Mata Kering Dominasi Keluhan Pasien, Dokter Soroti Pentingnya Terapi yang Jaga Stabilitas Air Mata
Mata kering atau dry eye disease kini menjadi salah satu gangguan kesehatan mata yang paling sering dikeluhkan masyarakat. Gejalanya beragam, mulai dari rasa kering, perih, sensasi mengganjal, hingga penglihatan kabur yang dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas sehari-hari.
“Dalam praktik sehari-hari, keluhan mata kering hampir selalu muncul pada pasien yang datang berkonsultasi,” ujar Alcon SEA Cluster Head, Patcharin Charmnoot. Ia menilai kondisi ini bukan lagi masalah ringan, melainkan tantangan klinis yang membutuhkan penanganan lebih komprehensif.
Gambaran tersebut sejalan dengan temuan studi retrospektif terhadap 159 pasien mata kering yang dilakukan oleh Lemp MA dan kolega, serta dipublikasikan dalam jurnal Cornea. Studi ini menunjukkan sekitar 50 persen pasien menderita Evaporative Dry Eye, 36 persen mengalami Mixed Dry Eye, dan 14 persen Aqueous Deficient Dry Eye.
“Data ini menegaskan bahwa sebagian besar pasien membutuhkan terapi yang tidak hanya menambah air mata, tetapi juga menjaga lapisan pelindungnya,” jelas Patcharin.
Kondisi mata kering menjadi semakin relevan di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Prevalensi Meibomian Gland Dysfunction (MGD), penyebab utama evaporative dry eye, dilaporkan mencapai 46 hingga 70 persen. “Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan udara, hingga kualitas udara berperan besar memperparah kondisi ini,” terangnya.
Menurut Patcharin, berdasarkan studi internal yang dilakukan, sekitar tiga dari empat pasien yang datang ke dokter mata saat ini mengeluhkan gejala mata kering. “Dari situ kami melihat perlunya solusi yang mampu menjawab berbagai jenis mata kering dalam satu pendekatan terapi,” ujarnya.
Karena itulah, PT Anugrah Argon Medica (AAM), anak usaha PT Medela Potentia Tbk (MDLA), bersama Alcon meluncurkan Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free di Indonesia.
Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica Juliwaty, menyampaikan bahwa produk ini dihadirkan sebagai tetes mata multidose tanpa pengawet yang dapat digunakan untuk seluruh spektrum mata kering. “Kami berharap kehadiran produk ini dapat membantu tenaga medis dalam menangani pasien, khususnya mereka yang mengalami evaporative dry eye dan MGD,” katanya.
MGD merupakan kondisi ketika fungsi kelenjar meibom terganggu sehingga lapisan lipid pada air mata tidak terbentuk optimal. Akibatnya, air mata lebih cepat menguap dan menimbulkan keluhan mata kering yang menetap.
Ketua Indonesian Ocular Infection & Immunology Society (INOIIS) PERDAMI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K), menilai kehadiran terapi tetes mata yang mendukung penanganan MGD sebagai perkembangan penting dalam praktik klinis. “Saat ini kita melihat adanya kemudahan baru dalam penanganan MGD melalui obat tetes mata. Ini menjadi peluang bagi tenaga medis untuk memberikan terapi yang lebih tepat sesuai kebutuhan pasien,” papar dia.
Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free dirancang untuk mendukung seluruh lapisan air mata, termasuk lapisan lipid dan berair, melalui kombinasi teknologi nano-sized lipid droplets dan Hydroxypropyl Guar (HP-Guar). Produk ini juga menggunakan PureFlow® Technology, kemasan multidose tanpa pengawet dengan sistem katup satu arah yang dirancang untuk mencegah kontaminasi.
Dengan tingginya angka keluhan mata kering di masyarakat, kehadiran terapi yang mampu menjaga stabilitas lapisan air mata secara menyeluruh diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang. (*)
Tag: #mata #kering #dominasi #keluhan #pasien #dokter #soroti #pentingnya #terapi #yang #jaga #stabilitas #mata