Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Madiun Melonjak hingga Rp 80.000 Per Kilogram
SIDAK—Tim Satgas Pangan Polres Madiun bersama Pemkab Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Caruban, di Pasar Sayur Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (10/2/2026). Hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan harga cabai melonjak hingga Rp 80.000 perkilogram.(KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)
21:16
10 Februari 2026

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Madiun Melonjak hingga Rp 80.000 Per Kilogram

- Menjelang bulan suci Ramadhan, harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Madiun, Jawa Timur melonjak hingga Rp 80.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit dipicu faktor cuaca ekstrem yang mengakibatkan panen di petani berkurang.

Kenaikan harga cabai rawit ditemukan saat Satgas Pangan Polres Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Caruban, di Pasar Sayur Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (10/2/2026).

Hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan harga cabai melonjak hingga Rp 80.000 per kilogram.

Baca juga: Stok Melimpah, Harga Cabai Ambon Stabil Jelang Ramadhan

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi Anto Prabowo menyatakan sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan.

Dari beberapa bahan pokok yang melonjak, cabai rawit mengalami kenaikan harga tertinggi hingga Rp 80.000 per kilogram.

“Petugas mencatat adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu. Kami menemukan adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp 80.000 per kilogram, bawang merah di angka Rp 35.000 per kilogram dan telur ayam ras di harga Rp 28.300 per kilogram,” kata Agus.

Agus menuturkan kenaikan harga cabai rawit terjadi akibat faktor cuaca yang mempengaruhi hasil produksi petani yang menurun.

Kondisi itu berdampak harga di tingkat pasar. “Kenaikan ini disinyalir terjadi akibat faktor cuaca (ekstrem) yang mempengaruhi hasil produksi petani,” jelas Agus.

Kendati ditemukan beberapa harga bahan pokok naik, kata Agus, namun stok bahan pokok di Kabupaten Madiun secara umum dinyatakan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan.

Selain harga bahan pokok, Satgas Pangan Polres Madiun juga mengecek perizinan terhadap pemilik toko dan kios.

Hal itu dilakukan untuk memastikan legalitas dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat. “Kami akan terus mengawasi ketat peredaran bahan pokok di seluruh wilayah Kabupaten Madiun untuk memastikan kebutuhan bahan makanan bagi warga aman,” jelas Agus.

Agus juga meminta agar pedagang menjual beras dan minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini penting untuk menjamin masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau dan kualitas yang aman.

Dalam sidak tersebut, pihak Bulog Madiun juga melakukan sosialisasi intensif terkait ketersediaan beras dan Minyak Kita.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menekan harga di pasar agar kembali sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sariyanto memastikan stok bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng terjamin aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.

Saat ini stok beras di Bulog Cabang Madiun mencapai sekitar 58.000 ton dan minyak kita tersedia 500.000 liter. “Jadi stok beras dan minyak kita aman untuk kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan,” tutur Agung.

Agung mengatakan penyaluran beras SPHP, selama Januari hingga Februari 2026 tercatat sudah mencapai 1.325 ton.

Sementara permintaan beras SPHP mengalami peningkatan dari 100 ton hingga 200 ton di wilayah kerja Bulog Cabang Madiun.

Tim Satgas Pangan Polres Madiun bersama Pemkab Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Caruban, di Pasar Sayur Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (10/2/2026). Hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan harga cabai melonjak hingga Rp 80.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Rp 80.000 Per Kilogram, Wamendag: Faktor Cuaca

Tag:  #jelang #ramadhan #harga #cabai #rawit #madiun #melonjak #hingga #80000 #kilogram

KOMENTAR