5 Desa Wisata di Bali dengan Budaya yang Kuat, Cocok untuk Liburan Bareng Anak
Panorama persawahan di Desa Ubud, Bali.(Dok. Indonesia Travel)
20:07
10 Februari 2026

5 Desa Wisata di Bali dengan Budaya yang Kuat, Cocok untuk Liburan Bareng Anak

- Pariwisata Bali tidak hanya bertumpu pada pantai dan resor mewah.

Ada sejumlah desa wisata di Pulau Dewata justru menawarkan pengalaman berbeda melalui tradisi, seni, dan kehidupan masyarakat lokal yang masih terjaga.

Dari desa seniman hingga desa adat tertua, destinasi-destinasi ini menjadi pilihan wisata yang memperkaya cara melihat Bali. Kamu bisa mengajak anak untuk belajar soal tradisi dan budaya warga setempat.

Berikut ulasan desa wisata di Bali yang bisa dijadikan pilihan untuk liburan bersama anak.

1. Desa Ubud, Gianyar

Desa Ubud yang terletak di Kabupaten Gianyar telah lama menjadi ikon pariwisata Bali dan dikenal hingga mancanegara.

Desa ini merupakan pusat kesenian, budaya, dan pariwisata di Pulau Dewata.

Majalah perjalanan internasional seperti Condé Nast Traveller bahkan menobatkan Ubud sebagai desa wisata terbaik di Asia dan desa wisata terbaik kedua di dunia.

Dikelilingi pemandangan sawah yang indah, wisatawan dapat menikmati pertunjukan tari tradisional seperti Legong dan Barong.

Galeri seni dan pusat kerajinan tersebar di berbagai sudut desa.

Wisatawan bisa belajar membatik di Sukawati Art Market, menyaksikan proses pembuatan patung dan ukiran kayu di Desa Mas, hingga berburu lukisan khas Bali bergaya Ubud.

Suasana Ubud yang tenang membuat banyak seniman dan pelaku industri kreatif dari berbagai negara menetap di sini.

Dengan fasilitas akomodasi kelas dunia serta restoran lokal dan internasional, Ubud dikenal sebagai desa wisata kelas dunia.

  • Lokasi: Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
  • Jam oprasional: 09.00 - 17.00 WITA

Baca juga: Geser Bali, Phu Quoc Vietnam Siap Jadi Tren Wisata Dunia 2026

2. Desa Tenganan, Karangasem

Salah satu pintu masuk rumah masyarakat di Desa Tenganan, Bali, yang masih tradisional. Salah satu pintu masuk rumah masyarakat di Desa Tenganan, Bali, yang masih tradisional.Desa Tenganan di Kabupaten Karangasem merupakan salah satu desa Bali Aga atau Bali Mula.

Penduduknya diyakini sebagai keturunan asli masyarakat Bali dan hingga kini masih memegang teguh adat-istiadat serta kepercayaan kuno warisan leluhur.

Daya tarik utama desa ini meliputi rumah tradisional beratap alang-alang, kerajinan tangan khas, serta upacara adat unik seperti Mekare-Kare dan Ngusaba Sambah yang digelar menjelang masa panen padi.

Sistem ekonomi khas bernama Poleng, yang tidak menggunakan uang sebagai alat transaksi, juga menarik untuk dipelajari.

Wisatawan disarankan membawa pulang kain tenun geringsing khas Bali Aga yang dibuat secara turun-temurun menggunakan warna alami tanpa bahan sintetis.

  • Lokasi: Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali
  • Jam buka: 07.00 – 18.00 WITA

Baca juga: Astungkara Trail Bali Jadi Juara Readers’ Choice 2026 untuk Kategori Wellness

3. Desa Batubulan, Gianyar

Tari Barong Bali. Shutterstock Tari Barong Bali. Desa Batubulan di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali dikenal sebagai desa seniman dan pengrajin batu.

Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai penari, pematung, serta pengrajin patung batu dan ukiran kayu.

Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan tari Bali seperti Barong, Legong, dan Kecak yang digelar di wantilan atau panggung terbuka di halaman pura.

Di sepanjang Jalan Raya Batubulan, berbagai kerajinan seperti topeng, patung kayu, dan pahatan batu paras putih dijual dengan beragam ukuran dan tema.

Proses pembuatan kerajinan yang bisa disaksikan langsung serta suasana desa yang asri menjadikan Batubulan sebagai desa wisata yang Instagramable.

  • Lokasi: Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
  • Jam buka: 08.00–18.00 WITA (pertunjukan tari pagi hari)

Baca juga: Disebut Lebih Indah dari Bali, Pengunjung Pulau Ini Naik 60 Persen di Januari 2026

4. Desa Penglipuran, Bangli

Rumah di Desa Panglipuran, Bali DOK. Shutterstock/Gekko GalleryShutterstock/Gekko Gallery Rumah di Desa Panglipuran, Bali DOK. Shutterstock/Gekko GalleryDesa Penglipuran terletak di kaki Gunung Batur, tepatnya di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli.

Desa yang berusia lebih dari 1.000 tahun ini masih mempertahankan tata ruang dan arsitektur tradisional Bali.

Rumah-rumah warga berbentuk panggung dengan atap ijuk dan tembok tanah liat, tersusun rapi dan saling terhubung.

Berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, desa ini menawarkan udara sejuk dan suasana tenang.

Wisatawan dapat menyaksikan berbagai ritual adat seperti odalan dan perayaan Galungan, belajar membuat canang, bersepeda mengelilingi desa, atau sekadar menikmati kedamaian lingkungan.

  • Lokasi: Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali
  • Jam buka: 08.00 – 17.00 WITA

Baca juga: Emirates Kurangi Operasi Pesawat Super Jumbo Airbus A380 pada 2026, Termasuk di Bali

5. Desa Trunyan, Bangli

Pengunjung menyaksikan pohon trunyan yang berusia tua di Desa Trunyan, Kintamani, Bali.EKA JUNI ARTAWAN Pengunjung menyaksikan pohon trunyan yang berusia tua di Desa Trunyan, Kintamani, Bali.Desa Trunyan terletak di tepi Danau Batur, Kabupaten Bangli, dan dikenal sebagai desa tertua di Bali.

Desa ini memiliki tradisi pemakaman unik yang berbeda dari kebiasaan masyarakat Bali pada umumnya.

Jenazah warga tidak dikubur atau dikremasi, tetapi diletakkan di tempat terbuka yang disebut kuburan alam.

Baca juga: Bukit Trunyan Bali: Harga Tiket, Jam Buka,dan Lokasi

Mayat dibaringkan di anyaman bambu di bawah pohon besar dan dibiarkan terurai secara alami.

Tradisi ini diyakini telah berlangsung ratusan tahun dan dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap leluhur.

Selain tradisi pemakaman, panorama Danau Batur dan udara pegunungan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Pengunjung diimbau menjaga sikap dan etika selama berada di kawasan desa.

  • Lokasi: Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali
  • Harga: Sekitar Rp 160.000
  • Jam buka: 08.00 – 16.00 WITA

Tag:  #desa #wisata #bali #dengan #budaya #yang #kuat #cocok #untuk #liburan #bareng #anak

KOMENTAR