Epstein Files: Berkas DOJ Ungkap Jeffrey Epstein Mendanai Bitcoin, Coinbase, dan Blockstream di Masa Awal Kripto
Jeffrey Epstein dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (The Guardian)
22:21
10 Februari 2026

Epstein Files: Berkas DOJ Ungkap Jeffrey Epstein Mendanai Bitcoin, Coinbase, dan Blockstream di Masa Awal Kripto

- Dokumen Epstein Files yang baru-baru ini dibuka ke publik oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ) kembali memicu kontroversi. Berkas ini mengungkap jaringan finansial yang mengaitkan Jeffrey Epstein, terpidana kasus eksploitasi seksual, dengan fase awal perkembangan aset kripto global, termasuk Bitcoin, Coinbase, dan Blockstream. 

Temuan ini berpotensi mengubah cara industri kripto memandang sejarah pendanaan teknologi keuangan digital yang kini menjadi arus utama. Dilansir dari The Guardian, Selasa (10/2/2026), ratusan ribu halaman dokumen yang kini dapat diakses publik menunjukkan bahwa Epstein bukan sekadar penyumbang pasif. Ia terlibat sebagai investor dalam sejumlah perusahaan kripto terkemuka pada 2014, enam tahun setelah ia dihukum di Florida pada 2008 atas permintaan prostitusi terhadap anak di bawah umur.

Berkas DOJ memperlihatkan bahwa Epstein menyalurkan sekitar USD 3 juta, atau sekitar Rp 50,4 miliar berdasarkan kurs Rp 16.800 per USD, ke Coinbase, bursa aset digital terbesar di Amerika Serikat. Dana ini disalurkan melalui perusahaan yang berbasis di Kepulauan Virgin Amerika Serikat dan menjadi bagian dari putaran pendanaan Seri C Coinbase pada masa awal pertumbuhannya.

Menurut catatan DOJ, investasi tersebut difasilitasi oleh Brock Pierce, tokoh berpengaruh dalam ekosistem kripto yang berperan sebagai perantara. Fred Ehrsam, salah satu pendiri Coinbase, tercatat berkomunikasi terkait investasi ini dan menulis bahwa ia ingin "bertemu dengan Epstein jika memungkinkan," yang menunjukkan adanya kesadaran internal terhadap keterlibatan Epstein.

Selain Coinbase, dokumen yang sama menunjukkan bahwa Epstein menanam sekitar USD 500 ribu atau sekitar Rp 8 miliar ke Blockstream, perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan infrastruktur Bitcoin. Investasi ini dilakukan melalui dana yang terkait dengan hubungannya dengan Joichi Ito, mantan direktur MIT Media Lab.

Dalam korespondensi internal, Blockstream menegaskan bahwa keterlibatan Epstein bersifat tidak langsung dan menyatakan bahwa perusahaan "tidak memiliki hubungan keuangan langsung maupun tidak langsung dengan Jeffrey Epstein atau warisannya." Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Adam Back setelah dokumen DOJ memicu sorotan publik.

Namun, email yang terungkap juga menunjukkan bahwa para pendiri Blockstream pernah diundang oleh Epstein ke St. Thomas, dekat pulau pribadinya Little Saint James. Fakta ini memicu kritik terhadap hubungan antara tokoh awal Bitcoin dan Epstein, meskipun tidak ada bukti keterlibatan operasional.

Respons komunitas kripto terbelah. Luke Dashjr, kontributor awal pengembangan Bitcoin, menyerukan pengunduran diri Adam Back sebagai CEO Blockstream. Ia menyatakan, "Epstein tampaknya berusaha melemahkan jaringan, perusahaan, dan para pengembang Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa orang jahat sering mencoba menghancurkan hal-hal yang baik."

Sebaliknya, Charlotte Fang, pendiri perusahaan seni berbasis NFT, Remilia, menilai pengaruh Epstein terhadap arah industri sangat kecil. Ia menegaskan, "Bitcoin adalah teknologi terdesentralisasi yang tidak bergantung pada pendanaan eksternal. Epstein hanyalah investor skeptis yang masuk terlambat dan keluar lebih cepat daripada yang seharusnya."

Pengungkapan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang etika dan tata kelola pendanaan di sektor teknologi finansial. Sejumlah analis menilai berkas DOJ memperlihatkan kelemahan dalam penyaringan sumber dana pada tahap awal startup kripto.

Dalam konteks industri yang semakin matang, kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan kripto untuk memperketat pemeriksaan latar belakang investor dan meningkatkan transparansi pendanaan. Meskipun tidak ada bukti bahwa Epstein mengendalikan teknologi inti Bitcoin atau kebijakan perusahaan, keterkaitannya tetap memicu perdebatan global.

Seiring nilai pasar Bitcoin dan aset kripto lainnya yang terus berperan dalam sistem keuangan modern, rilis berkas DOJ berpotensi mendorong evaluasi ulang terhadap peran investor kontroversial dalam sejarah lahirnya ekonomi digital global.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #epstein #files #berkas #ungkap #jeffrey #epstein #mendanai #bitcoin #coinbase #blockstream #masa #awal #kripto

KOMENTAR