Sertifikat OSIS Tak Bisa jadi Portofolio SNBP, Panitia: Minimal Prestasi Tingkat Kabupaten/Kota
Ilustrasi penerimaan mahasiswa baru jalur SNBP, SNBT, dan jalur Mandiri. (Juraidi/Antara)
15:40
10 Februari 2026

Sertifikat OSIS Tak Bisa jadi Portofolio SNBP, Panitia: Minimal Prestasi Tingkat Kabupaten/Kota

 

- Panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menegaskan bahwa sertifikat keikutsertaan sebagai pengurus OSIS tidak dapat digunakan sebagai portofolio SNBP.

Koordinator Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Riza Satria Perdana, menjelaskan bahwa standar prestasi yang diakui dalam SNBP minimal harus berada di tingkat Kabupaten/Kota.

Dengan kata lain, aktivitas atau jabatan yang hanya diakui secara internal sekolah tidak memenuhi kriteria penilaian.

“Pertanyaannya adalah terkait dengan keikutsertaan atau menjadi pengurus OSIS. Ini tidak bisa ya, karena prestasi yang diminta di sini itu minimal berada di tingkat Kabupaten/Kota. Jadi, bukan di tingkat sekolah, bukan juga di tingkat kecamatan,” ujar Riza dalam sosialisasi SNBP daring, dikutip Selasa (10/2).

Penjelasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa sertifikat OSIS, kepanitiaan internal, atau penghargaan sekolah tidak bisa dimasukkan sebagai portofolio prestasi SNBP, jika tidak disertai capaian di level yang lebih tinggi.

Panitia ingin memastikan bahwa seluruh peserta berada pada standar penilaian yang setara secara nasional.

Dengan sistem penilaian yang makin ketat dan bersifat komparatif antar-sekolah, peserta SNBP 2026 dituntut lebih cermat dalam menyiapkan data akademik maupun non-akademik. Kesalahan memahami jenis prestasi yang diakui bisa berdampak pada peluang lolos seleksi.

Strategi Pilih Prodi SNBP 2026 agar Peluang Lolos Lebih Besar

Di tengah aturan portofolio yang semakin tegas, strategi memilih program studi (prodi) menjadi faktor krusial dalam SNBP 2026.

Persaingan ketat, kuota terbatas, serta penilaian berbasis perbandingan antar-sekolah membuat peserta tidak bisa asal memilih jurusan.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menilai posisi akademik secara realistis. Peserta perlu memahami apakah dirinya berada di kelompok 10 persen teratas, 20 persen, atau di bawahnya.

Meski sekolah dapat mengusulkan hingga 50 persen siswa kelas XII, kenyataannya yang lolos SNBP umumnya berasal dari kelompok dengan performa akademik paling kuat secara relatif.

Strategi berikutnya adalah menerapkan kombinasi prodi impian dan prodi aman. SNBP memberi kesempatan memilih dua prodi, baik di PTN yang sama maupun berbeda.

Pilihan pertama bisa diarahkan ke prodi yang sangat diminati meski kompetitif, sementara pilihan kedua berfungsi sebagai pengaman dengan tingkat persaingan lebih rendah atau daya tampung lebih besar.

Peserta juga disarankan untuk mempelajari tingkat keketatan prodi pada tahun-tahun sebelumnya. Data daya tampung dan jumlah peminat dapat menjadi gambaran realistis peluang diterima.

Jika sebuah prodi hanya menerima puluhan mahasiswa dari ribuan pendaftar, maka risikonya sangat tinggi, terutama bagi peserta dengan posisi akademik yang tidak dominan.

Selain itu, penting untuk mengenali minat dan bakat sejak awal. Memilih prodi tidak seharusnya hanya mengikuti tren atau tekanan lingkungan.

Ketika minat dan kemampuan selaras, proses belajar akan lebih optimal dan peluang berprestasi di bangku kuliah pun lebih besar.

Perhatikan Daya Tampung dan Rasio Penerimaan Mahasiswa

Faktor lain yang tak kalah penting adalah memperhatikan daya tampung dan rasio penerimaan.

Prodi dengan kuota lebih besar biasanya memberikan peluang lebih luas, terutama bagi peserta dengan nilai akademik yang stabil.

Strategi ini kerap digunakan peserta yang ingin bermain aman tanpa mengorbankan kualitas jurusan.

Meski sertifikat OSIS tidak diakui, prestasi non-akademik tetap bisa menjadi nilai tambah selama memenuhi ketentuan.

Sertifikat lomba, kejuaraan olahraga, seni, maupun karya ilmiah di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga nasional dapat memperkuat portofolio.

Seluruh dokumen pendukung harus relevan dan tersusun rapi agar tidak menimbulkan masalah saat verifikasi.

Terakhir, peserta disarankan untuk berkonsultasi dengan guru BK, wali kelas, mentor, hingga alumni.

Masukan dari pihak yang berpengalaman sering kali memberikan gambaran lebih realistis tentang tingkat persaingan, beban studi, serta prospek setelah lulus.

Dengan aturan SNBP 2026 yang semakin tegas, termasuk soal portofolio prestasi, persiapan matang dan strategi terukur menjadi kunci.

Bagi siswa berprestasi, memahami aturan sejak awal dan memilih prodi secara cerdas bisa menjadi penentu langkah menuju perguruan tinggi impian.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #sertifikat #osis #bisa #jadi #portofolio #snbp #panitia #minimal #prestasi #tingkat #kabupatenkota

KOMENTAR