Cara Nikita Willy Membiasakan Anak Makan Sehat Tanpa Paksaan
Nikita Willy bersama anaknya, Isa Issa Xander Djokosoetono dalam acara live podcast Expert Boost by Tentang Anak di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). (KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai)
17:30
10 Februari 2026

Cara Nikita Willy Membiasakan Anak Makan Sehat Tanpa Paksaan

– Membiasakan anak makan makanan sehat bukan perkara mudah bagi banyak orangtua. 

Keinginan anak terhadap makanan manis, camilan, atau dessert sering kali membuat orangtua berada di posisi serba salah, antara ingin memenuhi keinginan anak atau tetap menjaga kualitas asupan gizinya.

Artis pemeran sekaligus ibu dua anak, Nikita Willy, membagikan caranya membiasakan anak menerapkan pola makan sehat tanpa paksaan. Menurutnya, kunci utama terletak pada komunikasi, konsistensi, dan pemahaman anak terhadap tujuan makan itu sendiri.

“Kalau dari aku, aku mulai selektif memberikan makanan ke anak. Penginnya sih makanannya nutrisinya bagus,” ujar Nikita saat live podcast Expert Boost by Tentang Anak di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Nikita Willy Sarankan Tak Bandingkan Anak dengan Standar Media Sosial

Menjelaskan Manfaat Makanan dengan Bahasa Anak

Alih-alih memaksa, Nikita memilih menjelaskan manfaat makanan dengan cara yang mudah dipahami anak.

Ia menyebutkan, anaknya diajak memahami bahwa makanan utama, terutama protein hewani, penting untuk pertumbuhan tubuh.

“Aku kasih penjelasan kecil ke anak aku, bahwa yang paling penting itu makan protein hewani,” kata Nikita.

Agar lebih relevan, Nikita mengaitkan manfaat makan sehat dengan hal yang disukai anaknya.

Baca juga: Berkaca dari Kasus Bunuh Diri Anak di NTT, Psikiater Tekankan Pentingnya Dukungan Emosional

Ia menyebutkan bahwa jika anak mau makan dengan baik, tubuhnya bisa tumbuh sehat dan kuat sehingga kelak bisa melakukan aktivitas yang diinginkan.

Dengan pendekatan tersebut, anak dinilai lebih mudah memahami alasan di balik aturan makan yang diterapkan orangtua, bukan sekadar merasa dilarang atau dipaksa.

Makanan Utama Didahulukan Sebelum Camilan

Selain itu, Nikita juga menerapkan aturan yang konsisten terkait urutan makan. Anak diperbolehkan menikmati camilan atau makanan manis, tetapi setelah makanan utamanya dihabiskan.

Menurutnya, anak perlu diberi pemahaman sejak awal bahwa makanan utama merupakan prioritas.

“Anak-anak kecil kan sukanya bilang mau es krim, mau kue. Aku kasih pemahaman, sebelum makan itu, harus menghabiskan makanan utama dulu,” jelasnya.

Cara ini Nikita lakukan secara konsisten bersama suaminya sehingga anak memahami bahwa aturan tersebut berlaku tetap dan bukan keputusan sesaat.

Baca juga: Rasa Malu dan Tidak Dianggap Bisa Melukai Mental Anak, Ini Kata Psikolog

Konsistensi Jadi Kunci

Selain komunikasi, Nikita menekankan pentingnya konsistensi dalam membentuk kebiasaan makan anak. 

Perempuan berusia 31 tahun ini menyebutkan bahwa orangtua perlu membuat jadwal dan pola makan yang jelas agar anak terbiasa.

“Kita harus bikin schedule yang konsisten buat anak, jadi anak memang terbiasa dengan pola makan seperti itu,” katanya.

Dengan rutinitas yang konsisten, anak lebih mudah mengenali waktu makan, jenis makanan yang disajikan, serta aturan yang berlaku di meja makan.

Baca juga: Nikita Willy Bagikan Cara Kurangi Screen Time Anak Saat Makan

Tanpa Paksaan, tapi Tetap Tegas

Meski menghindari paksaan, Nikita menegaskan bahwa konsistensi tidak berarti mengalah pada setiap keinginan anak. 

Anak tetap perlu memahami batasan agar tidak menjadikan rengekan atau penolakan sebagai alat negosiasi.

Menurut Nikita, kebiasaan makan sehat tidak terbentuk dalam satu atau dua kali makan, tetapi melalui proses yang berulang dan konsisten.

Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, aturan yang jelas, serta konsistensi dari orangtua, Nikita percaya anak dapat belajar menikmati makanan sehat tanpa harus merasa terpaksa.

Baca juga: Panduan Makan Anak Diare, Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan?

Tag:  #cara #nikita #willy #membiasakan #anak #makan #sehat #tanpa #paksaan

KOMENTAR