Industri Camilan Tumbuh, Produsen Baca Peluang Konsumsi 2026
Peluncuran kemasan baru Kacang Dua Kelinci di Jakarta, Selasa (10/2/2026).(DOK..KACANG DUA KELINCI)
23:28
10 Februari 2026

Industri Camilan Tumbuh, Produsen Baca Peluang Konsumsi 2026

— Industri makanan ringan di Indonesia terus menunjukkan kinerja positif memasuki 2026, seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang makin menjadikan camilan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Preferensi konsumen sekarang jauh lebih beragam dan teredukasi. Tantangan kami saat ini adalah menghadirkan produk yang tetap gurih, tetapi juga memiliki nilai fungsional dan terasa guilt-free,” ujar Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci Emmanuel Dean dalam peluncuran kemasan baru di Jakarta, Selasa (10/2/2026), melalui keterangan pers.

Data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mencatat industri makanan dan minuman nasional tumbuh sekitar 6,49 persen hingga kuartal III 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.

Pertumbuhan tersebut ikut mendorong pasar makanan ringan, yang diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, ditopang peningkatan jumlah kelas menengah dan kebiasaan konsumsi camilan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Momentum konsumsi juga diperkuat faktor musiman seperti Ramadhan dan Idul Fitri, serta peran e-commerce yang mendorong transaksi produk fast moving consumer goods (FMCG) sepanjang 2025.

Baca juga: Genjot Ekspor, RI Hadirkan Camilan Tempe hingga Jamu di Singapura

Membaca Perubahan Selera Konsumen

Melihat potensi pasar tersebut, produsen camilan melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari inovasi produk hingga strategi pemasaran. Salah satunya dengan pembaruan kemasan yang dinilai lebih relevan dengan gaya hidup konsumen saat ini.

Emmanuel menyebut 2026 sebagai era hyper-personalization, ketika produsen tidak lagi bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh konsumen. Menurut dia, kategori kacang kulit dan biji-bijian seperti kacang koro dan polong berpotensi mengambil porsi pasar lebih besar karena kandungan protein dan serat alaminya.

Ia menambahkan, pemasaran kini tidak lagi sebatas komunikasi satu arah. Keterlibatan dengan komunitas, hobi, hingga olahraga menjadi faktor penting agar produk hadir di momen yang tepat dalam keseharian konsumen.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri Sales & Marketing Director PT Dua Kelinci Theo T. Gazali serta Head of Marketing PT Dua Kelinci Albert Natalius.

Pembaruan yang dilakukan produsen, lanjut Emmanuel, tidak hanya menyentuh aspek visual, tetapi juga menjadi upaya menjaga relevansi di tengah keragaman preferensi keluarga Indonesia.

“Bagi kami, kebersamaan adalah tentang hadir dan berbagi momen meski preferensi tiap orang berbeda,” kata Emmanuel.

Baca juga: 4 Orang Terkaya di Indonesia dari Jualan Camilan

Program Musiman Dongkrak Daya Tarik

Selain strategi produk, momentum Ramadhan juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen melalui program promosi berbasis digital.

Dalam menyambut Ramadhan, Dua Kelinci menghadirkan program kuis digital #AlbumKeluargaDuaKelinci yang mengajak keluarga membagikan cerita kebersamaan mereka.

Melalui program ini, lima keluarga terpilih berkesempatan memperoleh uang tunai THR belanja senilai Rp 10 juta per keluarga serta berkolaborasi dalam pembuatan konten. Sebanyak 20 keluarga lainnya akan mendapatkan dompet digital masing-masing senilai Rp 1 juta.

Program tersebut berlangsung mulai 10 Februari 2026 hingga 25 Maret 2026. 

Tag:  #industri #camilan #tumbuh #produsen #baca #peluang #konsumsi #2026

KOMENTAR