Apakah Takut Menikah itu Wajar? Ini Penjelasan Psikolog
Sampai saat ini, istilah 'marriage is scary' masih ramai di kalangan anak muda. Tak sedikit pula anak muda yang mengaku takut menikah. Tapi, apakah itu wajar?
Menurut Psikolog keluarga Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi., rasa takut ini sangat umum dan sering muncul karena berbagai faktor: pengalaman masa lalu, pengaruh media sosial, hingga kekhawatiran gagal dalam hubungan jangka panjang.
“Ketakutan itu wajar sekali karena pasti ada faktor yang melatarbelakangi,” jelas Sukmadiarti kepada Kompas.com, baru-baru ini.
“Yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar rasa takut itu memengaruhi keputusan dan kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Media sosial dan berita rumah tangga memperkuat kekhawatiran
Tidak bisa dipungkiri, berita perceraian, perselingkuhan, dan konflik rumah tangga di media sosial sering menjadi “trigger” ketakutan.
Anak muda yang sering melihat konten semacam ini cenderung membentuk persepsi negatif tentang pernikahan.
“Bagi sebagian orang, berita itu hanya peringatan untuk lebih selektif dalam memilih pasangan. Tapi bagi mereka yang punya pengalaman konflik keluarga, paparan ini bisa memperkuat ketakutan sehingga menghalangi komitmen,” jelas psikolog Sukmadiarti.
Baca juga: Pasangan Takut Menikah? Begini Cara Menghadapinya Menurut Psikolog
Ilustrasi pasangan.
Pengalaman masa kecil juga berperan
Selain pengaruh media, pengalaman masa kecil sangat menentukan. Anak yang tumbuh menyaksikan konflik atau perceraian orangtua cenderung membawa “mental block” tertentu terhadap komitmen.
“Menerima pengalaman masa lalu, memaafkan keterbatasan orangtua, dan memberi izin pada diri sendiri untuk pulih adalah langkah awal. Ini membuat anak muda lebih siap membangun hubungan yang sehat,” tambahnya.
Baca juga: Takut Menikah Bisa Bikin Hubungan Pacaran Runtuh, Begini Kata Psikolog
Kapan ketakutan menikah jadi tidak sehat
Takut menikah dikatakan tidak sehat bila:
- Terlalu berlebihan hingga menutup diri dari kesempatan menjalin hubungan
- Membuat seseorang merasa cemas terus-menerus saat membicarakan pernikahan
- Menghalangi proses belajar dan beradaptasi dalam hubungan
Dalam kondisi seperti ini, dukungan profesional seperti psikolog atau konselor keluarga bisa membantu mengidentifikasi akar ketakutan dan memberikan strategi mengelolanya.
Baca juga: Kenapa Orang yang Takut Menikah Sering Julid pada Pasangan yang Menikah?
Cara mengelola rasa takut menikah
Anak muda bisa memulai langkah-langkah sederhana:
- Kenali sumber ketakutan – apakah dari pengalaman pribadi, media, atau tekanan sosial.
- Diskusi terbuka dengan pasangan – berbagi kekhawatiran dapat mengurangi rasa cemas.
- Hadapi ketakutan secara perlahan – praktik kecil menghadapi situasi yang menimbulkan cemas.
- Belajar dari pengalaman – setiap hubungan bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kesiapan mental.
“Ketika kita menghadapi rasa takut itu, biasanya kita menemukan bahwa yang kita khawatirkan tidak semenakutkan itu,” kata Sukmadiarti.
Takut menikah adalah hal wajar bagi banyak anak muda, selama rasa takut itu tidak menghalangi kemampuan untuk membangun hubungan.
Yang terpenting adalah mengenali ketakutan, menerima pengalaman masa lalu, dan berani menghadapi komitmen dengan kesiapan mental.
Dengan cara ini, pernikahan bisa dijalani secara sehat, harmonis, dan tetap menjaga jati diri.
Baca juga: Attachment Style Bisa Jadi Alasan Takut Menikah, Ini Penjelasan Psikolog