InJourney Airports Perluas Akses Pasar UMKM Lewat Warteg Gate 37
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memfasilitasi Warteg Gate 37 pada ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.(DOK. INJOURNEY AIRPORTS)
20:56
10 Februari 2026

InJourney Airports Perluas Akses Pasar UMKM Lewat Warteg Gate 37

— PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi dan peningkatan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi Warteg Gate 37 pada ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.

Partisipasi Warteg Gate 37 dalam INACRAFT 2026 yang berlangsung pada 4 sampai 8 Februari 2026 menjadi wujud peran InJourney Airports dalam membuka akses promosi strategis sekaligus memperluas pasar UMKM binaan ke panggung nasional.

Baca juga: Askrindo dan BPD Kalteng Perkuat Pembiayaan UMKM lewat Asuransi Kredit

Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM. SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM.

Di tengah dominasi produk kriya dan kerajinan, kehadiran Warteg Gate 37 mencuri perhatian pengunjung.

Fenomena Warteg Naik Kelas pun menjadi sorotan sepanjang penyelenggaraan pameran.

Konsep warteg tradisional yang dikemas secara profesional dinilai menunjukkan bahwa kuliner rakyat dengan cita rasa khas dan harga terjangkau memiliki daya saing di pasar nasional. Selama pameran berlangsung, tercatat lebih dari 3.000 porsi menu terjual habis.

Keikutsertaan Warteg Gate 37 diisi oleh Warteg Grand Bahari dan Warteg Indo Bahari. Partisipasi tersebut tidak lepas dari dukungan InJourney Airports sebagai bagian dari Holding BUMN InJourney.

Baca juga: Blok M Hub Gojek Berbenah Jadi Spot Gaul Jakarta, Integrasikan Transportasi, Kuliner, dan UMKM dalam Satu Kawasan

Direktur Human Capital InJourney Airports, Adi Nugroho, mengatakan partisipasi warteg binaan di ajang nasional merupakan bagian dari program TJSL perusahaan dalam pemberdayaan UMKM, khususnya pelaku usaha lokal di sekitar bandara dan wilayah operasional perusahaan.

“Keikutsertaan ini adalah bentuk dukungan nyata untuk membuka akses promosi dan memperluas pasar UMKM kuliner agar dapat berkembang dan naik kelas,” ujar Adi.

Warteg di Jakarta tertekan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).KOMPAS.COM/RASYID RIDHO Warteg di Jakarta tertekan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Ia menambahkan, pembinaan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan agar UMKM binaan memiliki daya saing kuat serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Pembinaan UMKM oleh InJourney Airports dilakukan secara berkelanjutan mulai dari pendampingan usaha, pengembangan usaha, hingga dukungan partisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk di ajang INACRAFT 2026,” katanya dalam siaran pers, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: BPOM Sebut Label Pangan Tinggi Gula Wajib untuk Semua, Termasuk UMKM

Program pembinaan UMKM yang dijalankan InJourney Airports mencakup pendampingan usaha, pengembangan kapasitas, hingga fasilitasi partisipasi dalam kegiatan dan pameran berskala nasional.

Pendekatan tersebut dirancang agar UMKM tidak hanya tampil dalam pameran, tetapi juga siap bersaing dan bertransformasi secara bisnis.

Warteg Grand Bahari dan Warteg Indo Bahari merupakan UMKM yang telah lama menjadi binaan InJourney Airports. Keduanya juga tercatat sebagai anggota Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (HIPWIN) serta Koperasi Produsen Usaha Nusantara Jaya (KUNTARA).

Respons pengunjung selama INACRAFT 2026 disebut menjadi indikator minat pasar terhadap kuliner rakyat yang dikembangkan secara profesional. Penjualan lebih dari 3.000 porsi selama lima hari pameran mencerminkan potensi pertumbuhan usaha di sektor tersebut.

Baca juga: UMKM Sawit Binaan BPDP Perkuat Daya Saing Lewat Hilirisasi

Filosofi nama Warteg Gate 37

Adi Nugroho menjelaskan, nama Warteg Gate 37 merepresentasikan UMKM kuliner binaan InJourney Airports.

Angka 37 merujuk pada 37 bandara yang dikelola InJourney Airports sebagai gerbang konektivitas wilayah di seluruh Indonesia.

Nama tersebut, menurut dia, bukan sekadar identitas usaha, melainkan refleksi filosofi dan komitmen perusahaan dalam memberdayakan ekonomi akar rumput secara berkelanjutan.

Warteg dipilih sebagai simbol ekonomi rakyat dan keberagaman kuliner Nusantara.

Baca juga: BI: Transaksi QRIS Didominasi UMKM, Volume dan Nilainya Terus Naik

Konsep tersebut menggambarkan ruang bagi berbagai lapisan masyarakat untuk menikmati makanan yang terjangkau, bergizi, dan autentik, sekaligus mencerminkan semangat kewirausahaan pelaku usaha kecil.

Sementara itu, istilah “Gate” atau gerbang dimaknai sebagai simbol transformasi dan peluang baru. Dalam konteks bandara, gate merupakan titik awal perjalanan menuju destinasi yang lebih luas.

Melalui Warteg Gate 37, InJourney Airports menyatakan ingin membuka akses bagi UMKM kuliner untuk bertransformasi dari usaha lokal menjadi pelaku bisnis yang lebih profesional, terekspos, dan berdaya saing.

Sebagai subholding BUMN di bawah InJourney, InJourney Airports menyampaikan komitmennya untuk terus menjalankan peran strategis, tidak hanya sebagai pengelola bandar udara, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan UMKM Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan.

Tag:  #injourney #airports #perluas #akses #pasar #umkm #lewat #warteg #gate

KOMENTAR