Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
Ilustrasi anak berlari di lantai licin. (Dok. Ist)
23:00
10 Februari 2026

Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak

Baca 10 detik
  • Aktivitas anak berlari di lantai rumah yang licin berisiko menyebabkan cedera seperti memar, keseleo, hingga benturan kepala.
  • Orang tua harus mengenali dan segera mengeringkan area rawan basah seperti dapur dan kamar mandi serta memasang keset anti-slip.
  • Pencegahan tambahan termasuk penggunaan lapisan anti-slip pada lantai keramik atau granit untuk meningkatkan daya cengkeram permukaan.

Anak-anak senang berlari, melompat, dan bermain di dalam rumah. Sayangnya, aktivitas ini bisa berisiko ketika lantai licin. Terpeleset bisa terjadi sangat cepat dan berujung cedera seperti memar, keseleo, hingga benturan kepala. Karena itu, penting bagi orang tua mengenali titik bahaya dan melakukan pencegahan sejak awal.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko anak terpeleset di rumah:

1. Kenali Area Lantai yang Paling Rawan

Perhatikan area yang sering basah atau lembap seperti kamar mandi, dapur, teras, dan dekat wastafel. Lantai berbahan keramik, granit, atau marmer juga cenderung licin saat terkena air meski terlihat bersih dan kering.

2. Segera Keringkan Lantai Basah

Jangan biarkan genangan air terlalu lama. Setelah mandi, mencuci piring, atau mengepel, pastikan lantai benar-benar kering sebelum anak kembali beraktivitas di area tersebut.

3. Gunakan Keset dan Alas Anti-Slip

Letakkan keset penyerap air di depan kamar mandi, wastafel, dan pintu masuk rumah. Pilih keset dengan bagian bawah anti-slip agar tidak ikut bergeser saat diinjak anak.

4. Perhatikan Cairan Pembersih Lantai

Beberapa cairan pembersih bisa meninggalkan residu yang membuat lantai terasa lebih licin. Gunakan sesuai takaran dan pastikan dibilas atau dipel ulang dengan air bersih bila perlu.

5. Pastikan Pencahayaan Cukup

Lantai basah kadang sulit terlihat, terutama di sudut rumah yang redup. Pencahayaan yang baik membantu orang tua lebih cepat menyadari area berbahaya sebelum anak melintas.

6. Ajarkan Anak untuk Tidak Berlari di Area Basah

Meski sulit membatasi gerak anak, biasakan memberi pengertian sederhana agar mereka lebih berhati-hati, terutama setelah mandi atau saat lantai baru dipel.

7. Gunakan Lapisan Anti-Slip pada Permukaan Lantai

Untuk perlindungan ekstra, orang tua bisa mempertimbangkan penggunaan lapisan atau cairan anti-slip yang membantu meningkatkan daya cengkeram lantai tanpa perlu renovasi besar.

Salah satu solusi praktis yang tersedia adalah No Slipy Gel dari JIB, produk gel anti-slip ini dapat diaplikasikan pada keramik, marmer, granit, hingga lantai kamar mandi. Cara pakainya cukup dengan mengoleskan pada lantai yang bersih dan kering, diamkan 10–15 menit, lalu bilas. Permukaan lantai tetap terlihat sama, tetapi memiliki efek anti-slip yang membantu mengurangi risiko anak terpeleset saat bermain di rumah.

Keamanan rumah bukan hanya soal pagar dan kunci, tapi juga tentang setiap langkah kecil di dalamnya. Lantai yang lebih aman membantu orang tua memberi ruang bagi anak untuk bermain aktif tanpa rasa khawatir berlebihan.

Editor: Vania Rossa

Tag:  #lantai #licin #rumah #ancaman #diam #diam #bagi #keselamatan #anak

KOMENTAR