Derita Pemenang Nobel Iran di Penjara: Vonis Ditambah, Kesehatan Menurun
Foto peraih Nobel Perdamaian asal Iran, Narges Mohammadi, dipajang saat putranya, Ali Rahmani, berpidato untuk mewakili sang ibu di Balai Kota Oslo, Norwegia, 10 Desember 2023.(NTB/FREDRIK VARFJELL via REUTERS)
17:30
10 Februari 2026

Derita Pemenang Nobel Iran di Penjara: Vonis Ditambah, Kesehatan Menurun

- Pemerintah Iran kembali menjatuhkan vonis tambahan kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Narges Mohammadi.

Putusan ini diumumkan di tengah aksi mogok makan yang tengah dijalani Mohammadi sebagai bentuk protes atas perlakuan otoritas penjara.

Informasi mengenai vonis baru ini disampaikan oleh para pendukung Mohammadi pada Minggu (8/2/2026), seperti dilaporkan The Guardian.

Baca juga: Jet Tempur Ofensif-Defensif Inggris Siaga, Jaga-jaga Iran-AS Perang

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya keras Pemerintah Teheran untuk membungkam gerakan protes, menyusul gelombang unjuk rasa nasional yang sebelumnya menelan banyak korban jiwa.

Dihukum 7,5 tahun dan dilarang bepergian

Pengacara Mohammadi, Mostafa Nili, mengonfirmasi vonis tersebut melalui unggahan di media sosial X.

"Ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas tuduhan berkumpul dan bersekongkol, serta 1,5 tahun karena melakukan propaganda, ditambah larangan bepergian selama dua tahun," tulis Nili.

Putusan tersebut dijatuhkan oleh pengadilan di Kota Mashhad pada Sabtu (7/2/2026).

Selain hukuman penjara, pengadilan juga menjatuhkan sanksi pengasingan internal selama dua tahun ke kota Khosf, sekitar 740 kilometer dari Ibu Kota Teheran.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran terkait vonis tambahan tersebut.

Baca juga: Kenapa Negosiasi Nuklir AS-Iran Digelar di Oman?

Foto yang disediakan oleh Narges Mohammadi Foundation pada 2 Oktober 2023 ini menunjukkan foto tanpa tanggal dan tanpa lokasi dari juru kampanye hak asasi manusia Iran, Narges Mohammadi. NARGES MOHAMMADI FOUNDATION/AFP Foto yang disediakan oleh Narges Mohammadi Foundation pada 2 Oktober 2023 ini menunjukkan foto tanpa tanggal dan tanpa lokasi dari juru kampanye hak asasi manusia Iran, Narges Mohammadi. Narges Mohammadi yang kini berusia 53 tahun mulai melakukan aksi mogok makan sejak 2 Februari 2026.

Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan medis pada Desember 2024 akibat masalah kesehatan serius.

Selama berada di balik jeruji, Mohammadi beberapa kali mengalami serangan jantung dan bahkan menjalani operasi darurat pada 2022.

Pada akhir 2024, tim medis menemukan adanya lesi tulang yang sempat dicurigai sebagai kanker, meski akhirnya berhasil diangkat.

Melihat kondisi kesehatan yang terus menurun, tim pengacara mengharapkan kebijakan kemanusiaan dari Pemerintah Iran.

"Mengingat penyakit yang dideritanya, diharapkan dia dapat dibebaskan sementara dengan jaminan agar bisa mendapatkan perawatan medis," ujar Nili.

Baca juga: Berunding Tanpa Tatap Muka, Ini Hasil Negosiasi AS-Iran di Oman

Ditangkap usai hadiri peringatan aktivis HAM

Mohammadi kembali ditangkap pada Desember 2025 saat menghadiri upacara peringatan untuk mendiang Khosrow Alikordi, advokat HAM di Mashhad.

Dalam rekaman yang beredar, Mohammadi tampak meneriakkan tuntutan keadilan bagi Alikordi dan para aktivis lainnya.

Sebelum vonis terbaru ini, Mohammadi telah lebih dulu divonis 13 tahun 9 bulan penjara atas tuduhan kolusi terhadap keamanan negara dan propaganda melawan pemerintah.

Ia juga dikenal sebagai tokoh vokal dalam mendukung protes nasional menyusul kematian Mahsa Amini pada 2022, yang memicu gelombang perlawanan terhadap aturan wajib hijab di Iran.

Baca juga: Kesal Tak Dapat Nobel, Trump Tegaskan Mau Caplok Greenland

Tag:  #derita #pemenang #nobel #iran #penjara #vonis #ditambah #kesehatan #menurun

KOMENTAR