Kiper Futsal Unggul FC Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan Madura
-
Kiper Unggul FC Azfar Burhan wafat akibat kecelakaan motor di Bangkalan, Madura.
-
Korban kecelakaan saat hendak kembali ke Malang untuk mengikuti turnamen di Pontianak.
-
Azfar sempat pulang ke Bangkalan demi meminta restu orang tua sebelum bertanding.
Dunia futsal tanah air dikejutkan dengan berita duka yang menyelimuti klub kebanggaan Malang, Unggul FC.
Penjaga gawang andalan mereka, Azfar Burhan, dilaporkan telah mengembuskan napas terakhirnya secara mendadak.
Atlet yang baru menginjak usia 25 tahun tersebut meninggal dunia akibat insiden kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (10/2/2026) dini hari di wilayah Madura, Jawa Timur.
Padahal, saat itu skuad Unggul FC tengah melakukan persiapan akhir untuk berangkat menuju Pontianak.
Kejadian nahas tersebut berlangsung saat Azfar sedang dalam perjalanan dari rumahnya menuju Malang.
Ia berusaha mengejar waktu agar bisa berkumpul dengan rekan setimnya sebelum jadwal keberangkatan pesawat.
Manajemen klub mendapatkan informasi resmi mengenai kepergiannya melalui sambungan telepon dari pihak keluarga korban.
Sontak, suasana hangat di dalam tim berubah menjadi penuh isak tangis dan rasa kehilangan.
Berdasarkan laporan awal, Azfar terlibat kecelakaan saat sedang dibonceng oleh adik kandungnya menggunakan sepeda motor.
Keduanya diketahui sedang melaju menuju Terminal Bangkalan untuk mencari transportasi bus antarkota.
Rencananya, Azfar akan langsung menuju mess Unggul FC di Malang agar tidak tertinggal jadwal penerbangan.
Hari Selasa (10/2/2026) ini memang dijadwalkan sebagai hari keberangkatan tim menuju turnamen Futsal Nation Cup.
Manajer Tim Unggul FC, Usa Laksono, memberikan konfirmasi resmi mengenai musibah yang menimpa anggotanya tersebut.
"Kami segenap keluarga besar Unggul FC turut berbela sungkawa atas meninggalnya pemain kami, Azfar Burhan, yang mengalami kecelakaan saat hendak kembali dari kampung halamannya ke Malang," ungkap Usa dengan nada berduka.
Kepergian sang penjaga gawang terasa sangat menyesakkan dada bagi siapa pun yang mendengar alasannya pulang.
Hanya sehari sebelum kecelakaan, Azfar sempat meminta izin khusus kepada jajaran manajemen untuk pulang sejenak.
Ia merasa perlu berpamitan secara langsung serta memohon doa restu dari kedua orang tuanya di Bangkalan.
Doa tersebut ia harapkan bisa menjadi bekal kekuatan saat berhadapan dengan Pangsuma FC pada Kamis (12/2/2026).
Sayangnya, niat mulia untuk mencium tangan orang tua itu menjadi momen perpisahan yang abadi.
Nama Azfar Burhan sendiri memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan sejarah panjang Unggul FC.
Walaupun sempat membela beberapa klub lain, ia memilih kembali ke Malang pada awal musim kompetisi ini.
Ia merupakan pilar penting saat Unggul FC berhasil menyabet gelar juara di ajang Liga Nusantara 2021-2022.
Berkat kontribusinya di bawah mistar gawang, klub ini berhasil menembus kasta tertinggi Pro Futsal League.
Kehilangan sosok Azfar bukan hanya soal strategi lapangan, melainkan hilangnya nyawa pejuang yang sangat berdedikasi.
Usa Laksono menambahkan bahwa sosok almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian dari keluarga besar tim.
Semangat juang Azfar yang rela menempuh perjalanan jauh demi kewajiban klub menjadi teladan bagi pemain lain.
Kini, seluruh elemen tim berkomitmen untuk memberikan performa terbaik di turnamen mendatang demi menghormati Azfar.
Manajemen juga berharap agar pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa dalam masa sulit.
Kepergian Azfar Burhan menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang atlet demi membela lambang di dada.
Segenap pecinta futsal Indonesia turut mendoakan agar Azfar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selamat jalan, Azfar Burhan, perjuangan dan loyalitasmu untuk Unggul FC tidak akan pernah terlupakan oleh sejarah.
Tag: #kiper #futsal #unggul #tewas #dalam #kecelakaan #maut #bangkalan #madura