Perang Senyap AI Global Memanas: Tiongkok Siapkan Minggu Peluncuran Model Unggulan saat Qwen-3.5 dan GLM-5 Tantang Dominasi AS
Ilustrasi AI di layar ponsel menjelang pekan peluncuran model unggulan Tiongkok (SCMP)
23:20
10 Februari 2026

Perang Senyap AI Global Memanas: Tiongkok Siapkan Minggu Peluncuran Model Unggulan saat Qwen-3.5 dan GLM-5 Tantang Dominasi AS

- Perlombaan kecerdasan buatan global memasuki fase baru yang lebih strategis, ketika Republik Rakyat Tiongkok bersiap meluncurkan sederet model unggulan dalam satu pekan krusial menjelang libur Tahun Baru Imlek. Bukan sekadar agenda teknis, momen ini mencerminkan pergeseran keseimbangan kekuatan digital antara Tiongkok dan Amerika Serikat di tengah percepatan inovasi AI awal 2026.

Kompetisi ini memanas setelah perusahaan AS, terutama Anthropic dan OpenAI, merilis model mutakhir mereka dalam waktu berdekatan. Dampaknya terasa langsung di Beijing, Hangzhou, dan Shanghai, tempat laboratorium AI besar bergerak cepat agar tidak kehilangan momentum global maupun keunggulan pertama di pasar.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (10/2/2026), anggota tim pengembang Alibaba Cloud mengajukan usulan pembaruan kode di platform terbuka Hugging Face dan GitHub, menandakan kesiapan generasi baru model Qwen-3.5 sekaligus mengisyaratkan bahwa peluncuran resminya sudah sangat dekat.

Qwen-3.5 dirancang dalam dua varian, 9 miliar dan 35 miliar parameter, serta untuk pertama kalinya membawa dukungan multimodal native. Artinya, model ini mampu memahami dan memproses teks, gambar, dan audio dalam satu sistem terpadu, bukan sebagai modul terpisah seperti banyak model sebelumnya.

Kekuatan teknis Qwen-3.5 bertumpu pada arsitektur generasi berikutnya yang disebut Qwen3-Next. Ketika prototipenya diperkenalkan September lalu, Alibaba menyebutnya sebagai "masa depan model bahasa besar yang efisien." Pernyataan ini menandai ambisi perusahaan untuk menekan biaya komputasi tanpa mengorbankan kualitas.

Zhou Peilin, peneliti AI dari Hong Kong University of Science and Technology, menilai bahwa arsitektur tersebut membawa terobosan nyata. Dia mengatakan, "mekanisme Gated DeltaNet meningkatkan cara model menyimpan dan mempertahankan informasi, sehingga lebih efisien sekaligus lebih stabil dalam tugas kompleks."

Di luar Alibaba, sorotan juga tertuju pada Zhipu AI. Sebuah model bernama Pony Alpha sempat beredar anonim di platform OpenRouter dan memicu perbincangan luas karena performanya di bidang pemrograman dan penalaran. Sumber industri yang berbicara dengan SCMP menyebut model ini sangat mungkin merupakan cikal bakal GLM-5, generasi terbaru Zhipu yang akan disempurnakan saat rilis resmi.

Paralel dengan itu, perusahaan Shanghai, MiniMax, terpantau menyiapkan pembaruan M2.2 sebagai penyempurnaan terbatas dari M2.1, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pengodean. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya raksasa teknologi yang bergerak, tetapi juga start-up AI berlomba menajamkan spesialisasi mereka.

Di panggung global, pekan peluncuran Tiongkok terjadi hanya beberapa hari setelah rilis Claude Opus 4.6 dan GPT-5.3-Codex di Amerika Serikat. Banyak analis melihat dinamika ini sebagai bukti bahwa insentif pasar mendorong kecepatan inovasi, sementara standar keselamatan terus diuji di setiap iterasi model baru.

Keseluruhan rangkaian langkah ini menegaskan satu hal. Perang senyap AI tidak lagi sekadar soal siapa memiliki model paling canggih, melainkan siapa mampu membangun ekosistem, menguasai rantai pasok komputasi, dan memenangkan kepercayaan pengguna global dalam jangka panjang.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #perang #senyap #global #memanas #tiongkok #siapkan #minggu #peluncuran #model #unggulan #saat #qwen #tantang #dominasi

KOMENTAR