14 Pantangan Saat Imlek yang Dipercaya Mengusir Hoki dan Mengundang Penyakit Menurut Tradisi Tionghoa
Ilustrasi Pantangan Saat Imlek (jcomp/freepik)
14:16
10 Februari 2026

14 Pantangan Saat Imlek yang Dipercaya Mengusir Hoki dan Mengundang Penyakit Menurut Tradisi Tionghoa

Imlek bukan sekadar perayaan pergantian kalender lunar, melainkan momentum sakral yang sarat makna filosofis dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Setiap perilaku, ucapan, dan kebiasaan pada momen ini diyakini memiliki pengaruh simbolis terhadap keberuntungan, kesehatan, serta keharmonisan hidup sepanjang tahun yang akan dijalani.

Dalam kepercayaan Tionghoa, awal tahun dianggap sebagai fondasi nasib.

Oleh karena itu, berbagai pantangan dijaga dengan penuh kesadaran agar energi positif dapat mengalir tanpa hambatan.

Pantangan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan, melainkan sebagai pengingat agar manusia lebih bijaksana dalam bersikap.

Memahami pantangan Imlek berarti memahami nilai budaya yang menekankan kehati-hatian, keseimbangan, dan harapan baik dirangkum dari YouTube TEDY WONG Msi.

Berikut ini adalah 14 pantangan saat Imlek yang dipercaya dapat mengusir hoki dan mengundang penyakit apabila dilanggar, berdasarkan sudut pandang tradisi masyarakat Tionghoa.

1. Dilarang Mengonsumsi

Bubur Mengonsumsi bubur saat pagi hari Imlek dipercaya membawa simbol kehidupan yang serba kekurangan.

Bubur kerap diasosiasikan dengan kondisi sulit dan keterbatasan ekonomi dalam budaya Tionghoa.

Memulai tahun baru dengan makanan yang melambangkan kemiskinan diyakini dapat memengaruhi aliran rezeki sepanjang tahun.

Oleh sebab itu, banyak keluarga memilih sajian istimewa sebagai simbol kelimpahan.

Hidangan bermakna kemakmuran dianggap mampu menghadirkan energi positif dan harapan akan kehidupan yang lebih sejahtera.

2. Dilarang Mengucapkan Kata Negatif

Ucapan memiliki makna penting dalam perayaan Imlek. Kata-kata yang berkaitan dengan kematian, penyakit, atau kemiskinan dihindari karena diyakini membawa pengaruh buruk.

Tradisi Tionghoa menekankan penggunaan bahasa yang halus dan penuh doa baik agar suasana awal tahun tetap harmonis.

Dengan menjaga ucapan, diharapkan energi positif dapat menyertai perjalanan hidup sepanjang tahun.

3. Dilarang Keramas dan Memotong Rambut

Dalam bahasa Mandarin, kata rambut memiliki pelafalan yang berkaitan dengan kemakmuran.

Keramas dimaknai sebagai membersihkan rezeki yang baru datang.

Memotong rambut saat Imlek juga dipercaya memotong keberuntungan yang seharusnya tumbuh.

Karena itu, masyarakat dianjurkan merapikan rambut sebelum Imlek sebagai bentuk kesiapan menyambut tahun baru.

4. Dilarang Menjahit

Menjahit saat Imlek diyakini melambangkan kehidupan yang penuh tambalan dan kesulitan.

Aktivitas ini dianggap sebagai simbol kerja keras tanpa akhir dan masalah yang berulang.

Menghindari menjahit diharapkan membawa kelancaran dan kemudahan dalam menjalani tahun baru.

5. Dilarang Menyapu dan Membuang Sampah

Menyapu rumah saat Imlek dipercaya dapat menyapu keluar keberuntungan yang baru datang.

Membuang sampah dimaknai sebagai membuang rezeki dari dalam rumah.

Oleh sebab itu, pembersihan rumah dilakukan sebelum Imlek agar hoki tetap tersimpan.

6. Dilarang Menggunakan Gunting

Gunting melambangkan pertikaian dan ucapan tajam dalam simbolisme Tionghoa.

Penggunaannya diyakini dapat memicu konflik dan perselisihan sepanjang tahun.

Menghindari gunting menjadi simbol menjaga keharmonisan dan kedamaian.

7. Pantangan Jumlah Ganjil pada Angpau

Angpau melambangkan doa dan keberuntungan bagi penerimanya.

Jumlah genap dipercaya membawa makna keberuntungan berlipat, sedangkan jumlah ganjil dihindari.

Pemilihan nominal dilakukan dengan cermat agar maknanya tetap positif.

8. Dilarang Memecahkan Benda

Memecahkan piring, gelas, atau cermin diyakini sebagai pertanda nasib buruk.

Peristiwa ini melambangkan keretakan rezeki dan keharmonisan keluarga.

Jika terjadi tanpa sengaja, biasanya dilakukan ritual penetralan dengan simbol keberuntungan.

9. Menghindari Pinjam

Meminjam Uang Memulai tahun baru dengan utang dipercaya membawa kesulitan finansial.

Menagih utang saat Imlek juga dianggap mengundang konflik.

Karena itu, seluruh urusan keuangan dianjurkan diselesaikan sebelumnya.

10. Dilarang Mengenakan Pakaian Putih dan Hitam

Putih dan hitam identik dengan suasana duka dalam tradisi Tionghoa.

Warna tersebut dianggap tidak selaras dengan makna awal yang penuh harapan.

Warna cerah dipilih sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran.

11. Dilarang Membunuh Makhluk Hidup

Tindakan membunuh diyakini membawa energi negatif dan kemalangan.

Darah dipandang sebagai simbol bencana dan luka.

Menghindarinya diharapkan membawa keselamatan sepanjang tahun.

12. Dilarang Mengunjungi Rumah Sakit

Rumah sakit identik dengan penyakit dan energi negatif.

Mengunjunginya saat Imlek dipercaya mengundang gangguan kesehatan.

Kunjungan dianjurkan ditunda selama tidak dalam keadaan darurat.

13. Dilarang Mengenakan Pakaian Rusak

Pakaian robek melambangkan kekurangan dan kesulitan hidup.

Memakainya saat Imlek dipercaya membawa kesialan. Busana rapi menjadi simbol awal yang baik dan sejahtera.

14. Dilarang Mencuci Pakaian

Mencuci pakaian dipercaya membuang simbol rezeki melalui air. Air dalam tradisi Tionghoa melambangkan kekayaan dan kelimpahan.

Menghindarinya di awal tahun diyakini menjaga aliran hoki tetap utuh.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #pantangan #saat #imlek #yang #dipercaya #mengusir #hoki #mengundang #penyakit #menurut #tradisi #tionghoa

KOMENTAR