Bagaimana Proses Pembayaran Utang Whoosh? Ini Kata Istana
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel Narda)
17:06
10 Februari 2026

Bagaimana Proses Pembayaran Utang Whoosh? Ini Kata Istana

- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan perkembangan terkait pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Prasetyo mengatakan, prosesnya akan masuk ke tahap finalisasi.

"Belum. Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi, sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut dia, pembiayaan utang Whoosh juga tak menutup kemungkinan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara atau APBN.

Baca juga: Istana Bentuk Pansel OJK, Terima Usulan Nama-nama dari Kemenkeu

"Iya," ujar Prasetyo, singkat, saat ditanya apakah utang Whoosh akan menggunakan APBN.

Sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani pernah memberikan sinyal bahwa pemerintah akan membiayai utang Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan APBN.

Pelibatan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) itu masih dimatangkan.

"Untuk ke depannya mengenai Whoosh ini, nanti memang ada porsi yang memang Public Service Obligation akan ditanggung oleh pemerintah," kata Rosan, usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Rosan mengungkapkan, selain pemerintah, konsorsium pengelola Whoosh, Kereta Cepat Indonesia China, akan turut dilibatkan dalam menanggung biaya operasional.

Baca juga: Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan 22 Pengusaha Apindo

Ia pun tidak berbicara lebih banyak mengenai keterlibatan Danantara.

Intinya, kata Rosan, utang tersebut akan ditanggung bersama-sama.

"Ada juga yang sarananya nanti akan ditanggung oleh bersama-sama, lah. Tapi, untuk sarananya dan juga operasionalnya bisa di BUMN atau badan usaha lain," beber dia.

Sebagai informasi, KCJB menghadapi beban utang yang cukup berat.

KAI bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI). Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp 4,195 triliun sepanjang 2024.

Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp 11,493 miliar per hari.

Baca juga: Pramono Kaget Jumlah Turis ke Jakarta Meningkat: Besoknya ke Bandung Naik Whoosh

Kerugian itu masih berlanjut tahun ini. Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp 1,625 triliun.

Di tengah masalah yang mencekik, Presiden Prabowo menegaskan akan bertanggung jawab dan meminta masyarakat tidak perlu ribut-ribut perihal Whoosh.

Ia menyatakan, pemerintah akan membayar utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun per tahun.

Baca juga: KCIC Ingatkan Penumpang Whoosh Jaga Tumbler hingga Koper di Kereta

Uang untuk membayar utang ke pihak China sejatinya ada.

Dia menjelaskan, uang yang tadinya dikorupsi akan digunakan untuk kesejahteraan rakyat, salah satunya dengan membayar utang Whoosh.

"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun," kata usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025) lalu.

Tag:  #bagaimana #proses #pembayaran #utang #whoosh #kata #istana

KOMENTAR