Bukan Hanya Berat dan Tinggi Badan, Perhatikan Indikator Lain dalam Tumbuh Kembang Anak
– Berat badan dan tinggi badan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengukur tumbuh kembang anak. Ketika grafik keduanya terlihat naik sesuai usia, orangtua sering merasa anak tumbuh dengan baik.
Padahal, tumbuh kembang anak tidak bisa dinilai hanya dari ukuran fisik semata. Ada indikator lain yang tak kalah penting dan perlu diperhatikan secara konsisten sejak dini.
Dokter Spesialis Anak Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH menjelaskan bahwa salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang anak adalah kualitas tidur.
Baca juga: Nikita Willy Sarankan Tak Bandingkan Anak dengan Standar Media Sosial
“Banyak yang sudah dengar soal tidur. Tidur itu sampai usia 7 tahun, idealnya tidur malamnya 10 jam dan tidak terputus,” ujar dr. Mesty dalam acara live podcast Expert Boost by Tentang Anak di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Kualitas Tidur Berpengaruh pada Pertumbuhan Anak
Tidur bukan hanya soal istirahat, tetapi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan, durasi dan kualitas tidur berperan besar dalam proses pertumbuhan anak. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang penting untuk perkembangan fisik dan fungsi tubuh lainnya.
Sebagai contoh, jika anak harus bangun pukul 6 pagi, maka waktu tidur ideal sebaiknya sudah dimulai sekitar pukul 8 malam.
Namun, dr. Mesty menekankan bahwa tidur yang dimaksud bukan sekadar masuk ke kamar tidur.
“Jam 8 itu sudah tidur, bukan baru masuk kamar. Jadi masuk kamarnya bisa sekitar jam 7 malam,” jelasnya.
Tidur yang kurang, terputus-putus, atau tidak konsisten dapat berdampak pada pertumbuhan tinggi badan, daya tahan tubuh, hingga konsentrasi anak di siang hari.
Baca juga: Pahami Perubahan Pola Asuh Orangtua Hadapi Anak Mulai Dewasa
Pertumbuhan Tercepat Terjadi di Awal Kehidupan
Selain tidur, dr. Mesty juga menyoroti fase awal kehidupan anak yang sangat menentukan pertumbuhan jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 30 persen pertumbuhan tinggi badan terjadi sangat cepat, yakni sejak masa kehamilan hingga satu tahun pertama kehidupan.
“Pertumbuhan itu 30 persen terjadi sangat cepat di kehamilan dan satu tahun pertama,” ujar dr. Mesty.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya memastikan kenaikan berat badan anak optimal pada periode tersebut.
Berat badan yang naik sesuai kebutuhan akan mendukung pertumbuhan tinggi badan yang optimal pula.
Menurutnya, perhatian pada fase awal ini penting karena akan memengaruhi pertumbuhan anak di tahap selanjutnya.
Baca juga: Pahami 4 Perasaan Anak saat Ia Terlihat Putus Asa, Menurut Psikolog
Waspadai Pubertas Terlalu Dini
Indikator lain yang juga perlu diperhatikan adalah tanda-tanda pubertas. Dr. Mesty mengingatkan orangtua untuk waspada jika pubertas terjadi terlalu cepat.
Pertumbuhan yang terlalu cepat di awal tanpa pengawasan yang baik dapat berpengaruh pada waktu pubertas anak.
Pubertas dini bukan hanya soal perubahan fisik, tetapi juga berdampak pada kesiapan emosional dan psikologis anak.
Dengan memantau pola tidur, pertumbuhan berat badan yang optimal sejak dini, serta perkembangan pubertas, orangtua dapat memperoleh gambaran tumbuh kembang anak yang lebih menyeluruh.
"Pada akhirnya, kita juga waspada, pastikan pubertasnya tidak terlalu cepat," ucap dr. Mesty.
Baca juga: Pola Makan Anak Dibentuk Sejak Kehamilan, Hindari Kesalahan Ini
Dr. Mesty menegaskan bahwa grafik berat dan tinggi badan tetap penting, tetapi seharusnya tidak menjadi satu-satunya tolok ukur.
Pola tidur, fase pertumbuhan awal, serta tanda-tanda perkembangan biologis lain perlu diperhatikan bersamaan agar orangtua tidak terlambat mengenali potensi masalah tumbuh kembang.
Dengan pemantauan yang menyeluruh dan konsisten, tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal sesuai tahapan usianya.
Tag: #bukan #hanya #berat #tinggi #badan #perhatikan #indikator #lain #dalam #tumbuh #kembang #anak