Taiwan Tolak Target AS Pindahkan 40 Persen Produksi Chip ke Amerika
Ilustrasi chip.(FREEPIK/XB100)
19:40
10 Februari 2026

Taiwan Tolak Target AS Pindahkan 40 Persen Produksi Chip ke Amerika

— Taiwan menyatakan usulan Amerika Serikat (AS) untuk memindahkan 40 persen kapasitas rantai pasok semikonduktor Taiwan ke Negeri Paman Sam adalah mustahil.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri dan negosiator dagang utama Taiwan, Cheng Li-chiun, dalam wawancara televisi.

Dikutip dari Reuters, Selasa (10/2/2026), penolakan itu muncul di tengah tekanan baru dari Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick yang memosisikan strategi rantai pasok chip sebagai isu keamanan nasional dan prioritas ekonomi bagi pemerintahan AS.

Baca juga: China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan soal Relokasi Pabrik Cip

Ilustrasi chip komputer.PEXELS/PIXABAY Ilustrasi chip komputer.

Tekanan AS: target 40 persen kapasitas pabrik chip di dalam negeri

Dalam wawancara sebelumnya, Lutnick menjelaskan tujuan pemerintahan AS untuk mencapai 40 persen pangsa pasar manufaktur semikonduktor canggih di dalam negeri AS sebelum masa jabatannya berakhir.

"Anda tidak bisa memiliki seluruh manufaktur semikonduktor hanya 80 mil dari China, jadi kita perlu membawanya kembali," ujarnya.

Lutnick juga memperingatkan, jika target relokasi tersebut tidak tercapai, tarif impor atas barang-barang Taiwan ke AS dapat dinaikkan sampai 100 persen, sebagai bagian dari tekanan untuk meningkatkan investasi dan produksi di Amerika.

Ini bukan pertama kali Lutnick menyuarakan target besar tersebut. Pada September 2025, ia juga menyebutkan kemungkinan pembagian produksi chip 50-50 antara Taiwan dan AS, gagasan yang juga ditolak oleh Taiwan pada saat itu.

Baca juga: AS–Taiwan Sepakati Investasi Chip Rp 4.200 T, Tarif Jadi 15 Persen

Taiwan: ekosistem semikonduktor tidak “dipindahkan”, tapi dikembangkan

Menanggapi target tersebut, Cheng menegaskan bahwa struktur dan ekosistem industri semikonduktor Taiwan dibangun selama puluhan tahun, dan tidak dapat dipindahkan begitu saja ke lokasi lain.

"Saya sudah sangat menegaskan kepada AS bahwa ini tidak mungkin," jelasnya.

Bendera Taiwan.THINKSTOCKPHOTOS Bendera Taiwan.

"Kapasitas keseluruhan kami (di Taiwan) akan terus tumbuh," imbuh dia.

Taiwan akan memastikan kapasitas industri terus berkembang di pulau tersebut, bahkan di tengah ekspansi investasi ke luar negeri.

Baca juga: Taiwan Gelontorkan 250 Miliar Dollar AS Bangun Pabrik Chip di AS

Lebih lanjut, Cheng menyatakan bahwa ekspansi internasional, termasuk peningkatan investasi di AS, tidak menggantikan basis produksi di Taiwan, tetapi dilakukan dengan premis tetap kuat di tanah air dan memperluas investasi domestik di sektor tersebut.

Selain itu, ia menegaskan, tidak akan ada relokasi science park atau klaster industri utama Taiwan, tetapi Taiwan bersedia berbagi pengalaman membangun ekosistem semikonduktor dengan AS untuk membantu negara itu mengembangkan lingkungan industri serupa.

Perjanjian Tai­wan-AS: tarif dipangkas, investasi didorong

Kontroversi ini terjadi di tengah perjanjian perdagangan yang lebih luas antara Taiwan dan AS pada pertengahan Januari 2026.

Kedua negara mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor timbal balik pada sebagian besar barang. Sebagai bagian dari perjanjian itu, tarif impor Taiwan ke AS diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.

Baca juga: China Sanksi Boeing Cs setelah AS Jual Senjata ke Taiwan

Sebagai imbalannya, sejumlah besar komitmen investasi Taiwan di AS disepakati.

Pemerintah Taiwan akan mendorong perusahaan-perusahaan semikonduktor untuk menanamkan modal signifikan di AS, serta menyediakan jaminan kredit untuk mendukung pembangunan kapasitas baru di sektor tersebut.

Menurut Lutnick, dalam perjanjian itu, Taiwan berkomitmen untuk menginvestasikan total sekitar 250 miliar dollar AS di industri di Amerika, termasuk investasi awal 100 miliar dollar AS oleh TSMC di 2025.

Kesepakatan ini dirancang untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus memperluas produksi chip di pasar domestik AS.

Taiwan sepakat menginvestasikan 250 miliar dollar AS untuk membangun industri chip di Amerika Serikat. Kesepakatan ini juga mengatur tarif timbal balik dan insentif bagi perusahaan semikonduktor. Taiwan sepakat menginvestasikan 250 miliar dollar AS untuk membangun industri chip di Amerika Serikat. Kesepakatan ini juga mengatur tarif timbal balik dan insentif bagi perusahaan semikonduktor.

Baca juga: Trump Mau Temui Xi Jinping di Korsel, Bahas Perdagangan dan Isu Taiwan

Struktur industri semikonduktor Taiwan: dominasi dan kompleksitas ekosistem

Untuk memahami penolakan Taiwan terhadap target 40 persen tersebut, penting melihat struktur industri semikonduktor Taiwan yang menjadi salah satu yang paling dominan di dunia.

Taiwan memegang pangsa besar produksi chip tingkat lanjut yang tidak mudah digantikan.

Pemain utama adalah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen kontrak chip terbesar di dunia yang memegang posisi dominan dalam node produksi terkini dan canggih (leading-edge).

Kapasitas manufakturnya mencakup proses teknologi di bawah 3 nanometer, yang merupakan standar bagi chip AI dan perangkat komputasi tinggi.

Baca juga: RI-Taiwan Kembangkan Teknologi Penangkapan Karbon Industri, Bisa Kurangi 80 Persen Polusi Pabrik

TSMC sendiri sudah memulai ekspansi ke luar negeri, termasuk fasilitas produksi besar di Arizona, AS, dengan investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari 165 miliar dollar AS, salah satu investasi asing langsung terbesar ke sektor manufaktur di AS.

Namun, meskipun fasilitas di Arizona signifikan, industri semikonduktor tetap bergantung pada ekosistem lengkap di Taiwan, mencakup pemasok bahan baku dan peralatan, tenaga ahli teknis, fasilitas riset, dan jaringan klaster industri yang telah terintegrasi selama beberapa dekade, yang tidak langsung bisa dipindahkan ke AS.

Tag:  #taiwan #tolak #target #pindahkan #persen #produksi #chip #amerika

KOMENTAR