Mati-matian Kalahkan Emil Audero Cs, Pelatih Atalanta Loncat Kegirangan
- Atalanta, di bawah asuhan Raffaele Palladino, menang 2-1 atas Cremonese dalam Serie A pada Senin (9/2/2026).
- Kemenangan dicapai meskipun tim menghadapi kesulitan dan kehilangan beberapa pemain kunci sebelum pertandingan.
- Palladino memuji kedewasaan tim yang mampu merespons positif meski harus mengganti pemain mendadak karena cedera.
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, memuji kedewasaan timnya setelah meraih kemenangan 2-1 atas Cremonese dalam lanjutan Serie A, Senin (9/2/2026) waktu setempat.
Palladino mengaku bahwa anak asuhnya harus berjuang ekstra keras untuk bisa kalahkan Emil Audero dan kawan-kawan.
Gawang Emil Audero dua kali dirobek oleh pemain Atalanta. Pertama oleh Nikola Krstovic pada menit ke-13, lalu Davide Zappacosta menit ke-25.
Kemenangan ini terasa penting bagi Atalanta yang sebelumnya tampil percaya diri usai membantai Juventus 3-0 di perempat final Coppa Italia. Namun, mereka sempat kesulitan menghadapi Emil Audero dkk.
Palladino menilai seluruh pemain menunjukkan respons positif, termasuk mereka yang jarang mendapat menit bermain.
“Itu jawaban penting dari skuad, termasuk pemain seperti Mario Pasalic dan Lazar Samardzic yang harus masuk mendadak,” ujar Palladino kepada DAZN Italia.
Perubahan mendadak terjadi setelah Charles De Ketelaere mengalami masalah lutut saat pemanasan.
Atalanta juga kehilangan Gianluca Scamacca, sementara Marten de Roon dan Honest Ahanor harus absen karena skorsing.
Meski opsi terbatas, sejumlah pemain tampil impresif.
Sead Kolasinac yang lama tak menjadi starter serta Krstovic mendapat pujian khusus atas kontribusinya.
“Saya suka melihat siapa pun yang dimainkan mampu melangkah maju dan memberikan kemampuan terbaik. Mereka berkeringat untuk jersey, itulah semangat yang ingin dilihat para fans,” tegas Palladino.
Sejak mengambil alih kursi pelatih dari Ivan Juric, Palladino berhasil mengubah wajah Atalanta.
Saat itu, klub berada di posisi ke-13 klasemen dan hanya unggul satu poin dari Cremonese.
Kini, Atalanta telah menembus semifinal Coppa Italia dan mengamankan tiket play-off Liga Champions.
Meski begitu, Palladino tetap mengingatkan timnya agar tidak cepat puas.
“Kami bahagia dan bangga, tapi belum melakukan apa pun. Kami masih tertinggal di klasemen Serie A,” katanya.
“Saya menyebut laga ini sebagai tes kedewasaan, dan saya melihat tim yang sangat matang.”
Kontributor: Adam Ali
Tag: #mati #matian #kalahkan #emil #audero #pelatih #atalanta #loncat #kegirangan