Motor Cepat Rewel? Bisa jadi Kamu Melakukan 8 Kesalahan Perawatan ini
- Sparepart motor memegang peranan krusial dalam menunjang keselamatan, performa, hingga kenyamanan berkendara. Oleh sebab itu, setiap pemilik kendaraan wajib memastikan seluruh komponennya terawat dengan baik agar motor selalu berada dalam kondisi optimal.
Namun, tanpa disadari, masih banyak kebiasaan perawatan yang justru keliru dan berdampak buruk bagi kinerja motor. Alih-alih membuat awet, kesalahan ini bisa mempercepat kerusakan bahkan membahayakan pengendara.
Lalu, apa saja bentuk kesalahan dalam perawatan motor yang sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya? Berikut 8 diantaranya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Menggunakan Suku Cadang Tiruan
Demi menekan pengeluaran, sebagian pemilik motor memilih menggunakan sparepart palsu atau non-orisinal. Sekilas memang lebih hemat, namun dampaknya bisa merugikan dalam jangka panjang.
Suku cadang palsu umumnya tidak melewati proses uji kualitas dan keamanan yang ketat. Bahan yang digunakan cenderung lebih rapuh sehingga berisiko mengalami kerusakan lebih cepat. Kondisi ini dapat memicu malfungsi komponen dan meningkatkan potensi kecelakaan saat berkendara.
Sebagai solusi, selalu gunakan suku cadang asli sesuai rekomendasi pabrikan. Selain lebih aman, sparepart original biasanya disertai garansi dan menjaga nilai jual motor tetap stabil di pasaran.
2. Kurang Memperhatikan Kondisi Rem dan Ban
Rem dan ban merupakan komponen vital yang langsung berhubungan dengan keselamatan. Sayangnya, kedua bagian ini kerap luput dari perhatian saat perawatan rutin.
Jika rem atau ban sudah aus dan tidak segera diganti, risiko kecelakaan akan meningkat. Oleh karena itu, pastikan sistem pengereman berfungsi dengan baik dan lakukan pengecekan tekanan ban secara berkala, minimal seminggu sekali.
3. Pemasangan Sparepart Tanpa Standar
Banyak orang menganggap asal komponen diganti, motor akan kembali normal. Padahal, pemasangan sparepart yang tidak sesuai prosedur justru dapat menimbulkan masalah serius.
Contohnya, pemasangan rem yang tidak presisi dapat mengurangi daya cengkeram atau menyebabkan kegagalan fungsi pengereman. Untuk menghindari risiko tersebut, serahkan pemasangan komponen kepada teknisi yang berpengalaman dan terpercaya.
4. Memasang Aksesoris Motor Tanpa Perhitungan
Penggunaan aksesoris tambahan seperti charger atau pemanas berbasis kabel sering dilakukan tanpa memperhatikan sistem kelistrikan motor. Menghubungkan aksesoris langsung ke aki dapat membebani baterai dan memicu kerusakan.
Selain itu, pemasangan kabel yang sembarangan berisiko menimbulkan korsleting akibat gesekan dan rusaknya lapisan isolasi. Sebaiknya pilih aksesoris yang tidak mengganggu sistem mesin atau kelistrikan. Jika terpaksa, sambungkan ke post-ignition positive agar tidak aktif saat motor mati.
5. Mur dan Baut Terpasang Tidak Presisi
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah pemasangan mur dan baut yang terlalu longgar atau tidak sesuai standar. Kondisi ini dapat menyebabkan komponen mudah terlepas saat motor digunakan.
Misalnya, mur pada sistem pengereman yang tidak kencang bisa mengurangi respons rem. Begitu pula baut pada stang kemudi yang longgar dapat membuat motor sulit dikendalikan. Pastikan seluruh pengencang terpasang sesuai spesifikasi pabrikan.
6. Salah Memilih Jenis Oli
Mengganti oli sendiri tanpa memahami spesifikasi mesin bisa berujung pada kesalahan fatal. Oli yang tidak sesuai dapat membuat pelumasan tidak optimal dan mempercepat keausan komponen mesin.
Selain itu, penggunaan oli yang keliru berisiko menyebabkan mesin cepat panas. Untuk mencegah hal tersebut, lakukan penggantian oli di bengkel dengan teknisi profesional dan patuhi interval penggantian yang dianjurkan.
7. Pemasangan Ring Piston Tidak Akurat
Jika motor mengeluarkan asap putih saat digas, bisa jadi ring piston tidak terpasang dengan benar atau sudah aus. Kesalahan pada ring piston memungkinkan oli masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar. Akibatnya, konsumsi oli meningkat, mesin cepat panas, dan risiko kerusakan permanen pada komponen lain semakin besar. Untuk itu, pemasangan ring piston sebaiknya dilakukan oleh mekanik berpengalaman.
8. Mengabaikan Perawatan Berkala
Kesalahan paling umum adalah tidak melakukan perawatan secara rutin. Padahal, setiap komponen motor memiliki masa pakai tertentu yang perlu diawasi.
Tanpa pengecekan berkala, kerusakan kecil sering terlewat hingga berkembang menjadi masalah besar. Misalnya, oli yang terlambat diganti dapat menyebabkan mesin cepat aus. Agar lebih teratur, buat jadwal perawatan rutin, misalnya setiap dua bulan sekali, sehingga kondisi motor selalu terjaga.
Tag: #motor #cepat #rewel #bisa #jadi #kamu #melakukan #kesalahan #perawatan