Departemen Perang AS Integrasikan ChatGPT ke GenAI.mil: Penguatan AI Militer di Bawah Pemerintahan Trump
GenAI.mil memperluas kapabilitasnya melalui integrasi ChatGPT OpenAI ke dalam ekosistem AI militer AS (Fox Business)
22:57
10 Februari 2026

Departemen Perang AS Integrasikan ChatGPT ke GenAI.mil: Penguatan AI Militer di Bawah Pemerintahan Trump

- Departemen Perang Amerika Serikat (U.S. War Department) mengambil langkah strategis dengan menggandeng OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam platform kecerdasan buatan militer GenAI.mil. 

Kebijakan ini menandai pergeseran nyata menuju militer berbasis data dan AI generatif, bukan sekadar digitalisasi administratif. Integrasi tersebut dimaksudkan untuk memperluas kapasitas analisis, komunikasi, dan dukungan keputusan bagi seluruh ekosistem pertahanan AS.

GenAI.mil sendiri diluncurkan pada Desember 2025 sebagai infrastruktur kecerdasan buatan terpadu bagi personel militer, pegawai sipil, dan kontraktor pertahanan AS. Sejak awal, platform ini berjalan di atas model AI Gemini yang disediakan melalui layanan pemerintah Google Cloud, bukan sekadar aplikasi siap pakai. 

Dalam dua bulan pertama operasinya, sistem ini telah digunakan secara aktif oleh lebih dari satu juta personel di berbagai unit, menandakan bahwa adopsi AI di dalam Pentagon bukan lagi eksperimen, melainkan kebutuhan operasional yang cepat mengakar.

Dilansir dari Fox Business, Selasa (10/2/2026), Departemen Perang menegaskan dalam rilis resminya bahwa "ChatGPT akan disediakan untuk meningkatkan pelaksanaan misi dan kesiapsiagaan, serta memberikan kemampuan yang dapat diandalkan bagi kekuatan gabungan." Pernyataan ini menempatkan ChatGPT bukan sebagai eksperimen, melainkan sebagai komponen operasional inti.

Lebih jauh, lembaga tersebut menyatakan bahwa GenAI.mil telah membuktikan keandalannya dengan tingkat ketersediaan penuh sejak peluncuran. Adopsinya disebut telah "mempercepat tempo operasional dan mempertajam keunggulan pengambilan keputusan" para penggunanya. Untuk itu, seluruh personel kini tengah menjalani pelatihan sistematis agar mampu memanfaatkan AI dalam alur kerja sehari-hari.

Langkah integrasi ini sejalan dengan ambisi pemerintahan Donald Trump yang ingin menjadikan AI sebagai prioritas nasional. Dalam kerangka tersebut, Departemen Perang bertransformasi menjadi organisasi berorientasi AI, di mana teknologi generatif tidak lagi periferal, tetapi menjadi tulang punggung operasi modern.

Saat peluncuran awal GenAI.mil, Menteri Perang Pete Hegseth menegaskan orientasi strategis ini dengan mengatakan, "Masa depan peperangan Amerika sudah di sini, dan itu dieja dengan AI." Dia menambahkan bahwa seiring berkembangnya teknologi lawan, AS tidak akan bersikap pasif, melainkan mempercepat inovasi militernya.

Dari sisi industri teknologi, keterlibatan sektor swasta terlihat semakin terinstitusionalisasi dalam arsitektur pertahanan digital AS. CEO Google Sundar Pichai menegaskan bahwa melalui layanan Gemini for Government, lebih dari tiga juta personel sipil dan militer akan memperoleh akses ke model AI mutakhir yang sekelas dengan yang digunakan dunia bisnis, bukan sebagai fasilitas tambahan, melainkan sebagai standar operasional baru untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan produktivitas kerja pemerintahan.

Di tingkat kebijakan, Departemen Perang pada Januari 2026 meluncurkan Artificial Intelligence Acceleration Strategy untuk membongkar hambatan birokrasi lama dan mempercepat adopsi AI di seluruh misi pertahanan. Strategi ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu perang modern, intelijen, dan operasi kelembagaan.

Wakil Menteri Perang untuk Riset dan Rekayasa, Emil Michael, menegaskan urgensi percepatan tersebut dengan pernyataan tajam, "Tidak ada hadiah bagi tempat kedua dalam perlombaan dominasi AI." Menurutnya, Departemen Perang akan bergerak secepat industri teknologi Amerika dengan merekrut talenta terbaik dan mengintegrasikan model AI paling mutakhir ke dalam tubuh militer.

Secara geopolitik, kebijakan ini juga dibaca sebagai respons terhadap percepatan riset AI di Paksi Tiongkok. Dengan memadukan ChatGPT dan Gemini dalam satu ekosistem, Washington berupaya mempertahankan keunggulan teknologi sekaligus mengamankan superioritas strategis di era perang berbasis data. Integrasi ini, pada akhirnya, menandai babak baru militerisasi AI yang akan membentuk keseimbangan kekuatan global di dekade mendatang.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #departemen #perang #integrasikan #chatgpt #genaimil #penguatan #militer #bawah #pemerintahan #trump

KOMENTAR