Baca juga: Kisah Steven, Sakit Radang Usus akibat Pola Makan dan Hobi Begadang

7. Gangguan ginekologis

Pada perempuan, nyeri perut bagian bawah sering berkaitan dengan siklus menstruasi atau ovulasi. 

Namun, dalam beberapa kasus, nyeri bisa menjadi tanda kondisi serius seperti infeksi saluran kemih, kista ovarium pecah, atau kehamilan ektopik.

Kompres hangat dan obat pereda nyeri dapat membantu keluhan ringan. Jika nyeri menetap atau semakin berat, konsultasi dengan dokter kandungan sangat disarankan.

8. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS merupakan gangguan pencernaan kronis yang sering dipicu oleh stres dan makanan tertentu. Gejalanya meliputi kram perut, kembung, serta perubahan pola buang air besar.

Meski tidak menyebabkan perdarahan atau penurunan berat badan drastis, IBS dapat sangat mengganggu kualitas hidup.

Pengelolaan pola makan, stres, dan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mengatasinya. Jika muncul gejala serius, segera periksa ke dokter.

Baca juga: Makanan Ultraproses Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar pada Perempuan Usia Muda

9. Gangguan kantong empedu

Nyeri perut yang muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak bisa menandakan masalah pada kantong empedu. Nyeri biasanya terasa di perut kanan atas dan dapat berlangsung cukup lama.

“Masalah kantong empedu sering kali memunculkan nyeri di perut kanan atas, tetapi banyak orang merasakannya sebagai sakit perut secara umum,” tutur Cooper.

Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Usus Tanpa Disadari

Tag:  #penyebab #umum #sakit #perut #cara #mengatasinya #menurut #dokter

KOMENTAR