The Fed Ganti Pimpinan, BI Tetap Waspadai Suku Bunga Tinggi AS
Bank Indonesia (BI) (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am.)
12:40
10 Februari 2026

The Fed Ganti Pimpinan, BI Tetap Waspadai Suku Bunga Tinggi AS

– Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menilai 2026 masih berada dalam lingkungan suku bunga global tinggi, terutama Amerika Serikat.

Tekanan ketidakpastian global dinilai belum mereda dan masih kuat dipengaruhi arah kebijakan bank sentral AS.

Destry menyoroti dinamika kebijakan moneter The Federal Reserve yang terus menjadi sumber volatilitas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikenal memiliki pandangan lebih dovish atau cenderung mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat melalui penurunan suku bunga.

Baca juga: Moody’s Ubah Outlook 5 Bank Indonesia Jadi Negatif, Apa Alasannya?

Sikap tersebut berujung pada pergantian pucuk pimpinan bank sentral AS dari Jerome Powell kepada Kevin Warsh.

Perkembangan terbaru tidak sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi awal pasar. Pejabat baru bank sentral AS justru menghadapi data ekonomi domestik yang masih solid.

Indikator ekonomi Amerika Serikat menunjukkan penguatan yang membuat ruang penurunan suku bunga menjadi terbatas.

“Sehingga market juga (berpandangan) kayaknya AS nggak akan secepat itu menurunkan suku bunga, jadi kami masih akan menghadapi suku bunga tinggi di luar, khususnya di AS,” ujar Destry dalam agenda Economic Outlook 2026, Selasa (10/2/2026).

Presiden Trump telah menunjuk Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve, sebagai calon Ketua The Fed setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir Mei mendatang.

Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya Trump memperluas pengaruhnya terhadap kebijakan moneter.

“Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya yakin dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua Fed terhebat, mungkin yang terbaik. Di atas segalanya, dia adalah sosok yang ideal, dan dia tidak akan pernah mengecewakan Anda,” kata Trump, dikutip dari Reuters, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Terkoreksi

Jabatan Ketua The Fed tetap memerlukan persetujuan Senat Amerika Serikat.

Selama ini, Federal Reserve dipandang sebagai jangkar stabilitas pasar keuangan global karena independensinya dari tekanan politik.

Tekanan terhadap independensi tersebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Januari lalu membuka penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell.

Langkah ini memicu kritik luas dan berpotensi membuat proses konfirmasi Ketua Fed berikutnya berlangsung alot.

Situasi ini juga membuka peluang Powell tetap bertahan sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir.

Powell sebelumnya menyebut penyelidikan kriminal tersebut sebagai bentuk tekanan agar bank sentral menyesuaikan kebijakan moneter dengan keinginan presiden.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul BI Sebut AS Tak Akan Cepat Pangkas Bunga, Global Masih Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Tag:  #ganti #pimpinan #tetap #waspadai #suku #bunga #tinggi

KOMENTAR