Jelang Pertemuan Netanyahu-Trump, Iran Pasang Spanduk Ancaman untuk Israel
Spanduk peringatan Iran untuk Israel di Teheran(X/@clashreport)
18:06
10 Februari 2026

Jelang Pertemuan Netanyahu-Trump, Iran Pasang Spanduk Ancaman untuk Israel

- Jelang pertemuan antara Presiden Israel Banjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Iran memasang spanduk besar di pusat Kota Teheran, Senin (9/2/2026).

Spanduk itu bergambar peta wilayah Israel yang siap menjadi target beberapa rudal, dikutip dari Middle East Monitor, Senin.

Bertuliskan "You start, we finish it!", spanduk itu terpampang di sebuah gedung tinggi di Palestine Square, Teheran.

Media Israel menyebut pesan dari spanduk yang dipasang oleh Iran itu jelas. 

Spanduk itu menyatakan bahwa Iran memperingatkan akan menyerang kota-kota Israel dengan rentetan rudal dalam konfrontasi apa pun di masa depan.

Baca juga: Demi Pencabutan Sanksi AS, Iran Siap Kurangi Pengayaan Uranium

Peringatan Iran jelang Netanyahu ke AS

Pada Selasa (10/2/2026), Iran juga memperingatkan pengaruh "destruktif" terhadap diplomasi menjelang kunjungan Netanyahu ke Washington.

Pertemuan itu diyakini akan fokus pada negosiasi dengan AS dengan Teheran.

"Pihak yang bernegosiasi dengan kami adalah AS. Terserah AS untuk memutuskan bertindak secara independen dari tekanan dan pengaruh destruktif yang merugikan kawasan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, dikutip dari AFP, Selasa.

"Rezim Zionis telah berulang kali, sebagai seorang sabotase, menunjukkan bahwa mereka menentang setiap proses diplomatik di kawasan kita yang mengarah pada perdamaian," sambungnya.

Baca juga: Washington Serukan Kapal Berbendera AS Jauhi Perairan Iran

Dia menegaskan, fokus Iran akan tetap sepenuhnya pada masalah nuklir sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

"Pengalaman bulan Juni adalah pengalaman yang sangat buruk," ujarnya.

"Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan pengalaman-pengalaman ini, kami bertekad untuk mengamankan kepentingan nasional Iran melalui diplomasi," lanjutnya.

Sementara, kantor Netanyahu pada Sabtu (7/2/2026) mengatakan dalam sebuah pernyataan, Israel percaya bahwa setiap negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan untuk poros Iran.

Ini merujuk pada kelompok-kelompok bersenjata sekutu Iran di kawasan tersebut.

Baca juga: Tak Tunggu Restu AS, Israel Siap Serang Iran Sendiri jika Teheran Lampaui “Batas”

Sikap tegas Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff bertemu di Oman, Jumat (6/2/2026), negosiasi pertama sejak konflik Juni lalu.

Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan negosiasi. 

Namun, Araghchi memperingatkan bahwa ketidakpercayaan yang telah berkembang merupakan tantangan serius.

Trump telah berulang kali menyerukan agar Iran dikenai larangan total pengayaan uranium.

Seruan itu tidak dapat diterima oleh Teheran dan jauh tidak menguntungkan daripada perjanjian tahun 2015.

Iran menegaskan, mereka memiliki hak atas program nuklir sipil berdasarkan ketentuan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, yang telah ditandatangani oleh Iran dan 190 negara lainnya.

Tag:  #jelang #pertemuan #netanyahu #trump #iran #pasang #spanduk #ancaman #untuk #israel

KOMENTAR